Deretan Ritual Pemakaman Terunik yang ada di Indonesia

Deretan Ritual Pemakaman Terunik yang ada di Indonesia

Deretan Ritual Pemakaman Terunik yang ada di Indonesia – Upacara pemakaman adalah sebuah upacara yang berhubungan dengan  penguburan,  kremasi, dll, dari jenazah orang mati, atau peringatan penguburan (atau hal sejenisnya). Kebiasaan upacara pemakaman terdiri dari kepercayaan dan praktik yang digunakan oleh sebuah budaya untuk mengenang dan menghormati orang mati melalui berbagai monumen, doa dan ritual.

Kebiasaan tersebut lebih beragam antar budaya dan antar agama dan denominasi-denominasi dalam budaya. Motivasi sekuler umum untuk pemakaman meliputi masa berkabung untuk almarhum, mengenang masa hidupnya, dan memberi dukungan dan simpati kepada yang ditinggalkan. Selain itu, pemakaman sering kali memiliki aspek keagamaan yang ditujukan untuk membantu jiwa almarhum mencapai kehidupan setelah kematian,  kebangkitan atau reinkarnasi.

Namun, bagi beberapa daerah, kesedihan tersebut diubah menjadi sebuah ritual untuk melakukan penghormatan terakhir. Selain itu, ritual tersebut biasa dilakukan sebagai simbol Login IDNPlay ikhlas dalam melepaskan sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia. Berbagai upacara dan ritual pemakaman unik bahkan masuk ke dalam budaya setiap suku di Indonesia.
1. Ngaben, Bali
3 Jenis Upacara Ngaben yang Wajib Diketahui | Destinasi Utama Lombok
Salah satu ritual pemakaman yang terkenal unik di Indonesia adalah Ngaben. Ritual pemakaman yang dilakukan penduduk di Pulau Dewata itu merupakan salah satu aktivitas budaya masyarakat yang menjelma jadi atraksi unik bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Dalam upacara Ngaben, jenazah akan dibakar dalam sebuah patung. Patung yang digunakan umumnya berbentuk lembu.
7 Ritual Pemakaman Terunik di Indonesia, Ngaben hingga Brobosan (2)
Upacara pembakaran ini dilakukan untuk melepas roh manusia dari segala hal duniawi, sekaligus simbol ikhlas keluarga untuk melepas kepergian. Ngaben juga berguna untuk mengembalikan unsur Panca Maha Butha ke alam semesta.
Dalam acara pemakaman, jenazah tak hanya dibakar dalam patung, tetapi juga dibakar dengan bunga dan persembahan lainnya.
2. Mepasah, Bali
Indonesia.go.id - Desa Adat Trunyan, antara Kubur Angin dan Kubur Tanah
Masih dari Bali, sebuah desa bernama Trunyan, Kintamani punya ritual unik lain untuk memakamkan sanak saudaranya yang meninggal. Yaitu dengan membiarkan jenazah berada di alam terbuka atau diberi nama Mepasah. Dalam tradisi Mepasah, jenazah akan diletakkan di dalam lubang sedalam 10-20 sentimeter dekat pohon Taru Menyan. Jenazah tersebut akan diberikan penghalang bambu berbentuk segitiga yang dinamai Ancak Saji.
7 Ritual Pemakaman Terunik di Indonesia, Ngaben hingga Brobosan (4)
Salah satu aturan dalam tradisi Mepasah yaitu hanya diperuntukkan bagi mereka yang meninggal dengan wajar. Sebelum diletakkan di dekat pohon, jenazah harus melalui sebuah upacara pembersihan yang akan dilanjutkan dengan pemandian menggunakan air hujan. Uniknya, jenazah tersebut nantinya akan membusuk seiring dengan waktu tanpa menimbulkan bau busuk.
3. Waruga Sawangan, Minahasa
Waruga, Taman Kubur Batu Di Minahasa - ARSIP INFO
Tradisi Waruga Sawangan merupakan tradisi pemakaman kuno yang dilakukan oleh Suku Minahasa. Berasal dari dua kata, yaitu ‘Waru’ yang berarti ‘Rumah’ dan ‘Ruga’ yang diartikan sebagai ‘Raga’.
Jenazah dimakamkan dalam posisi duduk melipat lutut, seperti bayi dalam kandungan di dalam Rumah Raga tersebut. Suku Minahasa percaya bahwa dalam posisi seperti itulah seharusnya manusia kembali pada sang pencipta
Kata Waruga Sawangan sendiri berasal dari lokasi Waruga yang berada di Desa Sawangan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Sedangkan Waruga atau Rumah Raga merupakan tempat pemakaman yang berbentuk sarkofagus berbahan batu.
Waruga Sawangan digunakan pada abad 9 Masehi dan berakhir pada tahun 1800-an, karena dianggap menyebarkan penyakit tifus dan kolera oleh pemerintah Belanda saat itu. Saat ini Waruga Sawangan tak lagi menjadi tempat pemakaman, tetapi cagar budaya sekaligus spot Instagramable bagi pemburu feed Instagram.
4. Rambu Solo, Tana Toraja
Rambu Solo - Fotografi - koran.tempo.co
Rambu Solo adalah sebuah ritual pemakaman yang dilakukan oleh penduduk Toraja untuk menyempurnakan kematian para jenazah. Upacara ini bertujuan mengantarkan arwah keluarga atau sanak keluarga yang meninggal, untuk kembali dan berkumpul dengan arwah nenek moyang dalam satu kawasan peristirahatan.
Dalam praktiknya, Rambu Solo menjadi salah satu upacara adat terbesar penduduk Toraja. Keluarga jenazah yang melakukan perayaan ini akan menyembelih kerbau dalam jumlah banyak dan membuat perayaan secara besar-besaran.
7 Ritual Pemakaman Terunik di Indonesia, Ngaben hingga Brobosan (7)
Alasan Rambu Solo disebut sebagai tradisi penyempurnaan kematian adalah karena seseorang hanya akan dianggap sudah benar-benar meninggal apabila tradisi ini telah dilakukan. 
Jika Rambu Solo belum dilaksanakan, maka jenazah akan dianggap seperti orang yang sakit atau lemah. Mereka akan diperlakukan selayaknya manusia yang masih hidup, seperti diajak mengobrol, diberi makan dan minum.
5. Saur Matua atau Cawir Metua, Sumatera Utara

