Tradisi Kuno yang Dulunya Wajar Tapi Kini Aneh & Mengerikan

Tradisi Kuno yang Dulunya Wajar Tapi Kini Aneh & Mengerikan

Tradisi Kuno yang Dulunya Wajar Tapi Kini Aneh & Mengerikan – Tradisi atau kebiasaan adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai perbuatan itu.

Kebiasaan yang diulang-ulang ini dilakukan secara terus menerus karena dinilai bermanfaat bagi sekelompok orang, sehingga sekelompok orang tersebut melestarikannya. Kata “Tradisi” diambil dari bahasa latin “Tradere” yang bermakna mentransmisikan dari satu tangan ke tangan lain untuk dilestarikan.

Peradaban manusia senantiasa berubah dari zaman ke zaman. Apa yang dulunya dianggap lazim dan wajar dilakukan, saat ini mungkin hal-hal tersebut justru dianggap aneh, tabu, dan bahkan mengerikan. Hal tersebut membuktikan bahwa budaya idn poker ios dalam sebuah komunitas manusia, dapat mengalami pergeseran makna dan nilai sesuai dengan peradabannya.

1. Kebiri pada kasim kerajaan
5 Tradisi Kuno yang Kini Dianggap Aneh dan Mengerikan, Apa Saja?

Jangan bandingkan kondisi kerajaan di zaman dulu dengan saat ini. Hal-hal aneh yang dulunya dianggap wajar, kini malah dianggap tabu dan tak berperikemanusiaan. Contohnya adalah syarat kebiri yang diberlakukan pada kasim kerajaan di zaman China Kuno. Dicatat dalam World History, kasim sebenarnya berawal dari budak rumah tangga dan naik pangkat menjadi pemain politik yang kuat di dalam kerajaan.

Kehidupan kasim yang melibatkan proses kebiri diungkap oleh sejarawan bernama Melissa Dale dalam bukunya berjudul Inside the World of the Eunuch. Kebiri pada kasim laki-laki digunakan sebagai syarat jika ingin mengabdi di lingkungan kerajaan. Biasanya, dengan cara ini, kasim akan loyal pada kaisar dan tentu ia tidak akan berselingkuh dengan keluarga kaisar.

2. Memumikan diri sendiri
5 Tradisi Kuno yang Kini Dianggap Aneh dan Mengerikan, Apa Saja?

Ritual memumikan diri sendiri pernah ada di masa lalu. Dilansir dalam Ancient Origin, orang yang dianggap mampu memumikan dirinya sendiri dengan sempurna adalah Sunada Tetsu (1768–1829), seorang petapa dari keyakinan Shugendo di Jepang. Dalam keyakinannya, untuk terus dapat menyelamatkan umat manusia, ia harus wafat dalam kondisi meninggalkan tubuh yang utuh dan baik.

Bagaimana cara memumifikasi diri sendiri? Banyak saksi yang menyatakan bahwa sebelum meninggal, Sunada Tetsu melakukan diet khusus. Selama 3.000 hari, ia mengurangi jumlah kalori dan menambahkan getah pinus sebagai bahan makanannya. Pada saat ia meninggal, murid-muridnya mengeringkan tubuh Sunada Tetsu dengan dupa dan api lilin. Sejauh ini, diperkirakan ada puluhan orang di Jepang yang telah memumikan diri sendiri di masa lalu.

3. Kanibalisme
5 Tradisi Kuno yang Kini Dianggap Aneh dan Mengerikan, Apa Saja?

Tentu saja kanibalisme dianggap sebagai hal yang tabu, menjijikkan, mengerikan, dan bahkan melanggar hukum di zaman modern ini. Namun, di zaman dulu, memakan daging sesama manusia adalah hal yang lazim terjadi di banyak daerah. Menurut Smithsonian Magazine, ada beberapa laporan mengenai kanibalisme yang pernah terjadi di zaman dulu, misalnya Eropa, Asia, dan Afrika.

Kanibalisme bisa terjadi di masa lalu sebagai bagian dari ritual, budaya, dan cara hidup kelompok manusia di zaman purba. Faktanya, kanibalisme di zaman modern sudah dianggap sangat tabu dan termasuk kriminalitas. Namun, mungkin bagi suku-suku dunia di pedalaman, kanibalisme masih ada sebagai bagian dari budaya leluhur mereka.

4. Seppuku
5 Tradisi Kuno yang Kini Dianggap Aneh dan Mengerikan, Apa Saja?

Seppuku secara harfiah diartikan sebagai potong atau belah perut. Dalam tradisi samurai kuno di Jepang, praktik seppuku menjadi sebuah jalan kehormatan bagi mereka yang ingin bunuh diri dengan cara merobek perutnya. Hal tersebut wajib dilakukan oleh samurai yang ingin memulihkan nama baiknya akibat kesalahan atau kegagalan yang ia perbuat.

Dalam laman History dijelaskan bahwa seppuku pertama kali dikembangkan pada abad ke-12 sebagai bentuk penebusan diri dengan cara mati terhormat. Seppuku terakhir yang paling terkenal adalah ritual yang melibatkan Yukio Mishima, seorang novelis peraih nobel yang gagal melakukan kudeta pada pemerintah. Ia melakukan seppuku pada 1970 sebagai bentuk protes dan kesedihan akibat kegagalannya dalam memimpin kudeta.

5. Eksekusi mati oleh gajah
5 Tradisi Kuno yang Kini Dianggap Aneh dan Mengerikan, Apa Saja?

Di masa lalu, beberapa praktik eksekusi mati dengan cara yang sadis dan brutal sudah menjadi sebuah pedoman untuk memerangi kejahatan. Alih-alih menekan angka kejahatan, cara-cara tersebut malah sangat ditakuti oleh rakyat dan dijadikan pembenaran bagi penguasa yang ingin menghukum siapa saja. Nah, salah satu cara brutal dalam eksekusi mati adalah Gunga Rao, dicatat dalam All Thats Interesring.

Praktik Gunga Rao lazim dilakukan di India dan Asia Tenggara pada abad pertengahan hingga akhir abad ke-19. Praktik ini dilakukan oleh gajah yang ditugaskan sebagai algojo dan menginjak terpidana mati sampai tewas. Biasanya, gajah akan menghancurkan perut dan kepala terpidana mati secara perlahan sampai tubuhnya benar-benar hancur. Praktik hukuman mati ini akhirnya dilarang pada saat Inggris menguasai India.

Tradisi secara umum dikenal sebagai suatu bentuk kebiasaan yang memiliki rangkaian peristiwa sejarah kuno. Setiap tradisi dikembangkan untuk beberapa tujuan, seperti tujuan politis atau tujuan budaya dalam beberapa masa.

Jika kebiasaan sudah diterima oleh masyarakat dan dilakukan secara berulang, maka segala tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan akan dirasakan sebagai perbuatan yang melanggar hukum.

Itu tadi beberapa praktik aneh dan mengerikan yang lazim dilakukan di masa lalu oleh sebagian kelompok manusia. Saat ini, praktik-praktik tersebut tentu dianggap tabu, aneh, dan bahkan tidak berperikemanusiaan.