Inilah Penjelasan Mengapa Memelihara Burung Hantu Tidak Baik

Inilah Penjelasan Mengapa Memelihara Burung Hantu Tidak Baik

Inilah Penjelasan Mengapa Memelihara Burung Hantu Tidak Baik – Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Seluruhnya, terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali  Antarktika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil.

Di dunia barat, hewan ini dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia dianggap pembawa pratanda maut, maka namanya  Burung Hantu. Walau begitu tidak di semua tempat di Nusantara burung ini disebut sebagai burung hantu. Di Jawa misalnya, nama burung ini adalah darès atau manuk darès yang tidak ada konotasinya dengan maut atau hantu. Di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni.

saat masih kecil dulu, kamu pasti ingin Apk Poker 77 memelihara burung hantu setelah menonton film Harry Potter. Burung hantu milik Harry Potter bernama Hedwig, yang berjenis burung hantu salju (Bubo scandiacus). Burung hantu adalah hewan peliharaan yang cerdas, ramah pada manusia dan mudah dijinakkan.

Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Meski kita sangat ingin memelihara burung hantu, ternyata kamu tidak bisa sembarangan. Inilah alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan!

1. Burung hantu perlu ruangan yang besar dan tidak dikurung di dalam sangkar
Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Burung hantu bukan binatang peliharaan yang mudah bagi pemula. Yang harus kamu ketahui, burung hantu perlu ruangan yang luas dan tidak bisa dikurung di dalam sangkar, jelas laman The Spruce Pets.

Kamu bisa memeliharanya di dalam rumah dan memberikan akses ke bak mandi yang harus selalu bersih. Mengapa?

Burung hantu perlu membersihkan bulunya secara rutin. Apabila bulunya kotor, saat terbang, sayapnya akan mengeluarkan suara.

Di alam liar, burung hantu terbang diam-diam tanpa suara supaya mangsanya tidak menyadari kehadirannya. Selain itu, mereka perlu sering-sering terbang, jangan mengikat kakinya terus-menerus.

2. Burung hantu memakan daging, bisa hidup atau mati
Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Berbeda dengan burung hias seperti lovebird, burung hantu tidak bisa diberi makan biji-bijian, pelet atau sayur dan buah segar. Burung hantu merupakan hewan karnivora, di alam liar mereka akan berburu untuk memperoleh makanan. Mereka biasa memakan tikus, kelinci kecil, ayam kecil hingga marmut.

Kamu bisa memberi pakan dalam kondisi hidup atau mati. Selain itu, kamu juga bisa memberinya daging sapi atau ayam mentah.

Tapi, opsi ini tidak untuk jangka panjang, karena burung hantu lebih suka memakan hewan dalam kondisi utuh. Tidak disarankan untuk memberinya cacing, serangga atau siput, ujar laman The Barn Owl Trust.

3. Merupakan hewan yang independen
Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Di alam liar, burung hantu adalah hewan yang soliter dan independen. Mereka biasa tinggal dan berburu sendiri, atau bersama dengan pasangan dan anaknya. Sifatnya ini membuat burung hantu kerap menyerang orang lain (selain pemiliknya) karena dianggap sebagai ancaman, jelas laman The Spruce Pets.

Burung hantu terikat secara emosional dengan pemiliknya, apalagi jika dirawat dengan baik. Itulah mengapa, saat kita jatuh sakit dan tidak bisa merawatnya, mereka akan menjadi stres dan depresi. Burung hantu akan semakin stres apabila mereka dipindah ke pemilik lain karena mereka menganggap pemiliknya sebagai keluarga.

4. Menuntut banyak perhatian dari pemiliknya
Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Meski tampangnya terlihat imut dan menggemaskan, burung hantu merupakan attention seeker. Mereka membutuhkan dan menuntut banyak perhatian dari pemiliknya.

Burung hantu akan memekik keras agar diperhatikan dan dituruti kemauannya, jelas laman Bird Eden. Dan mereka akan stres apabila diabaikan.

Hal ini akan menjadi masalah apabila kamu tinggal di lingkungan padat penduduk. Suara burung hantu yang keras akan mengganggu kenyamanan tetangga.

Burung hantu akan lebih berisik saat musim kawin tiba. Bahkan, mereka akan melakukannya di siang atau malam. Itulah mengapa burung hantu tidak terlalu cocok dijadikan hewan peliharaan.

5. Bulunya sering rontok, harus rajin dibersihkan
Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Bulu cantik burung hantu akan rontok dan berganti baru setiap tahun. Mereka juga sering memuntahkan pelet, yakni makanan yang tidak tercerna, seperti tulang, bulu, cakar dan gigi. Bulu dan pelet harus segera dibuang dan dibersihkan, karena tidak baik bagi kesehatan burung hantu, terang laman Bird Eden.

FYI, menurut laman Owl Pages, proses pergantian bulu memakan waktu hingga 3 bulan. Jangan lupa untuk membersihkan kotorannya. Saat buang air besar, burung hantu akan membersihkan ceca, yang terletak di ujung usus setiap harinya. Baunya cukup menyengat dan konsistensinya berbentuk semi-padat.

6. Di beberapa wilayah, memelihara burung hantu butuh izin khusus
Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Memelihara burung hantu tidak bisa sembarangan. Di Amerika Serikat, burung hantu tergolong sebagai hewan liar dan calon pemilik harus dilatih dahulu sebelum mendapat lisensi untuk memelihara. Berdasarkan aturan dari US Fish and Wildlife Service, jika kita gagal atau melanggar aturan, burung hantu itu akan diambil dan ditaruh di penangkaran.

Izin memelihara burung hantu di Amerika Serikat sangat ketat dan hanya diberikan pada orang yang bertujuan untuk menangkarkan burung atau menjadikannya sebagai program pendidikan, tukas laman Bird Eden. Di Indonesia, burung hantu tidak seharusnya dipelihara karena termasuk hewan liar, meski masih banyak ditemukan di pasar hewan.

7. Jadi, masihkah kamu ingin memelihara burung hantu?
Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu

Dengan segala pertimbangan dan konsekuensi, pilihan terakhir ada di tanganmu. Menurut Diyah Wara Restiyati, ketua The Owl World of Indonesia, dari 58 spesies burung hantu di Indonesia, hanya 16 spesies di antaranya yang dilindungi oleh undang-undang. Pada kenyataannya, burung hantu banyak dijual, baik di pasar atau secara online.

Awas, Ini 7 Alasan Ilmiah Jangan Pelihara Burung Hantu
Burung hantu dikenal karena matanya besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok tajam seperti paruh elang dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan “wajah” burung hantu ini demikian mengesankan dan kadang-kadang menyeramkan. Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang.