Ini Dia Pernyataan Ilmiah Kenapa Bisa Kerasukan & Ketindihan

Ini Dia Pernyataan Ilmiah Kenapa Bisa Kerasukan & Ketindihan

Ini Dia Pernyataan Ilmiah Kenapa Bisa Kerasukan & Ketindihan – Kerasukan (bahasa Inggris: Trance) adalah sebuah fenomena di saat seseorang berada di luar kendali dari pikirannya sendiri dan sama sekali tidak responsif terhadap rangsangan eksternal tetapi mampu mengejar dan mewujudkan suatu tujuan, atau secara selektif responsif dalam mengikuti arahan dari orang yang telah menginduksi keadaan trans. Indonesia memang memiliki banyak kebudayaan. Masing-masing budaya pasti memiliki kepercayaan tersendiri. Termasuk terhadap hal-hal yang berbau mistis dan sulit dicerna oleh logika.

Ilmu semu atau pseudosains (Inggris: pseudoscience) adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah. Ilmuwan menyebut hal itu sebagai Pseudoscience, berarti pada intinya hal-hal yang masih tabu atau sulit dicerna secara ilmiah, dan perlu dibuktikan. Akan tetapi, masyarakat kita masih mempercayai hal-hal spiritualisme dan mitos-mitos.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, Dilansir dari Daftar Live22 Slot maka sudah banyak penelitian yang telah membuktikan tentang hal-hal mitos atau mistis tersebut, di antaranya:

1. Kesurupan

kesurupan itu sebenarnya adalah sebuah penyakit.Kesurupan dalam istilah medisnya disebut dengan Dissociative Trance Disorder (DTD). Menurut laporan Eastern Journal of Medicine, kesurupan lebih banyak terjadi di negara dunia ketiga dan negara-negara bagian timur daripada di negara bagian barat.

Banyak orang yang masih mempercayai bahwa kesurupan berarti seseorang dirasuki oleh hantu. Namun, penelitian menjelaskan bahwa kesurupan termasuk dalam golongan DID atau kepribadian ganda. Seseorang dianggap memiliki banyak kepribadian dalam dirinya yang berusaha menguasai tubuh terkait.

Dikutip dari Psikologiabnormal.wikispaces.com, penelitian lain menjelaskan bahwa kesurupan disebabkan oleh stres, kelelahan dan sebagainya. Dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa sebelum mengalami kesurupan, korban terkadang merasa mendengar sesuatu, mencium bau aroma tak sedap atau wangi dan sebagainya.

Dalam bidang keilmuan, hal tersebut dinamakan halusinasi atau delusi. Padahal hal tersebut sebenarnya tak nyata atau tidak pernah ada. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membeli buku karya Siswanto SPsi MSi berjudul “Psikologi Kesehatan Mental: Awas Kesurupan”.

2. Ketindihan
Ketindihan atau kelumpuhan tidur adalah perasaan sadar tetapi tidak bisa bergerak. Hal ini terjadi ketika seseorang melewati antara tahap terjaga dan tidur.

Pernah merasakan tubuh berat, seperti ada yang menindih? Sulit sekali dalam menggerakkan kaki, tangan atau anggota tubuh lainnya? Nah, dalam bidang keilmuan hal tersebut dinamakan sleep paralysis. Hal tersebut terjadi karena melemahnya otot saat kita tertidur. Akan tetapi, saat proses ketindihan itu terjadi, otot mulai tidak aktif dari masa tidur ke masa sadar.

Itulah mengapa kita dapat membuka mata, akan tetapi sulit sekali menggerakkan anggota tubuh. Kurang tidur atau pola tidur tidak teratur, gaya hidup yang kurang sehat dan sebagainya disinyalir menjadi faktor penyebab mengapa seseorang dapat mengalami ketindihan.

3. Indra keenam

indra keenam (intuisi), atau kemampuan persepsi halus (non-fisik, tak kasat mata), adalah kemampuan kita untuk merasakan dimensi halus/ non-fisik atau dunia tak kasat mata dari malaikat, hantu, surga, dll.

Seperti dilansir dari Thethirdwave.co, dan Medicalnewstoday.com, dalam bidang keilmuan, indra keenam terjadi karena aktifnya DMT pada kelenjar pineal di otak. DMT merupakan senyawa yang diproduksi otak seseorang yang sudah meninggal atau hampir meninggal dunia.

Ada sumber lain menyatakan bahwa DMT berasal dari tanaman yang berada di Amazon. Fungsi dari DMT ini adalah sebagai halusinogen. Sehingga apabila memakai jenis obat-obat yang mengandung DMT, seseorang akan mengalami halusinasi.

Ilmu pengetahuan memang akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Sebagai makhluk ciptaanNya yang paling sempurna, sudah sepatutnya kita tetap terus membuka diri terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan.