Mitos & Kepercayaan yang Diyakini Selama Masa Kehamilan

Mitos & Kepercayaan yang Diyakini Selama Masa Kehamilan

Mitos & Kepercayaan yang Diyakini Selama Masa Kehamilan – Mitos (mythos) atau mite (mythe) adalah bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta (seperti  penciptaan dunia dan keberadaan makhluk di dalamnya), serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional.

Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta dan bentuk  topografi, keadaan dunia dan para makhluk penghuninya, deskripsi tentang para makhluk mitologis, dan sebagainya. Mitos dan kepercayaan pada masa kehamilan merupakan berbagai perilaku, diet, serta pantangan atau larangan yang diyakini selama masa kehamilan berlangsung. Banyak mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat yang turut memengaruhi pola pikir dan perilaku perempuan selama mengandung.

Namun, mitos dan kepercayaan yang ada belum tentu benar seutuhnya. Yuk, langsung saja kita simak mitos dan kepercayaan pada idn poker ios masa kehamilan beserta faktanya menurut laporan “Study of Developing The Myths of Pregnancy” yang dipublikasikan dalam University Research Colloquium tahun 2015 oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta.

1. Ibu hamil harus makan dengan porsi dua kali lebih banyak
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Ibu hamil diwajibkan mengonsumsi makanan yang baik dan bergizi, tetapi bukan berarti harus makan dua kali lipat lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan dan kecukupan gizi ibu hamil berbeda pada setiap trimesternya.

Selain itu, pada masa ini juga tidak sedikit ibu hamil yang mengalami mual dan muntah alias morning sickness, sehingga tidak mungkin baginya untuk mengonsumsi makanan dua kali lipat dari biasanya.

Faktanya, menurut buku Pengantar Psikologi untuk Kebidanan yang ditulis oleh Herri Zan Pieter, S.Psi. dan Dr. Namora Lumongga Lubis, M.Sc., kehamilan merupakan keadaan adanya calon manusia yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim.

Selama periode tersebut, tentu kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Namun, bukan berarti ibu hamil harus melipatgandakan porsi makanan. Yang perlu diperhatikan adalah asupan gizinya.

2. Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Tidak dilarang, kok! Ibu hamil boleh mengonsumsi daging kambing dengan beberapa syarat, yaitu dengan porsi seimbang, adanya anjuran dari dokter, dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan kolesterol. Karena, pada kenyataannya daging kambing merupakan sumber protein, zat besi, dan vitamin B kompleks yang bermanfaat bila dikonsumsi ibu hamil.

Faktanya, daging kambing banyak mengandung purin (lemak) yang tinggi, memengaruhi metabolisme asam urat, dan bisa berbahaya bagi penderita kolesterol tinggi dan jantung. Namun, bila ibu hamil tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, daging kambing boleh dikonsumsi dalam batas porsi yang wajar dan seimbang.

3. Berhati-hati dalam meminum jamu
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Jamu merupakan minuman yang dibuat dari bahan-bahan alami yang bebas dari bahan kimia. Ibu hamil disarankan tidak meminum jamu karena dapat berpotensi mengganggu kehamilan, seperti air ketuban berwarna keruh atau bahkan kecacatan pada janin. Akan tetapi, jika ibu hamil tetap ingin meminum jamu sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter.

Masih bersumber dari buku Pengantar Psikologi untuk Kebidanan, dikatakan bahwa faktanya tidak semua jamu aman diminum ibu hamil. Karena, bahan-bahan dalam jamu sekalipun alami, tentu ada jenis tanaman tertentu yang mengandung alkohol. Jamu atau obat-obatan sebaiknya jangan dikonsumsi ibu hamil tanpa rekomendasi dokter.

4. Makanan yang dikonsumsi ibu dapat menentukan warna kulit janin
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Berkembang kepercayaan di masyarakat di mana jika ibu hamil mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, maka warna kulit bayinya akan berwarna gelap.

Namun, pada kenyataannya, berdasarkan buku Pantangan-Pantangan Ibu Hamil Hal-Hal Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil yang ditulis oleh Ayuati dan Alena Mahardika, perempuan yang sedang mengandung perlu zat besi untuk dapat memproduksi sel darah merah. Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil.

Selain itu, perlu diketahui bahwa warna kulit bayi hanya bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, bukan karena faktor makanan.

