Mari Mengenal Suku Moken yang Dipercaya Memiliki Kelebihan

Mari Mengenal Suku Moken yang Dipercaya Memiliki Kelebihan

Mari Mengenal Suku Moken yang Dipercaya Memiliki Kelebihan – Moken  adalah nama suku yang ada di Asia Tenggara yang kehidupannya sebagian besar sebagai penggembara di lautan. Suku ini Kebanyakan berada di sekitar Laut Andaman di Myanmar, pantai barat Thailand.

Moken berkeliaran di laut dalam perahu-perahu kecil dari lahir sampai mati, hidup sederhana dari kekayaannya, orang-orang Asia Tenggara tampak sebagai mitos sebagai putri duyung. Kelompok-kelompok etnis yang dikenal sebagai “Gipsi Laut” masih ditemukan dari Filipina ke Kalimantan ke Thailand ke Burma.

Dunia ini begitu luas dengan beraneka ragam etnis dan suku di dalamnya. Dari semua suku yang ada di dunia, tahukah kamu bahwa ada suku yang tinggal di lautan dan bisa disebut sebagai manusia laut? Mereka berada di Lautan Pasifik dan menarik untuk dikenal, karena memiliki kelebihan dari manusia biasa.

1. Suku penghuni Lautan Pasifik tersebut adalah suku Moken
Suku Moken: Penghuni Kepulauan Pasifik yang Menakjubkan

Moken adalah suku yang nomaden alias berpindah-pindah. Mereka adalah orang Asia Tenggara yang berjumlah antara 1.000 sampai 3.000 jiwa dan memiliki bahasa serta budaya yang unik.

2. Tempat tinggal Moken adalah di perahu-perahu kecil
Suku Moken: Penghuni Kepulauan Pasifik yang Menakjubkan

Moken tinggal di perahu-perahu kecil yang mereka fungsikan sebagai dapur, kamar tidur dan fasilitas utama untuk transportasi. Hanya pada saat monsoon, mereka akan membuat gubuk dan tinggal di darat.

3. Fenomena Monsoon secara rutin terjadi dan bisa membahayakan
Suku Moken: Penghuni Kepulauan Pasifik yang Menakjubkan

Monsoon adalah fenomena perubahan iklim secara ekstrem yang terjadi akibat perubahan tekanan ekstrem secara drastis di kawasan daratan India dan Lautan Hindia. Perubahan tekanan udara ini akan menyebabkan terjadinya angin sangat kencang (jet stream effect) dari lautan lepas menuju daratan India.

4. Makanan sehari-hari Moken merupakan hasil laut yang mudah ditangkap
Suku Moken: Penghuni Kepulauan Pasifik yang Menakjubkan

Moken berburu ikan, moluska dan cacing laut sebagai makanan mereka dengan menggunakan jala dan tombak. Mereka akan barter kerang, siput laut ataupun keong dengan orang China atau Asia Tenggara yang mereka temukan.

5. Moken dikenal gak berbahaya dan mereka justru “malu” dengan kehadiran orang di luar suku mereka
Suku Moken: Penghuni Kepulauan Pasifik yang Menakjubkan

Mereka seringkali dijuluki oleh penduduk luar etnis mereka sebagai “gipsi laut” dan diketahui langsung kabur menyebar jika terlihat oleh orang yang benar-benar asing.

6. Aktivitas Moken sempat terekam oleh kamera dan rekaman tersebut menunjukkan sistem biomekanik mereka yang luar biasa

Hal paling unik dari orang Moken adalah mereka memiliki tubuh yang telah beradaptasi sepenuhnya dengan kehidupan lautan. Mereka telah bisa melakukan pembesaran pupil di dalam intensitas cahaya yang rendah.

Kelebihan ini memberikan mereka penglihatan yang jelas di kedalaman air. Kemampuan ini diketahui telah muncul pada usia sangat belia/anak-anak. Kamera infra merah menangkap biomekanik menakjubkan pada aktivitas mereka.

Suku Moken: Penghuni Kepulauan Pasifik yang Menakjubkan

Mungkin ada kalanya jika melewati Lautan Pasifik kamu akan bertemu mereka. Jangan khawatir, mereka bukan suku yang bar-bar atau suka menyerang orang asing. Hanya saja mereka cukup tertutup dari dunia luar.

Selama tiga abad yang lalu sebuah suku orang meninggalkan kekacauan politik di Indonesia dan mengadopsi kehidupan laut terikat. Mereka perlahan-lahan bergerak ke utara ke kedua Teluk Thailand dan juga ke pantai Andaman. Mereka ditemukan di Thailand dan Myanmar. Mereka adalah orang-orang nomaden setengah yang menyebut diri Moken tersebut.

Di Thailand mereka juga disebut sebagai chao le yang berarti orang laut. Mereka telah mengalami diskriminasi dan kesulitan di tangan pemerintah, namun Tsunami Samudera Hindia tahun 2004 menunjukkan bahwa orang Moken memiliki pengetahuan kuno yang tidak boleh hilang.

Orang-orang Moken adalah dari etnis Austronesia . Mereka berbicara dengan dialek bahasa Indonesia dan mempertahankan budaya mereka sendiri dan keyakinan agama. Ada sekitar 3.000 orang Moken. Secara tradisional orang-orang menghabiskan waktu memancing mereka sementara para wanita tinggal di desa dasar di pantai.

Mereka suplemen diet ikan mereka dengan sejumlah kecil pertanian. Seperti halnya dengan globalisasi Moken telah dipaksa untuk memiliki kontak yang cukup dengan dunia luar. Ini telah membeli manfaat ekonomi tetapi juga ‘polusi’ budaya tradisional mereka.