Tips Doakan Orang yang Sudah Meninggal dalam Agama Katolik

Tips Doakan Orang yang Sudah Meninggal dalam Agama Katolik

Tips Doakan Orang yang Sudah Meninggal dalam Agama KatolikDoa harian umat Katolik adalah doa pribadi/bersama dalam keluarga, dengan membaca kitab suci harian secara liturgis (melihat penanggalan liturgi) dilanjutkan doa-doa permohonan dan doa-doa pokok (Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Doa Tobat, dll). Selain itu, doa tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk orang lain juga. Kita bisa mendoakan keluarga, teman, tetangga, orang asing, bahkan orang yang sudah meninggal.

Walaupun ada anggota keluarga yang sudah meninggal dan tidak terlihat lagi bersama-sama dengan kita, doa untuk mereka tidak boleh putus karena itulah wujud kasih sayang kita kepada mereka. Hal ini baiknya ditanamkan pada anak sedari kecil.

Mendoakan keluarga yang sudah meninggal dapat dilakukan sendiri atau secara pribadi tanpa ada batasan waktu. Di bawah ini, IDN Poker Terbaru akan membahas rangkaian doa yang umumnya dipanjatkan ketika ingin mendoakan keluarga yang sudah meninggal dalam agama Katolik.

1. Doa Pembukaan
1. Doa Pembukaan

Doa pembukaan menunjukkan dimulainya suatu pertemuan. Dalam hal ini, kita datang dan berbincang dengan Tuhan.

Saat kita datang menemui orang lain, tentu kita harus mengucapkan salam terlebih dahulu. Begitu pula dengan berdoa.

Masih diberi kesehatan, kesempatan untuk memperbaiki diri, bisa makan dan minum, dan sebagainya.

2. Doa Pokok
2. Doa Pokok

Setelah doa pembukaan, masuklah kita ke dalam doa pokok. Untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal, bisa dengan menyampaikan Doa Arwah berikut ini.

“Tuhan yang berkuasa atas jiwa-jiwa, pandanglah kami yang berkumpul di sini untuk memohon kedamaian bagi arwah-arwah, yang telah pergi dari sisi kami, ke tempat yang tidak terjangkau bagi kami, kecuali oleh-Mu.

Biarlah mereka tinggal dengan tenang dalam ketenteraman dan kedamaian, agar mereka bersinar dalam cahaya abadi. Angkatlah tanduknya dengan hormat bersama jiwa-jiwa yang saleh, yang duduk di tangga tahta-Mu. Tuntunlah mreka ke tengah-tengah di antara mereka yang berdiri dihadapan-Mu. Kami berdoa dalam nama-Mu, kami imani dan bersandar dengan janji-janji yang telah Engkau ucapkan kepada kami. Amin.”

Namun, jika dalam doa pokok ingin menggunakan kata-kata sendiri pun tidak jadi masalah. Yang terpenting adalah mendoakan ketenteraman dan kedamaian jiwanya serta mendoakan keluarga yang ditinggalkannya.

3. Doa Penutup
3. Doa Penutup

Pexels/Cleyder Duque

Doa penutup juga penting ada dalam rangkaian doa. Doa penutup menunjukkan bahwa apa yang ingin diperbincangkan dengan Tuhan telah disampaikan.

Doa penutup hendaknya mencakup permohonan agar iman kita dikuatkan dan penyerahan doa ke dalam kuasa Tuhan.

Kemudian, setiap doa yang benar dan katolik ditutup dengan rumusan panjang, lengkap, dan bersifat trinitaris: Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Bisa juga dengan rumusan pendek kristologis; yaitu, “Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.”

4. Salam Maria
4. Salam Maria

Dalam agama Katolik, doa umumnya diakhiri dengan Salam Maria, Doa Bapa Kami, dan Kemuliaan. Salam Maria adalah doa yang disampaikan kepada Bunda Maria, ibu Yesus, untuk memohonkan perantaraannya.

Untuk doa pribadi atau dilakukan sendiri, tidak ada aturan khusus tentang berapa kali Salam Maria harus diucapkan. Bebas ingin mengucapkannya satu kali ataupun tiga kali.

Salam Maria, penuh rahmat,

Tuhan sertamu;

terpujilah engkau di antara wanita,

dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Santa Maria, Bunda Allah,

doakanlah kami yang berdosa ini

sekarang dan waktu kami mati.

Amin.

5. Doa Bapa Kami
5. Doa Bapa Kami

Doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan oleh Yesus sebagai pedoman berdoa. Doa Bapa Kami singkat, tapi sudah mencakup semua hal yang harus disampaikan.

Itulah mengapa Doa Bapa Kami menjadi pedoman berdoa.

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni

yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Amin.

6. Doa Kemuliaan
6. Doa Kemuliaan

Yang terakhir untuk menutup doa adalah dengan mengucapkan Doa Kemuliaan. Doa Kemuliaan merupakan doksologi kecil atau madah pujian singkat kepada Tuhan dan umum diucapkan dalam doa agama Katolik.

Doa untuk keluarga yang sudah meninggal dapat diakhiri pula dengan Doa Kemuliaan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

Itulah rangkaian doa yang dapat dipanjatkan ketika secara pribadi ingin mendoakan keluarga yang sudah meninggal, atau dilakukan sendiri. Boleh saja jika ingin ditambah doa-doa lain lagi.

Walaupun raga sudah tak bersama kita, tapi kita masih bisa menunjukkan rasa sayang dengan cara mendoakannya.