Seorang Blogger China Dipenjara 8 Bulan Akibat Komentarnya

Seorang Blogger China Dipenjara 8 Bulan Akibat Komentarnya

Seorang Blogger China Dipenjara 8 Bulan Akibat Komentarnya – Blogger adalah layanan penerbitan blog yang menerima blog multi-pengguna dengan entri bertanda waktu. Ini dikembangkan oleh Pyra Labs, yang dibeli oleh Google pada tahun 2003.

Seorang blogger asal Tiongkok, Qiu Ziming, divonis 8 bulan penjara pada hari Selasa, 1 Juni 2021, waktu setempat setelah didakwa mengomentari jumlah korban tewas yang dialami pasukan tentara Tiongkok dalam bentrokan di perbatasan Himalaya.

Blog-blog tersebut diselenggarakan oleh Google dan umumnya diakses dari subdomain “blogspot.com”. Dilansir dari IDN Poker Terbaru Ia juga diperintahkan untuk meminta maaf secara terbuka di hadapan publik. Bagaimana awal ceritanya?

1. Qiu Ziming merupakan terdakwa pertama yang dihukum menyusul adanya amandemen hukum pidana
Komentari Korban Tewas, Blogger China Dipenjara 8 Bulan

Dilansir dari BBC, Qiu Ziming mendapatkan vonis hukuman penjara selama 8 bulan setelah didakwa bersalah atas komentarnya mengenai jumlah tentara Tiongkok yang tewas dalam bentrokan perbatasan Himalaya dengan pasukan India pada tahun 2020 lalu. Ia dinyatakan bersalah karena dianggap melakukan fitnah terhadap pahlawan dan martir. Dengan demikian, dia adalah orang pertama yang didakwa secara pidana berdasarkan pelanggaran tersebut menyusul amandemen hukum pidana Tiongkok.

Mereka yang didakwa berdasarkan undang-undang ini dapat dipenjara hingga maksimal 3 tahun penjara. Qiu juga diperintahkan untuk segera meminta maaf secara terbuka di hadapan publik dan muncul di televisi setempat di mana dia mengatakan sangat malu pada dirinya sendiri.

Tak hanya itu saja, akun Weibo milik Qiu juga dibekukan selama setahun ke depan atas peristiwa tersebut.

2. Sebelumnya, ia ditangkap pada akhir Februari 2021 lalu
Komentari Korban Tewas, Blogger China Dipenjara 8 Bulan

Qiu ditangkap pada akhir Februari 2021 lalu di tempat tinggalnya di Nanjing setelah menanyai akun resmi Tiongkok mengenai bentrokan di Himalaya. Dalam pesan yang disampaikan kepada 2,5 juta pengikutnya di media sosial Weibo, dia menyarankan korban jiwa akan dinaikkan lebih tinggi karena menurut akun resmi, beberapa tentara tewas ketika membantu pasukan dalam kesulitan yang dalam pandangannya akan menderita kerugian
juga.

Kepolisian Nanjing memberikan pernyataan alasan penangkapan Qiu karena memberikan informasi palsu dan mencemarkan nama baik 4 pahlawan yang tewas serta seorang yang mengalami luka-luka ketika berurusan dengan pelanggaran ilegal militer India. Tak hanya itu, tindakan Qiu tersebut dapat menimbulkan masalah yang membawa dampak sosial negatif yang parah.

3. Peristiwa bentrokan di perbatasan Tiongkok-India terjadi pada bulan Juni 2020 lalu
Komentari Korban Tewas, Blogger China Dipenjara 8 Bulan

Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Juni 2020 lalu, di mana peristiwa terseebut menyusul meningkatnya ketegangan kedua negara ini dan merupakan bentrokan mematikan pertama di daerah perbatasan yang setidaknya dalam 45 tahun terakhir ini. Tentara India awalnya mengatakan hanya 3 tentaranya yang tewas serta menambahkan bahwa kedua belah pihak juga menderita korban jiwa.

Kementerian Luar Negeri India menuding Tiongkok melanggar kesepakatan yang dicapai minggu sebelumnya untuk menghormati Garis Kontrol Aktual (LAC) di Lembah Gelwan. India menuding Tiongkok mengirim ribuan pasukan ke Lembah Gelwan di Ladakh, India, dan mengatakan Tiongkok menempati sejauh 38 ribu km persegi dari wilayahnya. Beberapa putaran pembicaraan dalam 3 dekade terakhir telah gagal menyelesaikan sengketa perbatasan.

Namun demikian, kedua negara ini memiliki perjanjian lama untuk tidak menggunakan senjata atau bahan peledak di sepanjang perbatasan. Pada bulan Januari 2021 lalu, kedua tentara juga bentrok di sepanjang perbatasan di timur laut di Negara Bagian Sikkim, India, yang menyebabkan luka-luka pada tentara kedua belah pihak. Tetapi India dan Tiongkok sejak saat itu setuju untuk melepaskan diri dari perbatasan sekarang di tengah-tengah menarik kembali pasukan dari bagian-bagiannya.