Enam ‘Kampung Mati’ di Pulau Jawa Ini Terkenal Mistis

Enam ‘Kampung Mati’ di Pulau Jawa Ini Terkenal Mistis

Enam ‘Kampung Mati’ di Pulau Jawa Ini Terkenal MistisKampung mati tersebut ada di Dusun Krajan I, Dukuh Sumbulan, Desa Plalang, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Awalnya kampung yang dikenal dengan nama Sembulan tersebut dihuni oleh 30 kepala keluarga. Semua warganya pindah hingga disebut kampung mati. Kalau kampung wisata yang memanjakan mata udah biasa, gimana dengan ‘kampung mati’? Kampung mati menjadi salah satu tempat menarik bagi sebagian orang untuk dijelajahi.

Bukan sekadar dikaitkan dengan mitos maupun hal mistis, tapi juga menilik dari sudut sejarahnya. Bahkan, sebagian orang memanfaatkannya sebagai lokasi membuat konten di YouTube.

Penasaran dengan ‘kampung mati’? Berikut Dilansir dari Login IDNPlay ini enam ‘kampung mati’ di Pulau Jawa yang perlu kamu ketahui.

1. Dusun Sukoliman, Nganjuk 

Dusun Sukoliman berada di Desa Tritik, Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Ada mitos yang dipercaya secara turun-temurun, konon hanya bisa ditempati tiga kepala keluarga. Jika dilanggar, maka akan terjadi musibah.

Gak mudah untuk menemukannya, dusun tersebut termasuk dalam wilayah BKPH Tritik. Berada di antara hutan lindung dengan vegetasi yang rapat. Tentu medan yang dilalui gak mudah, ada kelokan tajam hingga sungai selebar 2 meter.

2. Kampung Sumbulan, Ponorogo
6 'Kampung Mati' di Pulau Jawa, Gak Melulu Berbau Mistis

Masih di Jawa Timur, kali ini ada Kampung Sumbulan yang berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Sebelum ditinggalkan, kampung tersebut dihuni sekitar 30 kepala keluarga. Bukan karena hal mistis yang membuat warga pindah, melainkan akses jalan yang sulit.

Masih ada beberapa bangunan permanen yang berdiri kokoh, salah satunya musala. Musala tersebut masih dimanfaatkan untuk beribadah. Biasanya petani yang memiliki sawah di sekitar Kampung Sumbulan.

3. Desa Puntingan, Magelang
6 'Kampung Mati' di Pulau Jawa, Gak Melulu Berbau Mistis

Beralih ke Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Hampir mirip dengan Dusun Sukoliman, Desa Puntingan hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga. Jika lebih dari itu, maka akan ada keluarga yang pindah atau meninggal.

Desa tersebut kini tidak berpenghuni, namun masih ada beberapa bangunan permanen, termasuk musala dan rumah. Tentu saja kondisi bangunan tersebut sudah terbengkalai. Meski demikian, masyarakat sekitar lingkungan tersebut memanfaatkannya untuk pembuatan batu bata.

4. Dusun Cigintung, Majalengka
6 'Kampung Mati' di Pulau Jawa, Gak Melulu Berbau Mistis

Kalau ‘kampung mati’ satu ini udah cukup populer di telinga masyarakat, Dusun Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka. Berbeda dari beberapa kampung sebelumnya, Dusun Cigintung terpang ditinggalkan karena bencana tanah amblas.

Seperti dilansir laman resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, kondisi teerakhir kala itu, semakin banyak rumah roboh dan tanah yang retak. Seluruh penguni Dusun Cigintung telah mengungsi ke rumah terdekat dan sanak saudaranya.

Setelah ditinggalkan penduduknya, dusun tersebut tidak lagi terurus. Beberapa bangunan sudah bergeser, ada pula yang menjadi puing-puing. Namun, jalannya masih cukup baik, bahkan sempat dibangun kembali pada tahun 2020.

5. Blok Tarikolot, Majalengka

Masih di Kabupaten Majalengka, kali ini ada Blok Tarikolot, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka. Hampir sama dengan Dusun Cigintung, ratusan kepala keluarga di dusun tersebut telah direlokasi. Tercatat telah terjadi pergerakan tanah sejak tahun 2006 lalu.

Dusun tersebut telah ditetapkan sebagai zona merah rawan bencana alam. Meski dikatakan ‘desa mati’, masih tetap dihuni oleh beberapa orang. Lokasi kebun di sekitar dusun menjadi salah satu alasan mereka enggan pindah.

6. Dusun Cimeong, Kuningan

Dusun Cimeong, Desa Cilayung, merupakan sebuah dusun di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang terpaksa dikosongkan akibat bencana alam yang terjadi pada akhir 2016 lalu. Awalnya, bencana berupa pergeseran tanah cukup parah terjadi pada Desember 2016.

Dusun Cimeong, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan juga menghadapi permasalahan yang sama dari dua desa sebelumnya. Bencana tanah longsor dan tanah gerak menjadi alasan penduduk setempat direlokasi ke dusun-dusun terdekat.

Dusun tersebut sempat dilanda tanah longsor skala kecil pada tahun 2016. Namun, mulai ditinggalkan sejak tahun 2017 lalu, setelah terjadi tanah longsor dan tanah gerak dengan skala lebih besar.

Nah, sekarang kamu udah gak penasaran lagi kan? ‘Kampung mati’, tidak serta merta tidak ada aktivitas manusia sama sekali. Masyarakat setempat atau sekitarnya masih memanfaatkan sumber daya alam yang ada, meski tidak lagi ditinggali. Bahkan, sebagian orang justru tertarik untuk menjelajah dari berbagai sudut pandang dengan beragam tujuan.