Deretan Mitos Urban Paling Seram yang Melegenda di Jepang

Deretan Mitos Urban Paling Seram yang Melegenda di Jepang

Deretan Mitos Urban Paling Seram yang Melegenda di Jepang – Legenda urban merupakan mitos atau legenda kontemporer yang sering kali dipercaya secara luas sebagai sebuah kebenaran. Kebanyakan berkaitan dengan misteri,  horor, ketakutan, humor, atau bahkan kisah moral.

Legenda urban tidak selalu berarti kisah bohong namun sama seperti kisah yang disebarkan dari mulut ke mulut. Legenda Urban juga sering dibesar-besarkan sehingga menjadi lebih sensasional. Sebagai sesama negara Asia, legenda urban di Jepang tak kalah mengerikan dengan Indonesia.

Salah satu yang paling terkenal adalah Sadako, hantu jahat dalam novel dan film Ring.  Sadako berwujud wanita berambut hitam panjang dengan gaun berwarna putih yang terinspirasi dari Okiku, legenda urban Jepang.Tentu saja itu bukan satu-satunya legenda urban seram dari negeri sakura.

1. Stasiun Kisaragi
7 Legenda Urban Paling Seram di Jepang, Pernah Dengar?

Alkisah, Hasumi sedang naik kereta larut malam di Prefektur Shizuoka. Kereta yang ia naiki selalu berhenti setiap 5 menit. Ia menyadari ada yang tidak beres karena keretanya tidak berhenti di stasiun mana pun selama 20 menit terakhir, dilansir The Smart Local.

Setelah menanti sejam, keretanya berhenti di Stasiun Kisaragi. Hasumi turun dan tidak menemukan seorang pun di sana. Tak mau berputus asa, ia menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan. Tetapi, mereka juga tidak bisa menemukan lokasinya.

Mengingat baterai teleponnya hampir habis, Hasumi memutuskan untuk berjalan di sepanjang rel kereta menuju stasiun sebelumnya. Tak disangka, datang orang asing menawarinya tumpangan ke penginapan terdekat. Sejak saat itu, jejak Hasumi tidak ditemukan lagi.

2. Boneka Okiku
7 Legenda Urban Paling Seram di Jepang, Pernah Dengar?

Legenda urban selanjutnya berasal dari Hokkaido, yaitu mengenai boneka Okiku. Boneka ini diyakini berisi roh Kikuko, seorang gadis kecil yang meninggal karena flu. Konon, boneka ini adalah hadiah dari saudara laki-lakinya dan merupakan favorit gadis itu, sehingga ia membawanya kemana-mana.

Boneka yang dinamai Okiku ini tetap disimpan keluarganya walau Kikuko sudah tiada. Kemudian, mereka menyadari ada yang aneh. Rambut boneka yang semula bob pendek mulai memanjang! Walau sudah dipotong berulang kali, rambut itu tumbuh kembali.

Akhirnya, karena ketakutan, boneka itu diserahkan ke biksu di Kuil Mannenji. Mengutip The Smart Local, para ilmuwan yang telah menganalisis boneka memastikan bahwa rambut itu milik seorang anak manusia!

3. Terowongan Inunaki
7 Legenda Urban Paling Seram di Jepang, Pernah Dengar?

Sebenarnya, keberadaan desa Inunaki masih menjadi misteri. Konon, letaknya di Prefektur Fukuoka Kyushu. Yang jelas, desa ini hanya bisa diakses melalui terowongan Inunaki.

Terowongan ini tak kalah mengerikan dan konon terdapat tanda yang menyatakan “Konstitusi Jepang tidak berlaku di sini”. Artinya, apa pun yang terjadi harus ditanggung sendiri. Terkadang, terdengar suara anjing menggonggong dan jeritan dari dalam terowongan!

Melansir GaijinPot, kisah menyeramkan itu kemungkinan terinspirasi dari pembunuhan brutal yang pernah terjadi di terowongan Inunaki. Mundur ke Desember 1988, sekelompok remaja menculik, merampok, dan menyiksa Umeyama Kouichi, pemuda berusia 20 tahun.

Tidak ada yang menyelamatkannya, mengingat terowongan itu terpencil dan jarang dilewati orang. Umeyama berakhir dibakar hidup-hidup di dalam terowongan! Kini, pintu masuk terowongan dihalangi oleh batu beton besar berlumut dengan dedaunan lebat di sekitarnya.

Penduduk setempat bersaksi bahwa perangkat elektronik dan mobil mereka sering mogok di sekitar terowongan. Terowongan ini menjadi inspirasi film berjudul Howling Village yang dirilis pada tahun 2019 dan disutradarai oleh Takashi Shimizu.

4. Kuchisake-onna
7 Legenda Urban Paling Seram di Jepang, Pernah Dengar?

Legenda urban Kuchisake-onna memiliki beberapa versi. Ada yang mengatakan suaminya adalah seorang samurai (prajurit Jepang) yang menggorok mulutnya sebagai balas dendam atas perselingkuhannya.

