Merasakan Sensasi Dari Uji Nyali di Makam Jeruk Purut

Merasakan Sensasi Dari Uji Nyali di Makam Jeruk Purut

Merasakan Sensasi Dari Uji Nyali di Makam Jeruk Purut – Uji nyali adalah berasal daripada bahasa Indonesia yg membawa maksud “menguji keberanian”. Kebiasaanya uji nyali dilakukan sewaktu penyiasatan paranormal dilakukan di sesebuah tempat utk menguji keberanian sukarelawan  mediumnisasi sekaligus mereka akan merasai sendiri kehadiran entiti paranormal atau menyaksikan sendiri penampakan entiti sesuatu tempat jika bernasib baik.

Uji Nyali Dimulai Malam itu sekitar pukul 22.00 WIB  dengan rombongan yang dipimpin oleh Reno Erdiansyah tiba lebih awal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut. Pernyataan itu tersirat dari ungkapan Babeh O’ok, penjaga makam Jeruk Purut, kepada tiga rekan lainnya. Reno dan kawan-kawan segera merapat ke sumber suara dan senter yang sudah diarahkan oleh Babeh. “Tumben lu gini hari udah dateng, biasanya agak maleman lu pada,” ujar Babeh kepada empat orang yang baru saja tiba.

Dan Maksud kedatangan mereka bukan untuk berziarah, melainkan merasakan keseruan Login IDNPlay berada di tengah  makhluk halus penghuni Jeruk Purut. Kala itu, bulan pada malam Sabtu, bulan tampak bersinar terang. Bintang di sekitarnya pun seolah tak mau kalah. Angin sepoi menyisir pohon dan rerumputan makam.

1. Aturan sebelum beruji nyali
Merasakan Uji Nyali di Makam Jeruk Purut, Melihat Penampakan Genderuwo hingga Sosok Habib

Sembari Babeh mengawasi mereka dari kejauhan, Babeh membeberkan syarat bagi mereka yang ingin uji nyali di makam yang terkenal oleh hantu pastor tanpa kepalanya. “Pertama, jangan bengong. Kalau bengong gampang kesambetnya. Kedua, jangan nantang. Jangan sok-sokan pengen ngeliat, mana nih setannya. Jangan begitu. Terus jangan takut banget. Was-was mah wajar ye, tapi jangan takut banget. Anggep aja ini taman,” kata pria yang telah menjaga TPU ini sejak 1990.

Kemudian, bagi setiap wanita, Babeh menekankan agar tidak mencoba uji nyali saat sedang haid. “Kalau ada cewek uji nyali ke mari, boongin Babeh bilangnya gak haid. Babeh bilang, lu bisa bohongin babeh, tapi yang di pohon gak bisa. Badan lu bau amis,” ceritanya. Tak lama setelah Babeh mengatakan itu, dia mengatakan bahwa sang perempuan itu seketika langsung pingsan.

Imbauan berikutnya adalah pasangan yang tengah beruji nyali dilarang mengumbar kemesraan berlebihan di makam tersebut. “Ada aje yang bawa pacarnya. Kagak ngape-ngape sih, tapi jangan berlebihan mesranya. Biasanya kan gelap-gelap tangannya suka belanja,” imbau dia.

Selanjutnya, pria yang kala itu menggunakan jaket hitam berlogo Barcelona ini mengatakan agar tidak berbohong kepada mereka yang ingin uji nyali ke sini. berbohong dalam artian ketika ditanya oleh orang tua alasan keluar rumah, mereka harus menjawab dengan jujur kalau mereka ingin ke Jeruk Purut.

Tatkala Babeh sudah meninggalkan mereka yang uji nyali di tengah kuburan, dia selalu berpesan untuk tidak panik saat diganggu oleh makhluk halus. “Kalau udah liat jangan panik. Jangan langsung lari gak keruan, nanti kesandung kepala kena batu nisan bisa bahaya. Mending zikir baca-baca, nanti ilang sendiri,” tutur Babeh O’ok.

