Enam Ritual Zaman Dahulu yang Mempersembahkan Nyawa Manusia

Enam Ritual Zaman Dahulu yang Mempersembahkan Nyawa Manusia

Enam Ritual Zaman Dahulu yang Mempersembahkan Nyawa Manusia – Ritual adalah sebuah budaya dari sekelompok masyarakat, yang merupakan sebentuk rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk tujuan dan maksud tertentu. Banyak hal yang dapat kita syukuri dari hidup di zaman modern ini. Salah satunya adalah peradaban manusia yang sudah semakin maju dan perikemanusiaan yang lebih toleran.

Biasanya, ritual sendiri terangkai dalam berbagai bentuk simbolis di dalam pelaksanaannya dan juga memiliki stratifikasi sifat kesakralan/keseriusan dalam pengertian di dalam kelompok tertentu. Alhasil, beberapa suku zaman dulu mengorbankan nyawa manusia, entah itu nyawa orang yang tidak bersalah atau yang menjadi tahanan perang.

Merinding mendengarnya? Kalau begitu, siapkan hatimu, Dilansir dari idn poker88 inilah enam kebudayaan zaman dulu yang mempersembahkan nyawa manusia sebagai persembahan untuk dewa sesembahan mereka.

1. Dinasti Shang
Mengerikan! 6 Ritual Zaman Dulu yang Memakan Jiwa Manusia

Kebudayaan pertama yang mengambil nyawa manusia adalah Dinasti Shang (1600 – 1400 SM) dari Tiongkok. Hal ini terbukti dari tulisan pada tulang sapi atau cangkang penyu yang sering dipakai oleh para peramal pada zaman itu sebelum mengambil keputusan. Tentu saja, tulang-tulang ini hanya bisa dibaca oleh para peramal dan sang penguasa.

Pada 1899, para arkeolog Tiongkok melakukan penggalian di daerah Yinxu, dekat Anyang, Provinsi Henan, dan menemukan tulang ramalan dari sapi dan cangkang penyu. Lebih mengejutkan lagi, mereka juga menemukan kuburan massal berisi 10 hingga 50 tulang belulang manusia yang ternyata dijadikan korban!

Wang mengatakan bahwa pengorbanan manusia Renji terbesar pada waktu itu dilakukan oleh Wuding (memerintah pada 1250 – 1192 SM). Ia mengorbankan 9.000 nyawa manusia demi memuaskan Dewa Shang-Di!

2. Kartago
Mengerikan! 6 Ritual Zaman Dulu yang Memakan Jiwa Manusia

Kartago “dulunya” adalah kota modern yang sekarang sudah menjadi Tunis, ibukota Tunisia, Afrika Utara. Masyarakat Kartago diketahui melakukan sejumlah ritual pengorbanan.

“Tophet” berasal dari bahasa Ibrani untuk menggambarkan tempat di mana bangsa Israel berdosa kepada Tuhan dengan mengikuti ritual bangsa lain dan mengorbankan anak mereka.

Tidak sampai di situ, terkadang mereka terlalu sayang dengan anak mereka. Berharap bisa menipu para dewa, mereka kemudian mengambil anak pelayan mereka atau membeli anak agar dapat dibesarkan lalu dikorbankan ke para dewa! Jahat!

Mengerikan! 6 Ritual Zaman Dulu yang Memakan Jiwa Manusia

Ritualnya pun kejam. Sang bayi hidup-hidup dibakar di hadapan patung dewa Ba’al Hammon. Bayi yang malang diletakkan di tangan patung Ba’al Hammon yang mengarah ke bawah, ke arah jurang dengan api yang menyala, dan bayi itu pun jatuhlah!

Ritual ini akhirnya berhenti saat Kartago menerima peringatan dari Kekaisaran Akhemeniyah untuk segera menghentikan berbagai kegiatan yang “menajiskan” termasuk pengorbanan anak.

3. Tanzania dan Malawi
Mengerikan! 6 Ritual Zaman Dulu yang Memakan Jiwa Manusia

Untuk yang ini… Dicurigai masih berjalan hingga masa kini. Dilansir oleh The Guardian pada 2015, kepolisian Tanzania, Afrika Utara, menangkap 32 dukun yang diketahui terlibat pada satu praktik pengorbanan manusia! Baru lima tahun yang lalu.

Pada 2009, saat Tanzania akan mengadakan pemilihan umum, terjadi kenaikan pada kasus perburuan kaum albino, sampai-sampai mereka harus ditempatkan di rumah perlindungan khusus!

Pada 2019, The Telegraph melaporkan bahwa praktik tersebut masih berlangsung hanya berganti wilayah, ke Malawi, Afrika Tenggara. Orang Malawi memburu kaum albino untuk dijadikan jimat agar bisa menang di ranah politik! Saat pemilihan umum di Malawi mendekat, mereka melihat semakin banyak orang albino yang diburu.

4. Romawi Kuno
Mengerikan! 6 Ritual Zaman Dulu yang Memakan Jiwa Manusia

Jika pada bagian Kartago, Kekaisaran Romawi menyalibkan para rahib yang mengadakan praktik pengorbanan anak, bagaimana saat Hannibal menang melawan Romawi pada Pertempuran Cannae (216 SM)?

Selain Perawan Vesta, warga Romawi juga mengorbankan anak-anak hermafrodit karena dianggap sebagai kutukan.

Saat menangkap kaum Kelt di Galia, masyarakat Romawi kuno membuntungkan tangan dan kaki mereka dan membiarkan mereka kehabisan darah! Alasannya, mereka menuduh kaum Kelt yang melakukan pengorbanan manusia, sehingga pantas dibunuh!

5. Jepang
Mengerikan! 6 Ritual Zaman Dulu yang Memakan Jiwa Manusia

Siapa sangka, kebudayaan cantik dari Negeri Sakura ternyata pernah memiliki catatan kelam pengorbanan nyawa manusia? Ya, bahkan Jepang Kuno pun tidak lolos dari para dewa yang menginginkan darah manusia.

Adanya hitobashira adalah sebagai korban agar para dewa melindungi bangunan-bangunan tersebut dari bencana.

Salah satu kisah hitobashira paling terkenal adalah pembangunan Kastil Maruoka di Prefektur Fukui, pada 1576. Kisah tersebut dinamai “O-Shizu, Hitobashira“, tentang seorang wanita bernama O-Shizu yang setuju menjadi hitobashira asalkan putranya dijadikan samurai.

6. Maya
Mengerikan! 6 Ritual Zaman Dulu yang Memakan Jiwa Manusia

Sudah nonton film “Apocalypto” dari 2006? Jika pernah, maka kamu tahu bahwa suku Maya adalah suku yang gemar mengorbankan nyawa manusia untuk Dewa Hujan, Chaac. Meskipun tidak akurat secara sejarah, Apocalypto setidaknya menggambarkan secara spesifik bagaimana praktik pengorbanan manusia di suku Maya pernah terjadi.

Saksi buta dari praktik pengorbanan manusia yang kelam tersebut adalah Piramida Kukulcan El Castillo di Chichen Itza, komplek peninggalan suku Maya di Yucatan, Meksiko.

Pada praktik tersebut, para korban pertama diberi warna biru di sekujur tubuhnya sebagai tanda penghormatan untuk Dewa Chaac. Dari seluruh metode, biasanya ekstraksi jantung adalah yang paling sering, terutama pada zaman Pascaklasik (900 – 1524). Jantung – apalagi yang masih berdegup – dianggap sebagai “makanan kesukaan” para dewa.