Inilah Pulau Karimunjawa yang dikenal sebagai pulau hantu

Inilah Pulau Karimunjawa yang dikenal sebagai pulau hantu

Inilah Pulau Karimunjawa yang dikenal sebagai pulau hantu – Karimunjawa  adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare,  Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurut legenda lokal, Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Nyamplungan. Kala itu, Sunan Muria memerintahkan Amir Hasan ke sebuah pulau yang terlihat kremun-kremun (kabur) dari puncak Gunung Muria untuk mengembangkan ilmu agamanya. Karena terlihat kremun-kremun, akhirnya pulaunya dinamai “Karimunjawa” hingga kini.

Pulau Karimunjawa, di Cilacap, Jawa Tengah, sejak lama dikenal sebagai pulau hantu. Penyebabnya, karena tempat ini diketahui sebagai Situs Togel Deposit Pulsa 10rb lokasi eksekusi tembak mati para napi kelas kakap. Tidak hanya Karimunjawa, ada lagi satu pulau di sebelah barat Nusakambangan, Cilacap, yang tak kalah horornya. Pulau itu dipenuhi bebatuan karang seluas 73 meter persegi, dan menyimpan nuansa mistis yang amat kental.

1. Pulau Majeti dikelilingi ombak ganas dan bebatuan karang
Pulau Majeti, Lokasi Istana Nyi Roro Kidul dan Bunga Mistis Raja Jawa

Petugas ini masih terbayang saat ikut mengarungi lautan agar bisa sampai ke Pulau Majeti. Deburan ombak yang sangat ganas, dan gelombang Laut Samudera Hindia yang sangat tinggi, menjadi benteng alam yang susah ditembus. Keadaan tersebut bahkan sempat membuat hatinya diliputi rasa takut.

Apalagi ia bersama petugas BKSDA saat pergi ke Pulau Majeti itu untuk melihat langsung sesuatu yang ada, hanya menggunakan sebuah perahu motor dengan fasilitas keamanan seadanya. “Itu bentuk pulaunya kalau pas air laut surut, ada daratan yang mengelilinginya. Tapi kalau pas air pasang, yang kelihatan cuma bebatuan karang,” tambahnya.

“Karena luasnya 73 meter persegi dan bentuknya sebagian besar berupa karang, maka pulau itu sama sekali gak ada penghuninya. Yang ada di sana cuma pepohonan Wijayakusuma,” kata petugas itu.

2. Sejauh mata memandang hanya ada pohon Wijayakusuma
Pulau Majeti, Lokasi Istana Nyi Roro Kidul dan Bunga Mistis Raja Jawa

Menurutnya, pohon Wijayakusuma selama ini jadi tanaman yang mampu tumbuh subur di Pulau Majeti.

Setibanya di pulau itu, sejauh mata memandang hanya ada beberapa pohon Wijayakusuma dengan ketinggian bervariasi. “Kecil-kecilan pohonnya, dan memang bunganya belum mekar. Tapi disitulah habitat asli bunga Wijayakusuma.

Kita lega bisa sampai ke sana karena bisa melihat langsung perkembangbiakan kembang yang konon sangat digemari sama raja-raja keraton di Jawa,” terangnya.

3. Pulau Majeti merupakan cagar alam Wijayakusuma sejak zaman kolonial
Pulau Majeti, Lokasi Istana Nyi Roro Kidul dan Bunga Mistis Raja Jawa

Kepala BKSDA Jateng Darmanto pun membenarkan adanya kegiatan ekspedisi yang dilakukan anak buahnya ke Pulau Majeti. Menurutnya, Pulau Majeti telah teridentifikasi sebagai cagar alam Wijayakusuma.

Dalam catatan yang dikumpulkan BKSDA, Pulau Majeti sudah ditemukan sejak zaman Pemerintahan kolonial Hindia Belanda.  “Pulaunya sudah ditetapkan sebagai cagar alam oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan diterbitkannya surat keputusan (SK) Nomor 26 tertanggal 24 Juli 1923. Suratnya diteken langsung sama Gubernur Hindia Belanda yang menguasai Pulau Jawa pada waktu itu,” ujar Darmanto.

