Lima Festival Orang Mati yang Terkenal dari Penjuru Dunia

Lima Festival Orang Mati yang Terkenal dari Penjuru Dunia

Lima Festival Orang Mati yang Terkenal dari Penjuru Dunia – Festival (dari bahasa Latin: festival, yang berasal dari kata dasar “festa” yang berarti pesta) umumnya berarti pesta besar atau acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Bukan hanya merayakan kehidupan, beberapa festival dari seluruh penjuru dunia pun ada yang diadakan untuk mengenang mereka yang telah wafat sebelum kita. Terlihat menyeramkan, perayaan sebenarnya terkesan khusyuk dan penuh sukacita.

Pada 2 November 2020, Meksiko merayakan Dia de los Muertos untuk mengenang mereka yang telah meninggal. Kepercayaan tradisional Mesoamerika khas Meksiko tersebut kemudian bercampur dengan kentalnya ritual keagamaan Katolik.

Tentu saja, beda negara, beda juga perayaan yang dirayakan. Namun, esensinya tetap sama, yaitu berkumpul bersama sanak saudara lain, mengingat mereka yang kita sayang, dan menghidupkan kembali kebiasaan kuno. Oleh karena itu, inilah 5 festival orang mati yang terkenal dari penjuru dunia.

1. Zhongyuan Jie/Ulambana
Syahdu, 6 Hari Raya Mengenang Arwah Paling Populer di Dunia

Jatuh pada malam ke-15, bulan ke-7 penanggalan Imlek yang dikenal juga sebagai “Bulan Hantu”, Zhongyuan Jie (Festival Arwah yang Lapar) atau Ulambana adalah hari raya orang mati dari daratan Tiongkok yang kental dengan agama Buddha. Pada “Bulan Hantu”, konon katanya, gerbang alam baka terbuka dan arwah-arwah berkeliaran di Bumi.

Selain itu, terdapat kebiasaan menebar beras atau bahan makanan lain, sebagai persembahan. Sebagai penutup, lilin dan lentera dinyalakan untuk menuntun para arwah pulang.

2. Obon
Syahdu, 6 Hari Raya Mengenang Arwah Paling Populer di Dunia

Sama seperti Zhongyuan Jie, festival Obon di Jepang juga dirayakan pada malam ke-15 di bulan ke-7 penanggalan Imlek. Asal-usulnya pun sama-sama dari akar agama Buddha! Bagi mereka, saat itu, gerbang alam baka terbuka dan arwah-arwah bebas berkeliaran di Bumi, sehingga persembahan dan pertunjukan pun dilangsungkan agar tidak diganggu.

Selain itu, di festival ini pun juga umum melihat pertunjukan tarian Obon. Kemudian, di perayaan Mitama Matsuri pada puncak hari Obon, mereka menyalakan lentera dan lilin untuk membimbing para arwah kembali ke tempat asalnya.

3. Chuseok
Syahdu, 6 Hari Raya Mengenang Arwah Paling Populer di Dunia

Sebelum terpecah dua, baik Korea Utara dan Selatan sama-sama merayakan Chuseok atau Hangawi pada malam ke-14, bulan ke-8 penanggalan Imlek. Oleh karena itu, Chuseok memiliki arti “Malam Musim Semi” dan juga digelar untuk merayakan musim panen. Terdapat tiga jenis ritual yang lumrah dilakukan saat Chuseok:

  • Charye: Memberikan persembahan untuk arwah.
  • Seongmyo: Ziarah ke makam leluhur atau anggota keluarga yang telah meninggal.
  • Beolcho: Membersihkan makam.

Untuk charye, biasanya persembahan adalah daging, nasi, buah, dan minuman yang disukai oleh kerabat selama hidupnya dulu. Selain itu, nisan yang bertuliskan nama sang arwah ditempatkan sebagai tanda kehadiran mereka. Charye biasanya dilakukan bersamaan dengan jesa, ritual untuk memperingati hari kematian mereka yang disayang.

4. All Souls’ Day/Hari Arwah
Syahdu, 6 Hari Raya Mengenang Arwah Paling Populer di Dunia

Sering dipukul rata dengan hari raya Halloween, festival mengenang arwah yang berakar dari kepercayaan Katolik tradisional, All Souls’ Day atau Hari Arwah, mengenang arwah mereka yang telah meninggal, dari yang beriman hingga yang masuk ke Api Pencucian karena dosa-dosa mereka.

Berpakaian ungu atau hitam, biasanya Hari Arwah diperingati umat Katolik dan Kristen (Lutheran, Metodis, dan Anglikan) dengan mengunjungi makam mereka dan mendoakannya agar dapat beristirahat dengan tenang. Di beberapa perayaan, kue arwah (soul cake) diberikan pada anak-anak atau kaum papah agar dapat ikut mendoakan arwah-arwah tersebut.

5. Khamis al-Asrar/Kamis Putih
Syahdu, 6 Hari Raya Mengenang Arwah Paling Populer di Dunia

Di Timur Tengah, kaum Muslim dan Nasrani sama-sama merayakan hari orang mati pada hari Kamis, yaitu Khamis al-Asrar dan Kamis Putih. Perayaan hari raya arwah pada Kamis ini konon katanya berasal dari inisiatif pemimpin Dinasti Ayyubiyah pada abad ke-12, Salahuddin, untuk mempersatukan kaum Muslim dan Nasrani di daerah Syam/Levant.

Meskipun sama-sama mengenang hari kematian, namun esensi yang dirayakan benar-benar berbeda! Sementara Kamis Putih dirayakan pada malam hari di hari Kamis untuk memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus sebelum disalibkan, Khamis al-Asrar dirayakan pada pagi hari dengan mengunjungi kuburan saat fajar dan membagikan makanan kepada kaum duafa dan anak-anak.

6. Pitru Paksha
Syahdu, 6 Hari Raya Mengenang Arwah Paling Populer di Dunia

Dirayakan selama 16 hari kalender bulan selama bulan Bhadrapada (September) atau Aswin (September/Oktober), Pitru Paksha adalah hari raya arwah yang dirayakan oleh pemeluk agama Hindu untuk mengenang arwah-arwah, dari yang wafat secara mendadak atau tragis, yang terdekat, hingga yang baru meninggal.

Menurut kepercayaan Hindu, Pitru Paksha terjadi saat Surya (matahari) memasuki rasi bintang Kanya (Virgo). Gerbang Pitriloka (alam baka) akan terbuka dan arwah-arwah tinggal di kediamannya saat masih hidup selama sebulan hingga Surya masuk ke rasi bintang Vrischika (Scorpio) dan bertepatan dengan bulan purnama.