Inilah Pengalaman Seru Saat Punya Teman Seorang Anak Indigo

Inilah Pengalaman Seru Saat Punya Teman Seorang Anak Indigo

Inilah Pengalaman Seru Saat Punya Teman Seorang Anak Indigo – Anak indigo atau anak nila (Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. Konsep ini mulai terkenal setelah diterbitkannya beberapa buku pada akhir tahun 1990-an dan dirilisnya beberapa film satu dasawarsa kemudian.

Kalian tahu kegiatan jurit malam? Ya! Ketika kalian diharuskan melakukan perjalanan di tengah malam baik sendiri atau berkelompok melewati rute atau tempat-tempat yang seram, sebagai satu ujian dalam acara pendidikan dan pelatihan (diklat) umum. Satu lokasi yang umum harus dikunjungi adalah komplek pemakaman. Suatu kali di acara diklat, seluruh peserta dibagi secara acak menjadi beberapa kelompok, yang beranggotakan enam orang dan hal luar biasanya adalah ketika kelompok kami punya anggota yang lebih “peka”.

Berangkat sebagai kelompok ketiga, kami terus melantunkan doa kami masing-masing. Pos 1 dan pos 2 lancar dan aman. Masuk pos 3, suasana kelompok kami mulai tegang. Kami harus segera mencari kartu nama semua anggota kelompok di komplek makam yang gelap dengan berbekal satu lilin saja. Proses pencarian berlangsung lambat dengan detak jantung yang bertalu-talu harus segera kami akhiri saat si “peka” berbisik: “Buruan! Yang jaga makam sudah duduk sila di atas makam!!,”.

Siapa yang tidur di kasur ujung semalam?
Merinding, 5 Pengalaman Horor Saat Punya Teman Indigo

Masih di acara diklat. Sepanjang acara diklat, kami harus menjalani jadwal kegiatan yang sangat padat. Sehingga ketika jam diklat berakhir, kami semua akan segera beristirahat. Selama diklat kami tidur di satu barak yang berisi sekitar 30 kasur susun, tetapi barak kami hanya berisi sekitar 50 siswi saja. Sehingga secara otomatis kasur susun yang ada di ujung-ujung barak tidak digunakan.

Suatu malam, barak sudah sepi, hanya tinggal dua siswi yang berjaga secara bergantian setiap jamnya dan si “peka” yang selalu kesulitan tidur. Keesokan paginya, ketika kami semua berkumpul sebelum apel pagi, si “peka” bertanya: “Semalam siapa yang giliran jaga? Kok duduk di kasur ujung? Rambutnya digerai pula malam-malam begitu, bikin aku parno”.

Dan pertanyaan itu dijawab oleh si penjaga gilir: “Kita stand by di pintu barak kok, nggak ada masuk-masuk ke dalam barak”. Perbincangan pagi itu kami tutup seketika karena bulu kuduk kami yang berdiri.

Jangan bersolek! Kunti nggak mau kalah cantik.
Merinding, 5 Pengalaman Horor Saat Punya Teman Indigo

Masih di kegiatan diklat yang sama. Karena kegiatan diklat kami cukup besar, peserta putri ditempatkan di dua barak yang saling berseberangan dan ternyata di barak seberang juga ada si “peka 2”. Suatu pagi sebelum apel, si “peka 2” yang aku tidak tahu siapa namanya datang ke barak kami dan bicara: “Teman-teman, maaf sebelumnya, aku boleh minta tolongkah? Jangan ada yang bersolek ya untuk alasan apapun sampai diklat berakhir. Soalnya tante kunti yang jaga nggak suka lihat ada yang bersolek lebih cantik. Mohon kerja samanya ya biar suasana tetap kondusif. Makasih,”.

Seketika semua BB cream, lipstick, bedak, dan alat kosmetik lain terlempar masuk lemari diiringi semua penghuni barak yang keluar beriringan.

Wah, teman-temannya langsung ikut main!
Merinding, 5 Pengalaman Horor Saat Punya Teman Indigo

Pernah merasakan tinggal di rumah kos berhantu? Dulu aku pernah tinggal di suatu rumah kos yang secara kebetulan dihuni tiga indigo: pembantu kos, anak pembantu kos yang masih kecil, dan teman kos. Tiga orang ini selanjutnya aku sebut sebagai si “ibu”, si “anak”, dan si “peka 3”.

Suatu malam, kami semua, termasuk si “ibu” dan si “anak”, sedang bersantai dan berkumpul di kamar kos penulis yang (kebetulan) ada di paling ujung. Para gadis sibuk bercerita-cerita seru dan si “anak” sibuk bermain puzzle. Tiba-tiba si “peka 3” datang bergabung ke kamar sambil tiba-tiba bilang: “Wah, kamu main sama siapa dek?,”.

Si “ibu” tersenyum saja. Anak kos lain serempak bertanya: “Siapa mbak???,”.

Si “peka 3” menjawab: “Ini, 2 anak kecil yang di kos sini lagi main sama si adek. Bertiga,”

Penulis yang punya kamar langsung nyeletuk: “Waduh, nanti kalian semua tidur di sini aja ya, bareng sama aku,”.

Sumber suara tawa tengah malam
Merinding, 5 Pengalaman Horor Saat Punya Teman Indigo

Masih di kos yang sama. Suatu malam, kami seperti biasa masih berkumpul sama-sama. Tapi kali ini di kamar si “peka 3”. Sekitar jam 10 malam, ketika kami semua sedang bercerita seru, tiba-tiba ada suara tawa cekikikan yang sangat jelas terdengar tanpa kami tahu sumbernya.

Suara yang sama terulang tiga kali. Si “peka 3” mimik mukanya berubah kesal dan yang lain tidak berani bertanya. Malam itu kami langsung bubar dan kembali tidur bertujuh seperti sebelumnya.

Esok malamnya, ada satu teman kos yang datang dan ikut berkumpul bersama kami di lantai 1. Kita sebut dia si “peka 4”. Baru saja datang, si “peka 4” bilang: “Kalian betah ya di sini, padahal ada tante kunti di sini,”. Kami semua saling pandang dan serempak bertanya: “Di mana mbak?”. Si “peka 4” menjawab: “Itu kuntinya lagi duduk di atas gudang sambil goyang-goyang kaki. Eh, dia langsung ngeliatin kita tuh,”.

Seminggu kemudian satu persatu anak kos langsung pindah ke kos baru. Jadi, bagaimana pendapat kalian? Sudah merasa takut atau masih merasa biasa saja?

Sebenarnya berteman dengan orang-orang indigo itu asyik kok. Karena memang rata-rata anak indigo itu smart. Cuma memang di momen tertentu seperti cerita penulis di atas akan membuat kita parno. Tapi penulis pribadi tidak merasa kapok berteman dengan anak-anak indigo. Penulis harap kalian juga tidak pernah menjauhi anak-anak indigo, apalagi menganggap mereka aneh.

Well, selamat menikmati malam kalian di tengah keberadaan “mereka” ya… Jangan lupa baca doa sebelum tidur. Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai anak yang lebih empatik dan kreatif.

Meskipun tidak ada satu bukti penelitian pun yang membuktikan keberadaan anak indigo atau sifat mereka, fenomena ini menarik perhatian orang tua yang anaknya didiagnosis mengalami kesulitan belajar atau yang ingin anaknya spesial. Kaum skeptik memandangnya sebagai cara orang tua menghindari penanganan pediatrik atau diagnosis psikiatrik yang tepat.

Daftar sifat yang dimiliki anak indigo juga dikritik karena terlalu umum sehingga dapat diterapkan untuk hampir semua orang (efek Forer). Fenomena indigo dituduh pula sebagai alat untuk menambang uang dari orang tua yang mudah ditipu.