Kamu Perhatikan hal ini Sebelum Terikat Hubungan Beda Agama

Kamu Perhatikan hal ini Sebelum Terikat Hubungan Beda Agama

Kamu Perhatikan hal ini Sebelum Terikat Hubungan Beda Agama – Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Cinta memang tidak mengenal batas. Abstrak, susah untuk didefinisikan. Tidak peduli dari mana asalnya, bagaimana prosesnya, tahu-tahu hati telah terpikat. Rupa tidak jadi persoalan, harta bisa diusahakan, perbedaan bukanlah halangan. Jatuh cinta adalah hak setiap insan. Tidak heran, hubungan lintas agama kerap terjadi.

PDKT adalah sebuah tahap awalan ketika sebelum memulai suatu hubungan dengan seseorang. Mungkinkah kalian sedang mengalaminya? Jatuh cinta kepada seseorang yang berbeda keyakinan? Dilansir dari Bandar Togel Deposit Pulsa Berniat untuk melakukan PDKT? Sebelum kalian melangkah terlalu jauh, ada baiknya perhatikan lima poin berikut ini.

1. Alasan mau menjalin hubungan

Benar, pertemuan adalah sebagian dari rangkaian takdir. Secara misterius, kalian dipertemukan, lalu perlahan jatuh cinta. Namun, menyukai seseorang yang berbeda keyakinan tidak pernah menjadi sederhana.

Banyak rintangan menanti. Paling tidak, prinsip hidup kalian mungkin bertentangan. Butuh alasan setangguh karang untuk melewati seluruh rintangan yang ada.

2. Persepsi tentang makna toleransi

Pengertian toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain.

Toleransi, satu kata beribu makna. Nilai-nilai yang kalian pegang, prinsip hidup, kebiasaan, dll. Terlalu banyak perbedaan. Butuh kesamaan persepsi untuk menemukan solusi.

Apakah kalian siap melewati semua itu? Menyamakan persepsi demi mencapai kebahagiaan bersama?

Bagaimana kalian mengatasi masalah yang mungkin muncul di kemudian hari? Aturan siapa yang harus dipakai? Pedoman mana yang dapat dijadikan rujukan?

3. Prioritas tertinggi dalam hidup

Prioritas adalah sebuah istilah dimana seseorang atau sesuatu dianggap dan diperlakukan penting dibandingkan lainnya.

Sudah menemukan alasan kuat untuk tetap bersama? Tuntas dengan perkara toleransi? Jangan tenang dulu, masih ada persoalan lain.

Apa yang menjadi prioritas tertinggi kalian? Materi kah? Cinta kah? Atau jangan-jangan, agama?

Terlepas bagaimana akhir kisah kalian, apakah salah satunya pindah agama atau setia terhadap perbedaan, urusan prioritas bukan main-main. Tentukan sejak awal!

Jangan membuang waktu pada hubungan yang tidak jelas pangkalnya. Jika prioritas kalian berseberangan, segera akhiri. Suka atau tidak, tinggal menunggu waktu untuk menyambut sebuah perpisahan.

4. Visi dalam hubungan

Mau dibawa ke mana? Tetap dengan perbedaan hingga memasuki jenjang serius? Hanya untuk main-main? Diam di tempat? Terombang-ambing tanpa kepastian?

Apabila kelak berhasil menikah, bagaimana pula kehidupan rumah tangga kalian? Bagaimana menghadapi lingkungan? Anak kalian akan dididik dengan cara seperti apa? Mana yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan?

Ibarat kata, hubungan adalah kapal, sedangkan visi sebagai sistem navigasi. Betapa kacaunya bila penumpang kapal punya sistem navigasi yang berbeda.

5. Konsekuensi yang niscaya ada

Hidup ini terikat oleh kaidah kausalitas, sebab-akibat. Setiap pilihan yang diambil menanggung beban tertentu. Hasil berkorelasi dengan proses.

Memang semua jenis romansa punya konsekuensi sendiri. Bukan hanya kalian yang menanggung situasi tersebut. Namun diakui atau tidak, cinta beda agama punya level kesulitan lebih tinggi.

Kasus demikian masih menjadi hal tabu, khususnya di Indonesia.

Siapkah kalian menanggung segala beban? Menghadapi orang tua, pertanyaan tetangga, dan mungkin cibiran tidak berkesudahan. Belum lagi, bila ditinjau dari sisi religius. Sungguh, butuh upaya dan pengorbanan yang sangat, sangat besar.

Percayalah, ada miliaran spesies manusia di muka bumi. Dari ujung Barat sampai ujung Timur. Yakin mau berjuang sedemikian keras hanya untuk satu orang?

Pada akhirnya, keputusan kembali kepada setiap individu. Apa pun itu, pastikan kalian siap, oke?