Namun, versi klasik yang paling banyak dipercaya melibatkan seorang wanita yang iri dengan kecantikan Kuchisake-onna. Lalu, ia memutuskan untuk melenyapkan pesaingnya dan membuatnya cacat, dikutip The Smart Local.

Setelahnya, Kuchisake-onna berkeliaran di jalanan dengan topeng atau sapu tangan yang menutupi bagian bawah wajahnya. Lalu, ia bertanya ke orang-orang yang ditemui di jalanan apakah ia cantik atau tidak.

Jika jawabannya “tidak”, Kuchisake-onna akan marah dan memotong sudut mulut korbannya. Jika jawabannya “ya”, ia akan menunjukkan wajah aslinya, mengulangi pertanyaannya, dan memotong korbannya menjadi beberapa bagian. Ngeri!

5. Hanako-san
7 Legenda Urban Paling Seram di Jepang, Pernah Dengar?

Berlanjut ke Hanako-san, legenda urban ini menjadi mimpi buruk bagi banyak pelajar sekolah dasar. Desas-desus mengatakan bahwa roh gadis muda tinggal di bilik ketiga di kamar mandi lantai tiga. Siapakah dia?

Konon, ia adalah gadis yang bersembunyi dari orang tuanya yang kejam. Another theory, ia terbunuh selama Perang Dunia 2 ketika bersembunyi di bilik ketiga toilet. Mana yang benar? Nobody knows.

Ingin memanggil arwahnya? Cukup ketuk pintu toilet 3 kali, lalu ucapkan “Hanako-san, imasu ka?” yang artinya “Hanako-san, apakah kamu di (dalam) sana?”. Jika kamu mendengar jawaban samar dari bilik toilet, ini pertanda untuk segera kabur dari sana!

Jika kamu tetap di sana, pintu akan perlahan-lahan terbuka lalu terlihat sosok Hanako yang memakai rok merah dan rambut yang ditata dengan gaya sanggul tradisional. Melansir GaijinPot, ia akan menyeret korbannya ke toilet dan membuatnya hilang selamanya.

6. Teke Teke
7 Legenda Urban Paling Seram di Jepang, Pernah Dengar?

Sedang berada di sekitar rel kereta di malam hari lalu mendengar suara garukan yang aneh dan disertai siluet wanita bertubuh setengah? Tanpa pikir panjang, larilah! Itu adalah Teke Teke, roh wanita yang tubuhnya terbelah dua karena dilindas kereta api!

Satu versi cerita mengatakan bahwa nama aslinya adalah Kashima Reiko, yang ditabrak kereta api dan membelah tubuhnya menjadi dua. Ia masih hidup dan berjuang menyeret tubuhnya menuju stasiun untuk mencari bantuan. Naas, ia justru dilemparkan kembali ke rel.

Sejak saat itu, rohnya bergentayangan untuk mencari sisa tubuhnya. Kisahnya menjadi inspirasi film berjudul Teketeke yang dirilis pada tahun 2009 dan disutradarai oleh Kōji Shiraishi.

7. Aka Manto
7 Legenda Urban Paling Seram di Jepang, Pernah Dengar?

Dan yang terakhir adalah Aka Manto, yang memakai topeng putih dan jubah merah panjang. Sambil membawa kertas berwarna merah dan biru, ia mendekati korbannya lalu memintanya memilih salah satu dari warna tersebut. What would happen next?

Tidak peduli warna apa yang dipilih, Aka Manto akan tetap membunuh korbannya. Mengutip GaijinPot, memilih merah berarti ia akan menusuk korbannya dan menumpahkan darahnya ke sekitar. Sedangkan, jika menjawab biru, ia akan mencekik atau menghisap darah korbannya, yang membuat wajahnya kebiruan dan mati di lantai.

Lantas, apa yang harus dilakukan saat tidak sengaja menemuinya? Jalan keluarnya adalah mengabaikan atau melarikan diri darinya. Segera ambil langkah seribu!

Mural adalah seni urban yang memanfaatkan tembok dan dinding sebagai media. Selain sebagai seni murni, mural muncul sebagai pesan dari masyarakat urban melalui gaya bahasa visual yang mereka sajikan. Di sisi lain, bahwa kemunculan mural dalam suatu lokasi memberikan sebuah pesan tersendiri, baik dari segi lingkungan di sekitar lokasi atau sasaran publik atas lokasi tersebut.

Jembatan Pasupati di Bandung telah lama menjadi arena bagi seniman mengekspresikan gagasan mereka dengan mural.  Lalu, bagaimana mitologi yang dibentuk dalam seni mural di bawah Jembatan Pasupati? Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kualitatif yang dikerucutkan lagi dengan menggunakan metode semiologi dari Roland Barther sebagai pasangan pengkajian teori mitologi, serta dengan didukung strategi abduktif untuk memperkuat kompleksitas kajian penelitian.

Estetika dan makna yang dibalik lukisan adalah sebuah pertarungan bagi “pembaca” bukan seniman itu sendiri meski muralis selalu menyelaraskan antara estetika dan makna. Dinding di tiang-tiang Jembatan Pasupati adalah sebuah lingkungan yang dipilih dan disasar Pemerintah Kota Bandung untuk menjadi media.