Upacara Kematian Adat Batak Karo (2) by Mascaya PestControl

Jika kematian identik dengan kesedihan, maka ada pengecualian bagi suku Batak yang telah meninggal dunia tanpa meninggalkan satu pun anak yang belum menikah. Bagi suku Batak, mereka yang telah menikahkan semua anaknya dan mempunyai cucu sebelum meninggal dianggap telah berhasil mencapai kepuasan dalam hidup.
Karena memiliki ketentuan yang didasarkan pada anak dan cucu, umumnya orang-orang yang dimakamkan dengan ritual ini biasanya sudah sangat tua.
Gagal memuat Embed Ketentuan tersebut juga yang membuat tidak semua orang bisa melakukan ritual Saur Matua atau Cawir Metua saat meninggal. Yang menjadi ciri saat ritual ini adalah penggunaan lagu yang mengiringi upacara adatnya.
6. Brobosan, Jawa Timur
Tradisi Brobosan, Bentuk Penghormatan Terakhir Masyarakat Jawa
Dari Jawa Timur, terdapat sebuah ritual pemakaman unik bernama Brobosan yang dilakukan dengan cara berjalan mondar-mandir sebanyak tiga kali.
Brobosan merupakan ritual unik yang menyimbolkan sebuah bentuk penghormatan terhadap jasa mendiang semasa hidup di dunia.
Dilakukan sebelum berangkat ke pemakaman, seluruh anggota keluarga akan berjalan secara berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka.
Gagal memuat Embed Brobosan dilakukan mulai dari sisi sebelah kanan keranda, menerobos bagian bawah keranda jenazah yang diangkat tinggi-tinggi.
Selain menyimbolkan penghormatan pada mendiang, Brobosan dilakukan untuk menghormati tuah atau ilmu dan mengambilnya dari jenazah, sehingga tuah tersebut dapat menurun ke anak-anaknya.
7. Kuburan di Atas Tanah Dayak Banuaq, Kalimantan
Tabir Ilmu.com: Mau Tau 6 Kuburan Paling Aneh di Indonesia
Masyarakat Dayak Banuaq di Kalimantan tidak melakukan penguburan terhadap jenazah keluarga atau sanak saudaranya yang meninggal.
Sebaliknya, jenazah tersebut akan dimasukkan ke dalam kayu berbentuk bulat dan digantung di sekitar rumah, hingga akhirnya berubah menjadi tumpukan tulang. Setelah menjadi tulang, jenazah akan dimasukkan ke dalam kotak kayu ulin yang disangga beberapa tiang.
Masyarakat Dayak Banuaq percaya bahwa tempat ‘menyimpan’ jenazah ini akan menjadi tempat roh jenazah akan bersemayam. Sebelum dipindahkan ke dalam kotak kayu ulin, jenazah akan melalui sebuah upacara pemberkatan. Upacara tersebut akan dipenuhi dengan nyanyi-nyanyian yang mendoakan mendiang yang telah meninggal.