Tradisi Unik di Kota Indramayu yang Jadi Bagian Budaya Jawa

Tradisi Unik di Kota Indramayu yang Jadi Bagian Budaya Jawa

Tradisi Unik di Kota Indramayu yang Jadi Bagian Budaya Jawa – Seni dan budaya di Indramayu merupakan akulturasi dari budaya Jawa Indramayu dan Sunda bagian wilayah utara, kebudayaan yang tumbuh dalam masyarakat Indramayu menjadi bentuk ekspresi nyata terhadap akulturasi dua kebudayaan yang berbeda.

Hampir di seluruh wilayah di Indonesia memiliki tradisi beragam dan unik yang merupakan ciri khas dari daerah tersebut. Tak terkecuali di Indramayu juga memiliki banyak sekali tardisi unik yang merupakan akulturasi dari budaya Jawa dan Sunda bagian wilayah Utara.

Tradisi sendiri merupakan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang, yang terjadi selama turun temurun dari nenek moyang terdahulu dan masih dijalankan hingga sekarang oleh masyarakat.

1. Nadran
6 Tradisi Unik yang Ada di Indramayu, Menambah Wawasan Budaya

Nadran merupakan sebuah cerminan dari sebuah hubungan manusia dengan sang pencipta yang berupa ungkapan rasa syukur akan hasil tangkapan ikan dan mengharapkan akan meningkatnya hasil tangkapan di masa mendatang, serta dijauhkan dari bencana dan bahaya dalam mencari nafkah di laut.

Nadran sendiri berasal dari kata nazar yang artinya janji. Nadran  di selenggarakan antara bulan Oktober sampai Desember di daerah Pantai Eretan, Dadap, Karangsong, Limbangan, Glayem, dan Bugel.

Warga biasanya patungan untuk membeli seekor kerbau. Kepalanya untuk dilarungkan Ke laut, sementara dagingnya dimasak untuk makan bersama warga. Tetapi ada pula yang melarungkan miniatur perahu ke lautan.

Para pemilik kapal biasanya menghiasi kapalnya dengan berbagai makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh warga setelah melarungkan kepala kerbau dan miniatur perahu. Melarungkan kepala kerbau memiliki makna membuang kebodohan.

Nadran sendiri merupakan hasil akulturasi budaya Islam dan Hindu yang diwariskan sejak ratusan tahun lalu secara turun temurun. Kemudian inti upacara nadran adalah mempersembahkan sesajen (yang merupakan ritual dalam agama Hindu untuk menghormati roh leluhurnya) kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut sekaligus merupakan ritual untuk tolak bala (keselamatan).

2. Ngarot
6 Tradisi Unik yang Ada di Indramayu, Menambah Wawasan Budaya

Ngarot adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang yang diadakan sekali dalam setahun, yaitu pada saat menjelang musim tanam padi biasanya sekitar bulan Oktober, November atau Desember. Tradisi ini rutin diadakan di desa Lelea, Jambak dan Tugu.

Uniknya lagi acara ini diadakan setiap hari Rabu, bukan hari yang lainnya. Pesta Ngarot diawali dengan prosesi arak-arakan keliling desa yang dilakukan oleh para gadis dan pemuda dari daerah tersebut.

Acara ini dianggap penting oleh masyarakat setempat karena, sebagai ajang silaturahmi antar masyarakat. Di dalam arak-arakan para gadis dan pemuda Ngarot menggunakan simbol-simbol tertentu seperti penggunaan baju adat, mahkota, bunga, keprabon, payung tiga lapis dengan warna kuning emas dan aneka musik pengiring arak-arakan.

Berdasarkan sejarah, ngarot bertujuan untuk mengumpulkan para remaja untuk bertani dan bergotong royong.

3. Mapag Sri
6 Tradisi Unik yang Ada di Indramayu, Menambah Wawasan Budaya

Tradisi mapag sri ini dilakukan saat hendak memasuki musim panen pertama (rendengan) tiba. Tradisi ini merupakan wujud syukur kepada Sang Pencipta karena tanaman padi milik petani mulus mujur hingga saat panen tiba.

Mapag sri sendiri berasal dari kata mapag artinya menjemput, sedangkan sri dimaksudkan kepada Dewi Sri (padi). Masyarakat biasanya diminta patungan untuk mengadakan hiburan wayang kulit dengan lakon Dewi Sri.

