Berikut Kisah Anak Indigo Seputar Makhluk Gaib di Jepang

Berikut Kisah Anak Indigo Seputar Makhluk Gaib di Jepang

Berikut Kisah Anak Indigo Seputar Makhluk Gaib di Jepang  – Anak indigo atau anak nila adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural.

Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. Anak Agung Gede Agung Erlangga Jelantik atau yang akrab disapa Erlanga adalah seorang anak indigo yang berasal dari Bali.

Pemuda kelahiran Puri Karangasem ini mulai memiliki kemampuan  supranatural sejak SMA. Sejak SMA, ia sudah mulai bisa melihat makhluk gaib yang sangat mengganggunya sampai membuatnya stres, bahkan sempat divonis mengidap skizofrenia.

1. Melakukan beberapa ritual untuk memberikan ketenangan batin
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Setamat SMA, Erlangga melanjutkan kuliah di Kota Denpasar. Saat kuliah ini, situasi batin Erlangga semakin tidak menentu. Ia kerap memiliki perilaku yang kurang baik seperti tiba-tiba marah atau mengamuk dan sering bolos sekolah.

Karena hal inilah, kedua orang tua Erlangga mengajaknya untuk melakukan beberapa ritual spiritual agar Erlangga menjadi lebih tenang. Setelah itu, Erlangga mulai menjadi lebih baik dan tenang. Ia juga sudah mulai bisa beradaptasi terhadap kemampuannya melihat makhluk-makhluk gaib.

2. Erlangga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Karena Erlangga merasa kondisinya sudah membaik, ia kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke Negeri Sakura, Jepang. Di sana, ia kuliah sambil magang di sebuah usaha kuliner.

Ia memilih ke Jepang karena ini adalah cita-citanya sejak duduk di bangku SMP sehingga ia giat untuk menabung agar bisa digunakan untuk melanjutkan kuliah di Jepang.

3. Mulai diganggu makhluk gaib di apartemen
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Saat tiba di Jepang, bukan ketenangan yang ia dapat. Baru beberapa hari di Jepang, kejadian-kejadian mistis mulai menghampirinya. Berawal saat ia sedang sendirian di apartemennya, makhluk gaib yang ada di sana mulai mengganggunya.

“Saat istirahat sepulang kerja, tiba-tiba kulkas bergerak-gerak sendiri, lampu berkedap-kedip dan dinding dipukul-pukul dengan suara yang sangat keras. Namun saat itu saya santai saja, kalau memang mau memperlihatkan wujudnya ya saya silakan saja,” ungkap Erlangga saat ditemui di salah satu resto mie di Renon pada bulan September lalu.

4. Makhluk gaib mulai menampakkan diri
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Hari selanjutnya, makhluk-makhluk gaib tersebut mulai menampakkan dirinya. Menurut penuturan Erlangga, makhluk gaib yang pertama kali ia lihat adalah sosok makhluk dengan leher yang panjang atau yang sering disebut dengan nama Rokurokubi di Jepang.

“Saat di depan pintu apartemen saya yang berada di lantai 2, tiba-tiba muncul kepala dari tangga dan terlihat makhluk tersebut memiliki leher yang panjang dengan tubuh berada di lantai 1. Muncul sebentar kemudian menghilang begitu saja. Makhluk itu tidak mengganggu, hanya menampakkan dirinya saja,” cerita Erlangga sambil menyantap mie kesukaannya.

5. Erlangga semakin sering melihat penampakan makhluk-makhluk gaib
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Erlangga kemudian mulai sering melihat penampakan makhluk-makhluk gaib, baik saat di apartemennya maupun saat berada di luar apartemennya. Makhluk gaib yang ia lihat berikutnya adalah sosok wanita berambut panjang atau yang disebut dengan nama Sadako.

“Saat saya sedang tidur, tiba-tiba sosok Sadako tersebut keluar dari lemari pakaian dan menghampiri saya. Saat saya menghidupkan lampu, sosok tersebut tiba-tiba saja menghilang. Teman-teman yang saya ajak tinggal di apartemen tersebut tidak ada yang melihat sosok wanita berambut panjang yang keluar dari lemari pakaian saya,” kenang Erlangga.

Selain di dalam apartemennya, saat ia ke luar apartemen seperti ke kebun yang ada di kota tempat tinggalnya, ia juga sering melihat penampakan-penampakan makhluk gaib dengan beragam bentuk.

6. Makhluk-makhluk gaib semakin agresif mengganggu Erlangga
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Semakin hari, makhluk-makhluk gaib tersebut mulai membuat Erlangga merasa tidak nyaman. Makhluk-makhluk gaib tersebut mulai mengganggunya secara agresif. Pernah suatu ketika saat ia sedang tidur badannya diangkat sambil lehernya seperti dicekik.

Setelah diganggu, tubuhnya menjadi lebam-lebam biru kehitaman di beberapa bagian. Namun anehnya, setelah ia tunjukkan ke teman-temannya, teman-temannya sama sekali tidak bisa melihat lebam-lebam tersebut.

7. Meminta bantuan paranormal di Jepang dan pergi ke kuil setempat
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Karena sudah merasa tidak nyaman lagi, Erlangga kemudian pergi ke suatu kuil untuk memohon bantuan agar ia diberi perlindungan dan ketenangan. Selain itu, ia meminta bantuan paranormal setempat yang menyarankankan agar Erlangga tidak menetap di Jepang lagi dan balik ke Bali.

8. Sedih dan kecewa saat harus memutuskan untuk balik ke Bali
Cerita Anak Indigo dari Bali Diganggu Makhluk Gaib di Jepang 

Erlangga kemudian menghubungi keluarga di Bali untuk menceritakan kejadian-kejadian yang ia alami. Orang tuanya memutuskan agar Erlangga segera pulang ke Bali. Belum ada sebulan di Jepang, Erlangga memutuskan untuk pulang ke Bali. “Sedih dan kecewa sekali saat itu, cita-cita sejak SMP untuk bisa kuliah di Jepang sirna. Saya hampir setiap hari menangis karena harus balik ke Bali,” kenang Erlangga yang juga merupakan salah satu keturunan raja dari Mataram Lombok.

Sepulang Erlangga dari Jepang, ia kemudian melanjutkan menjalankan beberapa prosesi ritual untuk menguatkan kemampuan supranatural yang ia miliki. Erlangga memutuskan untuk menekuni dunia spiritual. Banyak warga yang membutuhkan bantuannya untuk menyelesaikan masalah dalam dunia supranatural atau dunia gaib.

Ia enggan menerima imbalan jasa karena ia berniat secara tulus dan ikhlas membantu warga yang memerlukan bantuannya. Meskipun tidak ada satu bukti penelitian pun yang membuktikan keberadaan anak indigo atau sifat mereka, fenomena ini menarik perhatian orang tua yang anaknya didiagnosis mengalami kesulitan belajar atau yang ingin anaknya spesial.

Kaum skeptik memandangnya sebagai cara orang tua menghindari penanganan pediatrik atau diagnosis psikiatrik yang tepat.  Daftar sifat yang dimiliki anak indigo juga dikritik karena terlalu umum sehingga dapat diterapkan untuk hampir semua orang (efek Forer). Fenomena indigo dituduh pula sebagai alat untuk menambang uang dari orang tua yang mudah ditipu.