Mahasiswa UGM Bentuk Tim Melakukan Penelitian Seputar Santet

Mahasiswa UGM Bentuk Tim Melakukan Penelitian Seputar Santet

Mahasiswa UGM Bentuk Tim Melakukan Penelitian Seputar Santet – Santet adalah upaya seseorang untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu hitam. Biasanya santet sering dilakukan orang yang mempunyai dendam karena sakit hati kepada orang lain.

Santet dapat dilakukan sendiri maupun dengan bantuan seorang dukun. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim PKM-RSH UGM (Riset Sosial Humaniora) melakukan penelitian tentang santet.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan dari fenomena beragamnya persepsi masyarakat mengenai santet. Untuk itu, Tim PKM-RSH UGM coba mengangkat kembali konsep nilai positif santet yang sudah mengalami pergeseran dan marginalisasi di era modern sekarang ini.

1. Mayoritas persepsi menilai santet sebagai suatu hal yang negatif
Mahasiswa UGM Teliti Dampak Positif Santet, Ini Hasilnya

Mahasiswi Arkeologi ini mengungkapkan, minimnya pengetahuan berbukti valid tersebut bermuara pada terbentuknya beragam persepsi masyarakat.

“Mayoritas persepsi tersebut menilai santet sebagai suatu hal yang negatif dan sudah selayaknya ditinggalkan. Persepsi tanpa dasar semacam ini kerap melahirkan reaksi tanpa argumen dan hanya berdasar sentimen belaka,” terang Izza.

2. Santet dalam ruang nalar orang Jawa memuat dua paradigma nilai

NU Dukung Pasal Santet di RUU KUHP

Selanjutnya, berdasarkan hasil wawancara dengan Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) masyarakat Jawa, khususnya Banyuwangi, terungkap sifat dari santet adalah membuat sesuatu menjadi rekat sekalian (mesisan kanthet) atau justru sebaliknya yaitu membuat sesuatu menjadi retak atau pecah sekalian (mesisan benthet).

“Oleh karena itu, santet dalam ruang nalar orang Jawa pada waktu itu memuat dua paradigma nilai yakni nilai positif atau kebaikan yang tergambarkan melalui piranti-piranti dan konsep yang membingkai santet menjadi positif serta paradigma nilai santet yang negatif akibat penyalahgunaan santet tersebut,” imbuh Izza.

3. Nilai positif santet secara nyata digunakan orang Madura
Mahasiswa UGM Teliti Dampak Positif Santet, Ini Hasilnya

Nilai positif santet secara nyata menurut Izza dan tim, dibuktikan dalam penggunaanya dalam aktivitas keseharian masyarakat Madura untuk menangkap ikan, memanggil hujan, menyembuhkan sakit, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk praktik tersebut merupakan bentuk santet yang bermanfaat bagi pelaku dan lingkungan di sekitarnya tanpa merusak dan melukai siapapun.
Nilai positif santet ini hidup karena adanya piranti santet yang positif (mantra, dukun dan perlengkapan sajian).

“Seperti tersebut di atas bahwa santet memiliki konsep nilai positif dan negatif. Akibat perlakuan yang tidak sebagaimana mestinya santet menjadi disalahgunakan,” ucap Izza.

4. Santet dipandang sebagai kekayaan intelektual bangsa
Mahasiswa UGM Teliti Dampak Positif Santet, Ini Hasilnya

Rekontekstualisasi nilai-nilai santet perlu dilakukan dengan tujuan menyelaraskan konsep santet dulu dengan sekarang serta membebaskan santet dalam ruang nalar yang salah akibat marginalisasi dan politisasi ideologi yang berkepentingan.

“Patut kiranya santet dipandang sebagai kekayaan intelektual bangsa yang perlu kita pahami dengan arif dan bijaksana sehingga tidak ada lagi marginalisasi antar budaya,” papar Izza.

Mendengar istilah santet, masyarakat pasti langsung menggambarkan santet bagian dari ilmu hitam. Bahkan, ada anggapan santet sebagai pilihan mudah untuk mencelakai orang yang tidak disukai atau misalnya membuat orang lain suka pada seseorang.

Ternyata, santet tidak seseram itu. Tidak juga seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron. Santet ada juga yang asalnya dari ilmu putih atau bertujuan positif. Fakta ini, digali 5 mahasiswa yang tergabung di Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) UGM yang terdiri dari Izza (Arkeologi 2019), Derry (Bahasa dan Sastra Indonesia 2019), Ana (Arkeologi 2019), Syibly (Psikologi 2018), dan Fadli (Sastra Jawa 2018).

Mereka melakukan penelitian terkait bagaimana santet dipahami di masyarakat dan bagaimana pemahaman tersebut berubah dari sesuatu yang memiliki nilai positif menuju hal yang sepenuhnya negatif.