Deretan Kisah Sarang Makhluk Gaib di Pasar Turi Surabaya

Deretan Kisah Sarang Makhluk Gaib di Pasar Turi Surabaya

Deretan Kisah Sarang Makhluk Gaib di Pasar Turi Surabaya – Makhluk gaib yang disebut juga Makhluk halus, Makhluk yang tak kasatmata, atau Makhluk astral adalah istilah yang digunakan untuk menyebut makhluk hidup yang eksistensinya tidak dapat dijangkau oleh pancaindra Manusia. Kata makhluk berasal dari kata bahasa Arab yang berarti “yang diciptakan” dan “Ghaib” yang artinya “tidak tampak”. Sehingga ghaib disini maksudnya adalah apabila dilihat dari sudut pandang (indra) Manusia terhadap makhluk-makhluk tersebut.[

Menapak jejak Pasar Turi Lama yang melegenda di Kota Surabaya, Jawa Timur, kini hanya tersisa bangunan terbengkalai yang dipenuhi sampah. Penyebab bangunan pasar ini terbengkalai ialah kebakaran yang terjadi pada tahun 2012. Pasar tradisional Surabaya ini juga sudah berkali-kali terbakar sebelumnya. Terhitung sejak thaun 1950 hingga 2012, sudah lima kali bangunan ini dilahap si jago merah. Sayang, sejak kebakaran tahun 2012, hingga kini belum dilakukan renovasi terhadap bangunan Pasar Turi Lama.

Pasar Turi lama sangat legendaris dan telah mengisi kehidupan warga Surabaya ratusan tahun lamanya. Bahkan, sejak Indonesia kala itu masih dijajah oleh Belanda, Pasar Turi Lama sudah berdiri dengan gagahnya. Dahulu kala ketika Indonesia masih dijajah, banyak tantara yang mati di atas tanah Pasar Turi Lama ini. Seperti halnya, Pasar Turi sempat menjadi sasaran amuk tentara Inggris saat agresi militernya dan meninggalkan tantara-tentara Inggris yang mati.

1. Banyak pedagang yang gunakan susuk untuk melariskan dagangan

Masih Banyak Dipakai, Susuk Ternyata Punya 5 Pantangan Bagi Penggunanya -  Boombastis

Selama penelusuran, Bayu dan Doel mengunjungi setiap lantai di bangunan terbengkalai Pasar Turi Lama, termasuk juga lantai basemen. Dahulunya lantai paling bawah ini digunakan untuk menjual daging, ikan, ayam, dan dagangan lainnya.

Ketika sampai di lantai basemen, Bayu melihat banyak makhluk gaib dengan rupa yang aneh dan tidak seperti biasanya. Bayu pun juga tidak mengetahui apa nama makhluk-makhluk aneh tersebut.

Mulai dari yang bentuk badannya seperti manusia, namun bagian wajahnya memiliki mulut yang sangat lebar dengan gigi bertaring. Selain itu, ada juga makhluk yang kecil sepert tuyul, hanya saja bagian kupingnya lancip. Rupanya hampir mirip dengan goblin dalam film Harry Potter.

“Bentuknya aneh-aneh gitu. Ketahuan gitu kalau ada beberapa bahkan banyak yang menggunakan susuk di sini,” ujar Bayu.

Para pedagang di Pasar Turi Lama kala itu banyak yang menggunakan susuk untuk melariskan dagangan dan membuat dagangannya tersebut menjadi lebih segar. Sehingga, sosok-sosok gaib dari sususk tersebut ada yang tertinggal di bangunan pasar ini.

“Banyaklah itungannya yang pake susuk pelaris gitu di sini. Sama susuk buat bikin dagangannya lebih seger gitu padahal lama. Masih ketinggal di sini (sosok gaib),” ujar Bayu

Bayu menduga, salah satu penyebab terbakarnya Pasar Turi Lama merupakan hasil dari persaingan yang tidak sehat, seperti menggunakan susuk tersebut.

2. Kisah perempuan dan anak kecil yang meninggal di eskalator
Anak Terjepit di Eskalator Mall karena Ayahnya Sibuk Main Ponsel

Dikisahkan oleh masyarakat setempat, pernah ada seorang perempuan dan anak kecil yang meninggal di eskalator Pasar Turi Lama. Kala itu, eskalator pasar tersebut tiba-tiba runtuh ke bawah dan menyebabkan seorang perempuan dan anak kecil yang saat itu sedang menggunakan eskalatornya, meninggal dunia di lokasi.

Bayu mengatakan, ia melihat sosok perempuan dan anak kecil yang sedang berpegangan tangan di sekitar eskalator tersebut.

“Pernah aku jelasin kalau ada sosok yang meninggal terus kita melihat mereka, itu sebenernya jin yang mengambil karakter mereka,” ujar Bayu.

Bayu menekankan, sosok yang dilihatnya bukan arwah dari sosok perempuan dan anak kecil tersebut, melainkan hanya bagian dari jin yang menyerupai kedua sosok ini. Karena manusia sulit melihat wujud asli dari jin sehingga mereka menyamar menjadi manusia yang sudah meninggal.

3. Bangunan Pasar Turi Lama disukai makhluk gaib
Seram! Kisah Misteri Pasar Turi Lama di Surabaya yang Konon Jadi Sarang Makhluk  Gaib

Ketika Bayu dan Doel melakukan penelusuran di bangunan Pasar Turi Lama, mereka melihat bangunan pasar ini sudah sangat terbengkalai. Terlihat besi-besi penyanggah bangunan sudah runtuh, banyak tanaman ilalang yang tumbuh di dalam bangunan, dan juga banyak sampah yang memenuhi setiap lantai bangunan.

Keadaan kotor dan lembab suatu ruangan menjadi tempat ternyaman untuk ditinggali oleh makhluk gaib. Bayu mengatakan, bangunan Pasar Turi Lama ini sekarang menjadi sarang dari pocong, kuntilanak, genderuwo, dan makhluk astral lainnya.

“Kayak golongan pocong, genderuwo, pocong, tuyul ada di sini. Cuman rame banget, karena kotor. Jadi udah rame banget gitu loh di sini,” ujar Bayu.

Bayu dan Doel juga mengunjungi bekas toilet yang kini ditempati oleh sosok genderuwo di tengah-tengah toilet. Ruangan bekas toilet ini sangat bau dan kotor, juga bekas toilet tersebut sering digunakan untuk melakukan hal-hal buruk seperti dua orang yang bersetubuh.

“Tuh brok makanye dipake buat yang engga bener kayak gitu. Makanye di sini banyak makhluk halus yang pade tinggal di sini,” ujar Doel.

Di dalam akidah Islam istilah ghaib mencakup banyak hal seperti kematian, rejeki, jodoh, ruh manusia, hari kiamat, Surga, dll. Beriman kepada yang ghaib adalah salah satu ciri muslim yang bertakwa.

Termasuk kedalam hal ghaib adalah makhluk (ciptaan) yang tidak dapat dijangkau indra manusia seperti dari bangsa Malaikat dan Jin. Di dalam keyakinan Islam dinyatakan keberadaan makhluk-makhluk ghaib tersebut, bahkan sebelum manusia pertama diciptakan, makhluk dari kalangan jin telah terlebih dahulu menghuni bumi.

Akan tetapi dikarenakan perbuatannya yang merusak, sebagian besar dari golongan Jin tersebut dihancurkan oleh para Malaikat bersama Iblis (yang sebenarnya juga dari golongan Jin). Kemudian Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi, yang dikemudian waktu Manusia dan Jin hidup berdampingan di bumi bersama hewan, tumbuhan, dan benda.