5. Dilarang makan nanas karena dapat menyebabkan keguguran
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Buah nanas mengandung enzim bromelin, yang mana enzim ini mampu menghancurkan protein dalam tubuh dan bisa menyebabkan pendarahan abnormal. Sehingga, bila ibu hamil mengonsumsi bromelin dalam bentuk tablet, maka bisa memicu keguguran. Namun, untuk menyamai kandungan bromelin dalam tablet, diperlukan sekitar 7 hingga 10 buah nanas dalam sekali makan.

Masih dari buku Pantangan-Pantangan Ibu Hamil Hal-Hal Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil, yang pasti nanas mengandung vitamin C (asam askorbat) dengan kadar tinggi, sehingga baik untuk kesehatan.

6. Jangan makan ikan supaya bayi tidak bau amis
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Kepercayaan ini tentunya salah. Bayi baru lahir yang belum dibersihkan memang sedikit berbau amis karena bau cairan ketuban, bukan karena seringnya ibu mengonsumsi ikan.

Sebaliknya, ibu hamil disarankan mengonsumsi ikan segar dan matang untuk menjaga daya tahan tubuhnya dan membantu mempercepat penyembuhan luka setelah persalinan.

7. Ibu hamil dan suaminya dilarang membunuh hewan karena dapat menimbulkan cacat pada bayi
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Cacat pada bayi umumnya disebabkan karena banyak faktor, antara lain kekurangan gizi saat ibu hamil, penyakit, keturunan, atau karena faktor lingkungan yang buruk seperti konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol, paparan radiasi dan pestisida dan makanan, di mana semuanya itu tidak ada hubungannya dengan membunuh hewan. Namun, bukan berarti ibu hamil dan suaminya boleh membunuh hewan, karena ini bertentangan dengan ajaran agama.

Mengutip buku berjudul Bidan Sebuah Pendekatan Midwifery of Knowledge yang ditulis oleh Winda Kusumandari, cacat janin disebabkan oleh kesalahan atau kekurangan gizi, penyakit, keturunan, atau pengaruh radiasi.

Sementara itu, gugurnya janin paling banyak disebabkan oleh penyakit, gerakan berlebihan yang dilakukan oleh ibu hamil, misalnya benturan, dan karena faktor psikologis, misalnya stres dan pingsan.

8. Mengucap ungkapan “amit-amit jabang bayi”
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Ungkapan ini biasanya diucapkan ibu hamil dengan harapan janin yang dikandungnya terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Namun, secara psikologis, jika perilaku ini berujung pada stres dan ketakutan yang berlebihan pada ibu hamil, hal ini dapat memengaruhi kondisi psikisnya, yang kemudian berdampak pada keadaan janin, bahkan berpotensi besar menyebabkan keguguran.

9. Ibu hamil tidak boleh memelihara kucing
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Ibu hamil disarankan tidak memelihara kucing karena bulu kucing sering dianggap dapat menularkan toksoplasmosis yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Faktanya, toksoplasmosis tidak ditularkan melalui bulu kucing, tetapi disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii yang terdapat pada kotoran kucing dan makanan yang terkontaminasi.

Ibu hamil boleh-boleh saja memelihara kucing, selama tetap menjaga kebersihan dan berhati-hati saat membersihkan kotoran kucingnya.

10. Ibu hamil berpanggul besar akan lebih mudah menjalani persalinan karena bayi bisa keluar lebih cepat
10 Mitos dan Kepercayaan seputar Kehamilan, Cek Faktanya!

Ini cuma mitos! Karena, faktanya panggul yang terlihat besar secara fisik belum tentu sesuai dengan lebar panggul sebenarnya. Ada juga perempuan yang dari luar terlihat memiliki ukuran panggul yang besar, tapi sebetulnya panggulnya kecil.

Ukuran panggul sempit paling sering ditemui pada calon ibu yang memiliki tinggi badan kurang dari 150 cm. Kondisi ini akan menyebabkan kepala janin terlambat masuk ke pintu atas panggul. Jika hingga masa terakhir kehamilan kepala bayi masih belum masuk pintu atas panggul, artinya ibu mungkin memiliki panggul yang sempit. Jika persalinan normal dipaksakan pada kondisi ini, bisa sangat membahayakan bagi ibu maupun bayi yang akan dilahirkan.

Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Klasifikasi mitos Yunani terawal oleh Euhemerus, Plato (Phaedrus), dan Sallustius dikembangkan oleh para neoplatonis dan dikaji kembali oleh para mitografer zaman Renaisans seperti dalam Theologia mythologica (1532).