Deretan Suku Paling Misterius & Berbahaya yang Ada di Dunia

Deretan Suku Paling Misterius & Berbahaya yang Ada di Dunia

Deretan Suku Paling Misterius & Berbahaya yang Ada di Dunia – Kelompok etnik, etnis atau suku bangsa adalah suatu golongan atau kelompok manusia  yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, dan ciri-ciri biologis.

Di awal kemunculannya ratusan ribu tahun yang lalu, kehidupan manusia masih sangat sederhana. Jangankan rumah, manusia dahulu bahkan hidup di gua, dan bertahan hidup dengan mengonsumsi hewan yang mereka temukan di hutan. Seiring berjalannya waktu, beragam teknologi ditemukan dan kehidupan kita menjadi jauh lebih baik. Sayangnya, tidak semua orang mau menikmati kehidupan modern yang kita miliki sekarang.

Percaya atau tidak, di seluruh penjuru dunia, masih banyak orang menolak kemajuan. Biasanya mereka adalah suku-suku kecil yang lebih memilih mempertahankan tradisi, dan menjalani kehidupan sederhana layaknya nenek moyang mereka dahulu. Dilansir Stacker dan berbagai sumber lain, berikut lima suku misterius paling berbahaya di dunia!

1. Suku Senitel
5 Suku Misterius Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Sentinel

Menghuni Pulau Senitel Utara di Teluk Benggala, sekitar India dan Bangladesh, Suku Senitel merupakan salah satu keturunan manusia paling awal yang hidup di Afrika. Namun berbeda dengan orang-orang Afrika lain yang terbuka dengan dunia luar, orang Senitel lebih memilih menutup diri dari peradaban.

Sikap buruk suku yang telah ada 60 ribu tahun lalu pada orang baru disebabkan oleh kejadian tak menyenangkan yang menimpanya di tahun 1800-an. Ketika itu, Angkatan Laut milik Kerajaan Inggris menyerbu pulau ini dan menculik beberapa anggota mereka untuk dijadikan kelinci percobaan.

Entah karena trauma ini atau alasan lainnya, orang Senitel sangat membenci orang asing. Jangankan keluar dari pulau, kelompok yang kerap disebut sebagai suku terganas dunia ini bahkan tidak segan membunuh pendatang yang mencoba mendekati pulau mereka.

2. Suku Awa
5 Suku Misterius Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Sentinel

Hutan Amazon di Brazil, nyatanya bukan hanya menjadi rumah bagi ratusan spesies hewan berbahaya, melainkan juga orang-orang dari Suku Awa. Dahulu, mereka merupakan suku besar dengan jumlah penduduk sekitar 600 orang. Namun, semua berubah ketika para penebang liar datang dan menghancurkan hutan yang selama ribuan tahun menjadi rumah mereka.

Kehilangan hutan dan merasa terancam dengan keberadaan orang asing membuat suku ini terpaksa hidup berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain di hutan Amazon. Pemerintah Brazil memperkirakan hari ini jumlah Suku Awa hanya tersisa antara 60 sampai 80 orang. Sayangnya sama seperti Senitel, orang-orang Awa hanya bersikap ramah pada sesamanya saja.

3. Suku Mascho-Piro
5 Suku Misterius Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Sentinel

Jika Suku Awa lebih suka tinggal di Brazil, tetangganya yaitu Masscho-Piro mendiami wilayah hutan Amazon yang berada di Peru. Berbeda dengan dua suku sebelumnya yang hanya bergaul dengan anggota sukunya, orang Mascho-Piro setidaknya masih mau menjalin kontak suku lain di hutan Amazon.

Mereka sendiri enggan berhubungan dengan orang luar hingga tahun 2015 lalu, ketika beberapa anggota suku Mascho-Piro keluar dari hutan. Entah apa maksudnya, hanya saja kedatangan orang-orang rimba ini malah menimbulkan masalah bagi penduduk setempat. Saat ini, populasi Suku Mascho-Piro mencapai 800 jiwa. Umumnya mereka hidup dari berburu, dan mengonsumsi telur penyu sebagai makanan pokok.

4. Suku Ayoreo
5 Suku Misterius Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Sentinel

Ayoreo menjadi suku misterius paling berbahaya selanjutnya yang harus diwaspadai. Mereka hidup di hutan Chaco yang terletak di Paraguay dan selalu menaruh curiga pada kedatangan orang asing.

Meski reaksi mereka terdengar berlebihan, kecurigaan orang Ayoreo sebenarnya bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak beberapa tahun belakangan, banyak perusahaan asing yang membuka hutan dan menjadikan tempat tinggal mereka sebagai lahan peternakan.

Tidak terima dengan perlakuan ini, suku Ayoreo mencoba melawan dengan senjata tradisional. Usaha itu tentu saja tidak bisa mengalahkan penebang liar yang memiliki senjata canggih. Kalah dalam pertempuran, pada akhirnya mereka menyelamatkan diri dan meninggalkan hutan yang sudah ditinggali selama puluhan tahun.

5. Suku Kawahiva
5 Suku Misterius Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Sentinel

Dalam bahasa setempat, Kawahiva berarti orang pendek. Mereka adalah suku kecil beranggotakan kurang dari 50 orang yang hidup di hutan Amazon, Brazil. Sayangnya, tidak banyak orang yang pernah melihat mereka secara langsung. Sama seperti suku misterius lainnya, orang-orang Kawahiva sangat menjaga diri dari lingkungan luar.

Sedihnya, orang rimba ini juga mengalami nasib yang sama dengan belasan suku Amazon lain. Mereka kehilangan rumah karena hutan tempat tinggalnya selama puluhan tahun dirusak oleh orang asing.

Reaksi orang Sentinel atau Kawahiva mungkin terdengar berlebihan bagi kita. Namun jika menilik apa yang terjadi pada mereka selama bertahun-tahun belakangan, wajar rasanya jika mereka memilih untuk menutup diri dari dunia luar.

Menurut pertemuan internasional tentang tantangan-tantangan dalam mengukur dunia etnis pada tahun 1992, “Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupan manusia. Ini adalah sebuah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia” meskipun definisi ini sering kali mudah diubah-ubah. Yang lain, seperti antropolog Fredrik Barth dan Eric Wolf, menganggap etnisitas sebagai hasil interaksi, dan bukan sifat-sifat hakiki sebuah kelompok.

Proses-proses yang melahirkan identifikasi seperti itu disebut etnogenesis. Secara keseluruhan, para anggota dari sebuah kelompok suku bangsa mengklaim kesinambungan budaya melintasi waktu, meskipun para sejarawan dan antropolog telah mendokumentasikan bahwa banyak dari nilai-nilai, praktik-praktik, dan norma-norma yang dianggap menunjukkan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya adalah temuan yang relatif baru.