Pada zaman dahulu semangat untuk mewujudkan rasa syukur kepada sang pencipta selalu ada walupun sudah menghadapi musim paceklik. Namun untuk menyambut musim panen masyarakat menyambutnya dengan suka cita dan mau berbagi satu sama lain.

Masyarakat membawa tumpeng yang mereka sajikan itu untuk makan bersama dan saling berbagi.

4. Ngunjung
6 Tradisi Unik yang Ada di Indramayu, Menambah Wawasan Budaya

Ngunjung atau munjung  yaitu upacara syukuran yang dilaksanakan di kuburan yang dianggap keramat, biasanya diadakan pada bulan Syuro dan Maulud.

Ngunjung atau munjung berasal dari kata kunjung yang artinya mengunjungi makam leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang terdahulu dengan segala jasa yang telah diberikannya.

Sebenarnya tradisi ini selain syukuran dan berdoa, juga sebagai proses pembelajaran bagi para generasi muda untuk selalu mengingat jasa-jasa leluhurnya. Masyarakat bisanya dimintai patungan untuk mengadakan hiburan seperti pagelaran seni sandiwara.

Prosesi ngunjung diawali dengan arak-arakan tumpeng yang dihias sedemikian rupa dan mengelilingi desa dengan diiringi musik pengiring, singa Depok, dan berbagai tarian. Kemudian setelah sampai di kuburan, dilanjut dengan doa bersama setelah selesai tumpeng tadi untuk makan bersama dan saling berbagi.

5. Sedekah Bumi
6 Tradisi Unik yang Ada di Indramayu, Menambah Wawasan Budaya

Sedekah Bumi adalah tradisi yang dilaksanakan oleh para petani pada saat akan turun menggarap sawahnya. Biasanya diadakan pada awal musim hujan yaitu sekitar bulan Oktober sampai Desember. Acara ini biasanya digelar di sawah atau bisa juga di balai desa.

Prosesi tradisi ini biasanya dimulai dari berkumpulnya masyarakat di tempat dilakukannya acara sembari membawa tumpeng yang kemudian dilanjut dengan doa bersama dan setelah itu dilakukan upacara adat. Tradisi ini tujuannya, yaitu sebagai ritual doa agar mendapat hasil padi yang berlimpah dan padi jauh dari serangan hama.

Untuk hiburannya, biasanya diadakan pagelaran wayang kulit Purwa yang juga sebagai salah satu isyarat bagi para petani agar bersiap-siap untuk menggarap sawahnya.

6. Mapag Tamba
6 Tradisi Unik yang Ada di Indramayu, Menambah Wawasan Budaya

Mapag Tamba merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan pada masa tanam padi dengan tujuan untuk mengusir segala penyakit (hama) yang dapat merusak tanaman padi. Dengan membawa air suci yang telah didoakan ke dalam bambu, para petani menyiramkan air ke perbatasan sawah-sawah ke seluruh desa.

Tradisi ini sendiri sudah ada sejak dulu yang turun temurun dilanjutkan hingga saat ini dengan harapan para masyarakat terutama kaum muda dapat melanjutkannya.

Sebagai warga negara Indonesia yang kaya akan keragaman adat dan budayanya, kita semua wajib untuk terus melestarikan adat dan budaya yang sudah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu sebagi bentuk penghormatan.

Kesenian Indramayu salah satunya adalah kesenian Organ Tunggal, yakni pentas musik di atas panggung dengan menggunakan Organ. Organ Tunggal ini biasanya dipentaskan hampir di setiap acara, seperti acara tujuh belasan, juga pada hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, meskipun lebih sering dipentaskan pada acara-acara hajatan, seperti hajatan pernikahan dan khitanan.

Seni tradisional lainnya adalah seni tari topeng, kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Indramayu. Tari topeng adalah salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Seperti masyarakat Jawa pada umumnya, kesenian Wayang masih kental melekat pada masyarakat Indramayu. Wayang Kulit Indramayu sebenarnya tak ada bedanya dengan wayang kulit Jawa, perbedaanya hanya terletak pada bahasa yang digunakannya, yaitu Bahasa Jawa Indramayu atau yang biasa dikenal dengan basa dermayon yang khas dalam tuturannya, baik lakon maupun sempal guyonnya.