Dengan adanya SK Gubernur Hindia Belanda, Pulau Majeti jadi cagar alam bersama Kepulauan Nusakambangan Timur dan Karang Bolong. Kemudian setelah Indonesia merdeka, status cagar alamnya masing-masing dipisah.

4. Petugas BKSDA ambil 125 stek tanaman Wijayakusuma untuk dibudidayakan
Pulau Majeti, Lokasi Istana Nyi Roro Kidul dan Bunga Mistis Raja Jawa

Secara topografis, ia mengatakan, Pulau Majeti terletak tepat di samping Pulau Nusakambangan Timur. “Petugas kita yang berhasil ke pulau itu lalu mengambil 125 stek tanaman Wijayakusuma lantas dibawa ke kantor BKSDA Cilacap. Agar nantinya dapat dibudidayakan,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku, 50 stek batang tanaman Wijayakusuma juga sempat ditanam di area Gunung Selok. BKSDA ingin membuktikan keberadaan bunga yang jadi persembahan bagi raja Jawa bisa berkembangbiak di lereng gunung. “Selama ini jarang yang menanam pohon Wijayakusuma. Kita khawatir bunga tersebut akan punah dengan kondisi cuaca yang ekstrem. Makanya, proses pelestariannya sedang dilakukan petugas di Cilacap. Kita berharap dengan dikembangbiakkan di beberapa tempat, nantinya bisa menghindari dari ancaman kepunahan,” ujarnya.

5. Bnga Wijayakusuma dikenal sebagai kembang sakti yang diburu Raja Jawa
Pulau Majeti, Lokasi Istana Nyi Roro Kidul dan Bunga Mistis Raja Jawa

Dinukil dari laman akarasa.com, bunga Wijayakusuma dianggap sebagai kembang sakral dan penuh kesan mistis yang sudah masyhur sejak lama. Mekarnya kelopak bunga Wijayakusuma tidak dapat diperkirakan waktunya.

Belum tentu mekar dalam setahun, sehingga seorang raja yang berhasil memetik bunga ini dianggap telah melewati penantian yang panjang dengan penuh kesabaran dan perjuangan yang berat. Dituliskan bahwa kesaktian bunga Wijayakusuma sudah tercatat dalam Babad Tanah Jawa.

Tidak hanya raja Mataram kuno yang wajib mendapat kembang pusaka itu agar singgasananya langgeng, namun keturunan Majapahit ikut mencari bunga Wijayakusuma. Keberadaan bunga Wijayakusuma semula berada di lokasi terpencil yang dijaga pasukan gaib yang bermarkas di Jambe Pitu dan Jambe Lima.

Kedua lokasi ini berada di Gunung Selok dan sejak lama dikeramatkan. Tak cuma itu saja, tempat keramat yang dipercaya bisa mendatangkan aura magis yang besar juga ada di Bukit Srandil, Kecamatan Adipala, Gua Masigit Selo, dan Pulau Majeti. Para pejabat kerajaan kadang datang sendiri secara diam-diam, namun ada yang menyuruh utusan untuk bersemadi.

6. Warga Cilacap percaya Pulau Majeti tempat istana penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul
Pulau Majeti, Lokasi Istana Nyi Roro Kidul dan Bunga Mistis Raja Jawa

Sedangkan warga Cilacap, kata Nugroho, menganggap Pulau Majeti sebagai tempat angker dan keramat. Masyarakat lokal percaya disitulah tempat istana penguasa laut selatan Kanjeng Ratu Laut Kidul alias Nyi Roro Kidul. “Nelayan-nelayan gak ada yang berani ke sana. Soalnya ombaknya besar, dan memang sudah turun-temurun ada larangan pergi ke sana. Katanya itu tempatnya Nyi Roro Kidul,” tutupnya.

Amir Hasan kelak dikenal sebagai Sunan Nyamplungan karena menanam tanaman Nyamplung disana, yang ternyata bermanfaat sebagai pemecah angin.