Berikut Sejarah Dibalik Cerita Mistis Rumah di Bungurasih

Berikut Sejarah Dibalik Cerita Mistis Rumah di Bungurasih

Berikut Sejarah Dibalik Cerita Mistis Rumah di Bungurasih – Tiga rumah yang letaknya tak jauh dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, menjadi saksi bisu praktik ilmu hitam. Diketahui, pemilik rumah tersebut menggunakan pesugihan untuk memperkaya diri. Sekitar setahun lalu, Bayu D. Wicaksono sempat menyambangi ketiga rumah tersebut saat menjadi host PM:AM vlog. Masih membekas di ingatan Bayu bagaimana kengerian dan aura mistis di sana.

Saat itu, kondisi tiga rumah tersebut terbengkalai dan kotor dengan ranting hingga dedaunan yang berserakan. Bayu mengatakan dari tiga rumah, ada dua yang menggunakan pesugihan. Pada suatu hari di daerah Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, terdapat beberapa rumah yang berjajar. Dahulunya rumah-rumah ini dihuni oleh keluarga seperti rumah pada umumnya. Terdapat salah satu rumah yang berisikan keluarga yang sehari-harinya berbisnis.

Sayangnya, ayah dari keluarga ini memutuskan untuk menggunakan pesugihan supaya bisnisnya lancar dan menjadi kaya raya. Sang ayah melakukan ritual perjanjian dengan makhluk gaib, atau yang biasa dikenal dengan pesugihan, untuk menumbalkan orang lain supaya bisnisnya lancar. Pesugihan ini justru menjadi sumber malapetaka bagi keluarga tersebut.

1. Anak terakhir menjadi tumbal dan dikuburkan di dalam rumah

5 Ritual Mengerikan Peminta Tumbal Manusia, Ada di Indonesia Juga -  Citizen6 Liputan6.com

Saat tim memasuki rumah yang sudah terbengkalai, hawa panas langsung menyergap Bayu dan Doel. Semakin ke dalam rumah, hawa terasa semakin panas dan berat.

Kondisi rumah pertama yang dimasuki pun sudah terbengkalai dan ditumbuhi oleh akar-akar di dinding rumah. Bangunannya pun sudah lapuk, dipenuhi oleh sampah, dan memiliki sisi-sisi yang bolong.

Bayu menceritakan, perjanjian pesugihan yang dilakukan ayah dari keluarga ini dengan makhluk gaib harus menumbalkan nyawa anaknya sendiri. Sebab itu, anak terakhir dari keluarga ini dikubur di salah satu ruangan di dalam rumah.

Alasannya, kata Bayu, supaya para tetangga tidak curiga saat anak bungsu keluarga ini tidak pernah terlihat lagi. Kuburan anak perempuan tersebut kini dipenuhi oleh banyak akar di atasnya. Bahkan, akar-akar yang menjalar di dinding rumah pun memusat ke kuburan anak ini.

“Itu (kematian anaknya) gak nyelesain masalah karena dia masih haus materi,” ujar Bayu.

2. Rumah kedua juga menggunakan pesugihan
Hati-hati, Kenali Ciri Kita Sedang Dijadikan Tumbal Pesugihan - WartaBromo

Ketika memasuki bangunan rumah kedua, Bayu dan Doel menghampiri sebuah sumur yang berada di depan rumah. Sumur tersebut dijaga oleh makhluk gaib berupa genderuwo dan setelah diamati, sumur ini juga memakan korban seorang anak kecil seperti rumah sebelumnya.

Bayu menjelaskan, rumah kedua ini juga menggunakan pesugihan seperti rumah pertama. Namun, mereka tidak sadar kalau pesugihan yang digunakan itu justru merugikan keluarga mereka dan juga merugikan tetangga.

“Jadi, rumah pertama pakai pesugihan,┬áterus tanpa disadari rumah kedua ini seret. Kemudian, rumah kedua pakai pesugihan,┬áterus rumah kedua seret. Begitu aja terus, makanya mereka gak pernah merasa cukup,” ujar Bayu.

Perbedaan pesugihan kedua rumah ini ialah rumah pertama menggunakan sosok jenglot dan rumah kedua menggunakan sosok tuyul untuk pesugihan. Kedua rumah ini mencari hal yang sama, yakni kekayaan dunia semata.

“Berawal dari rumah pertama yang menggunakan pesugihan dan rumah samping akhirnya ikut juga. Jadi kayak tambal sulam gitu, lho,” ujar Bayu.

3. Sosok gaib yang besar dan berapi di rumah kedua
Mengapa Mahluk Gaib Dapat Tertangkap Kamera? Begini Penjelasan Founder  Ghost Photography Comunity - Tribunnews.com Mobile

Ketika sedang menyiapkan keperluan untuk stay atau uji nyali di tempat, tiba-tiba Bayu dirasuki oleh sosok gaib dari rumah kedua. Diketahui, sosok ini bernama Geni Banaspati, ia memiliki rupa yang besar seperti genderuwo. Namun, sosok ini mengeluarkan api yang panas dari seluruh tubuhnya dan memiliki kuku yang panjang juga tajam.

Sosok ini merupakan salah satu sosok pesugihan yang menempati rumah kedua di Bungurasih ini. Sosok Geni pun mengaku bahwa ia tidak sendiri di dalam rumah ini, melainkan ada teman-teman lainya yang diundang oleh pemilik rumah.

Awal pesugihan ini dilakukan rumah pertama. Sang kepala keluarga memutuskan untuk membuat perjanjian dengan makhluk gaib demi memperkaya diri. Diketahui, keluarga di rumah pertama memakai jenglot sebagai sarana pesugihannya. Sang ayah juga menumbalkan orang-orang yang disayangi.

Pesugihan di rumah pertama pun awalnya sempat berbuah manis. Keluarga tersebut bisa menjadi kaya raya. Kemudian hal ini diikuti oleh rumah kedua. Sedangkan keluarga di rumah kedua, menggunakan tuyul sebagai perantara untuk memperkaya diri.