2. Cerita Reno dan kawan-kawan di sumur angker
Merasakan Uji Nyali di Makam Jeruk Purut, Melihat Penampakan Genderuwo hingga Sosok Habib

Sekitar 60 menit berlalu. Suara jangkrik semakin nyaring bersenandung. Dinginnya embusan angin juga semakin terasa di sekujur rusuk. Jeruk Purut memiliki empat tempat yang dianggap menyeramkan. Pertama, pohon kembar yang dihuni oleh sepasang kuntilanak. Kedua, sumur yang konon memiliki mustika ular. Ketiga, pohon benda yang dipercaya menjadi sarangnya makhluk halus. Dan keempat adalah makam keramat Habib Salim.

Dari sekian tempat itu, Reno dan kawan-kawan hanya mampu berada di dua tempat, yaitu di pohon kembar dan sumur angker. Bagi Reno, uji keberanian di Jeruk Purut bukanlah hal baru. Pria berusia 20 tahun ini telah mengenal Jeruk Purut sudah lebih dari satu tahun. “Wah kalau ke sini udah dari tahun lalu sih bang, udah puluhan kali (uji nyali) di sini. Udah ngalamin banyak hal juga,” kata dia usai menyelesaikan tantangan dari Babeh.

Sepanjang berada di Sumur, Reno bercerita kalau dirinya sempat melihat anak gonderuwo atau biasa disebut tebo. “Tadi ngeliat tuh kayak tuyul. Pas tanya ke Babeh, itu tebo katanya, anaknya genderuwo. Lari gitu cepet. Dulu pas pertama kali ke sini, sama, dikagetin sama tebo juga. Cuma dulu ada temen yang mau ngejar. Tapi diingetin sama Babeh, jangan ditangkep. Nanti bapaknya bisa marah,” cerita dia dengan sedikit mengingat masa saat pertama kali ia mengunjungi Jeruk Purut.

Selain Tebo, Diki juga melihat penampakan lain. Di nisan sekitar makam, lelaki 21 tahun ini mengaku melihat tangan kecil hitam yang mengusap batu nisan. Pernyataan Diki juga diperkuat dengan pernyataan Ardiansyah yang kala itu menjalani uji nyali bersama.

“Tadi ada tangan, ngelap-ngelap batu nisan gitu. Awalnya pelan, sampe tiga kali diliatin terus, kok malah tambah cepet. Kayak nantang. Ya akhirnya panik juga kita,” paparnya.

3. Melihat nenek bermata merah dan tali pocong di pohon benda
Merasakan Uji Nyali di Makam Jeruk Purut, Melihat Penampakan Genderuwo hingga Sosok Habib

Setelah panik, Reno beserta tiga rekannya memutuskan untuk menemui Babeh. Rasa penasaran mereka seolah mengalahkan rasa takutnya. Meski ingin ditemani Babeh, mereka masih ingin mendekati pohon benda, pohon yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya segala jenis makhluk halus di Jeruk Purut.

Beberapa waktu silam, Reno pernah mengajak temannya untuk adu nyali di pohon benda. Tidak seperti yang dibayangkan, ternyata penampakan makhluk halus di pohon itu berhasil membuat temannya takut hingga menangis.

“Di pohon benda bang, dulu saya pernah ajak teman saya. Terus dia tiba-tiba nangis. Katanya dia ngeliat nenek-nenek mata merah. Wah dia langsung gak mau masuk lagi. Saya juga beberapa kali liat nenek itu. Wah itu sih yang paling serem bang,” sambung pemuda yang tinggal di Pondok Labu itu.

Setelah berpindah tempat, barulah Reno bercerita kepada Babeh kalau dirinya sempat melihat tali pocong di sekitar pohon benda. Bahkan, dari kejauhan sekalipun, Reno mengaku masih melihat tali pocong itu dengan jelas.

“Tadi lu di deket sumur digangguin ye. Pokoknya kalau udah sekali digangguin, udeh digangguin terus deh lu,” kata Babeh saat mendengar penjelasan dari Reno.

