Ini Adalah Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan

Ini Adalah Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan

Ini Adalah Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan – Istilah ‘Kerohanian’ atau ‘Spiritualitas’ tidak memiliki definisi yang pasti, meskipun para ilmuwan sosial telah menetapkan spiritualitas sebagai pencarian untuk yang dikaitkan dengan “kudus,” di mana “suci” secara luas didefinisikan sebagai sesuatu yang diatur terpisah dari umumnya dan pantas dihormati.

Perjalanan spiritual tiap orang tentu berbeda. Ada yang merasa nyaman dengan melakukan ritual keagamaan yang didapatkannya sejak kecil, ada pula yang merasa belum nyaman sehingga akhirnya mencari ritual keagamaan yang lain. Hal tersebut dialami oleh penyanyi Marcell Siahaan, yang diketahui beberapa kali berpindah keyakinan.

Menjalani perjalanan spiritual yang cukup berliku, Marcell buka suara soal keputusan perpindahan agamanya yang waktu itu sempat menghebohkan publik. Suami Rima Melati Adams ini membagikan kisahnya melalui platform YouTube Daftar S128 milik Daniel Mananta di Daniel Mananta Network pada video berdurasi tiga puluh menit yang diunggah tanggal 31 Maret dan 3 April 2021.

1. Sudah mengerti keberagaman sejak kecil, Marcell menyukai berbagai acara keagamaan di TV
Mualaf, Ini Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan

Keberagamaan agama sudah dimengerti oleh Marcell sejak kecil. Bahkan dirinya mengaku menjadi penggemar berbagai acara keagamaan di TV. Dia memerhatikan fragmen Hindu, Buddha, Islam, Kristen dan Katolik bahkan menyukai acara Musabaqah Tilawati Quran, yang merupakan acara lomba mengaji di zamannya kecil dulu.

“Waktu kecil gua suka banget nonton acara itu (Musabaqah Tilawati Quran) while at the same time gua suka juga nontonin acara Mimbar Agama Buddha,” kata Marcell.

2. Pernah menjadi agnostik, Marcell memerhatikan bagaimana cara umat lain berdoa
Mualaf, Ini Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan

Meski terlahir sebagai Kristen, Marcell tumbuh besar menyakini bahwa dirinya penganut agnostik. Agnostik secara definisi merupakan suatu pandangan atau kepercayaan yang meyakini bahwa ada atau tidaknya Tuhan adalah sesuatu yang tidak diketahui.

Dalam masa menjadi agnostik ini, Marcell sering memerhatikan cara orang lain berdoa, salat, apa yang mereka katakan dan lakukan.

“Gua suka ngeliatin gimana cara orang salat, apa yang dia bilang, apa yang dia lakukan, gimana caranya. Dan gua juga suka ngeliatin gimana tante gua yang dari Sumatera waktu saat teduh, nenek gua waktu persekutuan doa,” terang Marcell.

3. Marcell memutuskan untuk menganut Islam setelah sebelumnya menganut Buddha
Mualaf, Ini Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan

Perjalanan spiritual Marcell yang cukup panjang membawanya pada keputusan-keputusan hidup yang tidak mudah juga. Lahir sebagai Kristen dan menjadi agnostik, Marcell yang kemudian menganut Buddha kembali mencari ketenangan dan ritualnya sendiri dengan terus belajar.

Selama perjalanannya tersebut, Marcell bertemu dengan banyak orang, belajar banyak hal dan mengerti berbagai macam ritual keagamaan. Pada akhirnya, setelah Buddha, Marcell memutuskan untuk menjadi mualaf.

4. Bagi Marcell agama merupakan jembatan yang menjadi sarana manusia berhubungan dengan Tuhan
Mualaf, Ini Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan

Ketika ditanya oleh Daniel mengapa Marcell akhirnya menganut Islam, pelantun lagu “Semusim” tersebut menjawab ketenangan hatilah yang menjadi kunci utama. Marcell menganalogikan kepercayaan seperti jembatan yang merupakan sarana manusia berkomunikasi dengan Tuhan.

“Gua nyaman, gua seneng, gua percaya bahwa segala sesuatu itu harus ada titiknya dan gua merasa gua bisa jadi berbuat lebih banyak ketika gua ada di sini (Islam),” jelas Marcell.

5. “Ini bukan hanya pencapaian spiritual internal, tapi juga eksternal.”
Mualaf, Ini Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan

Sudah menjalani perjalanan spiritual yang cukup panjang dan berliku, Marcell yang kini menganut Islam mengaku merasa nyaman dan bahagia atas pilihannya tersebut.

“Gua bisa jadi orang yang berguna buat orang lain. Dan menurut gua ini bukan hanya pencapaian spiritual internal buat diri gua sendiri, tapi juga eksternal buat orang lain juga,” kata Marcell.

Kita semua setuju bahwa semua agama pasti mengajarkan hal-hal yang baik. Kesepakatan tersebut pula yang harusnya merujuk pada toleransi umat beragama dan sikap saling menghargai dari pilihan setiap manusia.

Seperti Marcell yang menemukan ketenangan dan kebahagiaan lewat perjalanan spiritualnya yang tidak mudah, dia akhirnya bisa menemukan ‘jembatan’nya untuk tetap berhubungan intens dengan Yang Maha Kuasa.