Bom Bunuh Diri Makassar Tak Berhubungan dengan Agama Apa Pun

Bom Bunuh Diri Makassar Tak Berhubungan dengan Agama Apa Pun

Bom Bunuh Diri Makassar Tak Berhubungan dengan Agama Apa Pun – Bom bunuh diri sifatnya tidak pandang bulu, dan dengan jelas bermaksud untuk membunuh atau melukai siapa pun yang berada dalam jangkauan ledakan.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Antonius Benny Susetyo, menyebut perisitiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan tindakan yang bertentangan dengan peradaban manusia.

BPIP mengutuk keras aksi terorisme bom bunuh diri yang terjadi pagi ini, Minggu (28/3/2021). Romo Antonius menyebut tindakan terorisme ini tidak berkaitan dengan Club388 Sabung Ayam agama apa pun.

1. Romo Antonius sebut tindak terorisme melukai martabat kemanusiaan
BPIP: Bom Bunuh Diri Makassar Tak Berhubungan dengan Agama Apa Pun

Romo Antonius mengatakan tindakan terorisme ini telah melukai martabat kemanusiaan. Menurut dia, tindakan ini juga mengoyak hati nurani kemanusiaan.

Kita yakin aparat penegak hukum dapat mengungkap motiv peristiwa ini dan menangkap para pelakunya”, ujar Romo Antonius.

2. Ucapkan bela sungkawa, Romo Antonius minta foto-foto korban tak disebar
BPIP: Bom Bunuh Diri Makassar Tak Berhubungan dengan Agama Apa Pun

Atas nama keluarga besar BPIP, Romo Antonius mengucapakan bela sungkawa terhadap para korban yang terdampak dari peristiwa nahas ini.

“Untuk para korban yang tidak berdosa penyerangan bom, semoga tuhan memberkatinya”, ujar Romo Antonius.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak menyebar luaskan foto-foto korban. Menurut Romo Antonius, tragedi ini akan menimbulkan perasaan tidak nyaman.

3. Potongan tubuh pelaku ditemukan oleh aparat
BPIP: Bom Bunuh Diri Makassar Tak Berhubungan dengan Agama Apa Pun

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam membenarkan adanya ledakan yang diduga bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Dalam kejadian tersebut, ditemukan potongan tubuh yang diduga tubuh pelaku yang meledakkan bom. “Dimungkinkan itu pelaku,” ujar Merdisyam diĀ Kompas TV, Minggu (28/3/2021).

Lokasi ledakan menurut Merdisyam, berada di gerbang gereja. Akibat ledakan tersebut, kata dia, ada lima petugas dan empat orang jemaat yang menjadi korban serpihan bom.

“Saat ini kita ada lima petugas gereja dengan empat jemaah terkena serpihan dan kita bawa ke RS. Korban meninggal diduga hanya pelaku,” kata dia.