4. Pernah melihat sosok habib berbaju putih
Merasakan Uji Nyali di Makam Jeruk Purut, Melihat Penampakan Genderuwo hingga Sosok Habib

Posisi makam keramat tidak terlalu jauh dari kuburan yang dipercaya menjadi tempat pastor tanpa kepala disemayamkan. Satu waktu, Reno pernah menguji keberaniannya di sekitar lokasi kuburan pastor. Alih-alih melihat sang pastor yang telah melegenda, dirinya justru melihat sosok pria berpakaian serba putih.

“Saya pernah bang lihat orang bajunya serba putih. Masuk ke makam keramat itu. Saya heran, kok dia bisa masuk padahal pintunya dikunci. Belom lagi dia gak keluar-keluar selama dua jam. Pas cerita ke Babeh, katanya itu Habib Salim, almarhum di makam kramat,” tandasnya.

5. Kami juga ikut merasakan uji nyali
Merasakan Uji Nyali di Makam Jeruk Purut, Melihat Penampakan Genderuwo hingga Sosok Habib
Malam semakin larut. Sekitar pukul 22.30 wib, kami bersama tujuh orang lainnya memberanikan diri untuk jajal keberanian. Lokasi pertama yang didatangi adalah sumur keramat. Bersama tujuh orang lainnya, tidak begitu ada gangguan yang berarti.

Ada dua orang yang mengaku melihat sosok hitam merangkak di tembok. Entah apa itu, tidak ada satupun di antara mereka yang mampu mendeskripsikannya. Sedangkan, kami hanya melihat adanya sosok bayangan putih yang terlintas cepat. Ketika ditanya ke Babeh, dia menjawab “Ya itu dia emang lewat doang berarti.”

Selang 20 menit, Babeh mengarahkan ke pohon benda. Salah satu dari delapan orang yang berada di sana mengaku tungkuk lehernya merasa berat. Dia seolah merasakan ada hal yang menggantung di lehernya.

Waktu terus berlalu, hingga jarum jam menunjukkan pukul 00.20 wib. Tanpa menunggu Babeh, kami berinisatif untuk meninggalkan tempat itu. Pasalnya, satu di antara kami ada yang sudah mulai batuk-batuk dan tampak ingin muntah.

Di tempat yang sama, kami mulai merasakan pandangan yang kabur saat melihat Pohon Benda. Sesekali pandangan itu kembali saat menoleh ke arah lain, namun rabun kembali saat melihat ke arah pohon. Tidak hanya itu, beberapa kali kami mencium aroma bunga melati yang sangat santer, beberapa kali tidak. Saat dikira itu adalah hal yang wajar, ternyata sebagian di antara kami tidak mencium aroma tersebut.

Kemudian, entah bagaimana di tengah cuaca yang sejuk malam itu, apa yang dirasakan oleh kami justru sebaliknya. Badan terasa panas. Ironisnya, hal itu tidak dirasakan oleh anggota lainnya. Sempat bertanya kepada Babeh saat ditemui, dia menjawab kalau itu adalah pertanda bahwa makhluk halus sudah mulai mengganggu.

Kembali kepada Reno dan kawan-kawan, meski telah berpuluh kali mengunjungi Jeruk Purut, dia mengaku tidak bosan untuk uji mental di sana. “Kalau ketemu atau diganggu mah ya masih panik, masih takut. Tapi ke sini buat seru-seruan, selingan. Gak setiap bulan juga, tapi kalau lagi pengen, kayak gini aja, sebulan udah dua kali,” ceritanya.

Uji nyali sebenarnya amat merbahaya dan berisiko tinggi utk seseorang mengalami kerasukan. Justeru itu keberanian tidaklah harus sekadar keberanian sahaja, ia perlu disertakan pendinding dan ayat2 al Quran dari seseorang yg menjalankan aktiviti tersebut. Kebiasaanya seseorang sukarelawan dipagar dirinya oleh ketua @ ahli kumpulan penyiasat paranormal terbabit.