berikut ini lima tradisi unik perayaan Halloween di Eropa Barat yang menyenangkan

Beberapa Tradisi Unik Perayaan Halloween di Eropa Barat

Beberapa Tradisi Unik Perayaan Halloween di Eropa Barat – Halloween atau Hallowe’en, yang juga disebut sebagai Allhalloween, All Hallows’ Eve, atau All Saints’ Eve. Halloween adalah suatu perayaan yang dapat dijumpai di sejumlah negara pada tanggal 31 Oktober, yaitu malam Hari Raya Semua Orang Kudus di Kekristenan Barat.

Memasuki bulan Oktober, masyarakat Eropa mulai bersiap untuk menyambut Halloween yang identik dengan pesta hantu. Konon katanya, setiap 31 Oktober para arwah akan berkeliaran. Seram, ya!

Sejak dulu, negara-negara di Eropa telah merayakan Halloween dengan tradisi unik mereka sendiri. Bukan sekadar pesta hantu, berikut ini lima tradisi unik perayaan Halloween di Eropa Barat yang menyenangkan. Ada makna di balik perayaan itu, lho.

1. Jerman
5 Tradisi Halloween di Eropa Barat, Bukan Sekadar Pesta Hantu

Di Jerman, perayaan Halloween dikenal dengan nama Martinstag yang jatuh pada 11 November. Anak-anak akan berkeliling membawa lentera sambil bernyanyi. Perayaan ini terasa menyenangkan karena mereka mengumpulkan roti dan permen.

Orang Jerman akan menyembunyikan semua pisau yang ada di rumahnya. Itu dilakukan karena meraka khawatir benda tajam ini akan menyakiti arwah yang berkeliaran di malam Halloween.

Perayaan Halloween tertua di Jerman berlangsung di kastil tua Burg Frankenstein. Di tempat ini, pengunjung akan melihat orang berdandan menyerupai hantu. Ditambah dengan musik bernuansa horor, kamu bakal seperti sedang berkeliling di rumah hantu.

2. Belanda
5 Tradisi Halloween di Eropa Barat, Bukan Sekadar Pesta Hantu

Halloween di Belanda juga dirayakan pada 11 November. Mereka menyebutnya dengan nama Martinisingen atau Sint Maarten. Pada dasarnya, perayaan ini dilaksanakan untuk menghormati Hari Saint Martin.

Pada tanggal tersebut, tepatnya pukul 11:11, anak-anak akan mengunjungi tiap rumah di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka membawa lentera berwarna-warni sambil bernyanyi lagu tentang Saint Martin. Mereka akan mendapatkan permen sebagai hadiah.

3. Austria
5 Tradisi Halloween di Eropa Barat, Bukan Sekadar Pesta Hantu

Orang-orang Austria menyebut Halloween sebagai perayaan Seleenwoche  yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November. Selama hari libur ini, orang Austria melakukan kebaktian di gereja setempat.

Mereka menyiapkan roti, air, dan lentera sebagai persembahan untuk jiwa-jiwa yang berkeliling pada 31 Oktober malam. Seperti Halloween di Amerika Serikat, Seleenwoche juga identik dengan labu. Namun, alih-alih diukir menyerupai wajah hantu, mereka lebih memilih menanam dan memakannya.

4. Prancis
5 Tradisi Halloween di Eropa Barat, Bukan Sekadar Pesta Hantu

Halloween di Perancis dirayakan sebagai Toussaint, yang berarti Hari Semua Jiwa. Toussaint dirayakan selama 22 Oktober hingga 3 November sejak 835 Masehi. Terkadang hari itu juga disebut Potato Holidays di mana sekolah diliburkan dan anak-anak istirahat.

Sepanjang Touissaint, orang Prancis akan berkumpul di rumah untuk memperkuat ikatan keluarga. Mereka juga mengunjungi makam untuk berziarah dan berbagi bunga. Selama periode Touissaint, setiap anggota keluarga dilarang keras untuk berdebat atau berkelahi.

5. Belgia
5 Tradisi Halloween di Eropa Barat, Bukan Sekadar Pesta Hantu

Orang Belgia menamai 31 Oktober sebagai hari All Saints’ Eve atau All Hallows Eve. Ini menandai awal dari periode tiga hari untuk mengenang anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Dimulai dari 1 November, tiap keluarga akan melakukan kebaktian di gereja dan mengunjungi makam. Mereka meletakkan bunga dan lilin di makam orang yang dicintainya. Mereka percaya bahwa yang telah pergi ke Surga akan terus terikat kuat dengan mereka yang masih hidup di bumi.

Seiring perkembangan zaman, hampir seluruh masyarakat di dunia juga turut merayakan Halloween. Kini Halloween identik dengan perayaan di mana peserta akan berdandan dengan kostum lucu hingga seram. Apakah kamu juga merayakan Halloween tahun ini?

Terdapat keyakinan luas bahwa banyak tradisi Halloween bermula dari festival-festival panen Kelt kuno yang mungkin memiliki akar-akar pagan, khususnya festival Samhain etnis Gael, dan festival tersebut dikristenkan sebagai Halloween.Sejumlah pihak lain meyakini bahwa Halloween bermula secara independen sebagai suatu perayaan Kristen semata, terpisah dari festival kuno seperti Samhain.

Kegiatan saat Halloween meliputi Trick or treat (atau hal terkait penyamaran dengan kostum seram), menghadiri pesta kostum Halloween, mendekorasi, mengukir waluh menjadi Jack-o’-lantern, menyalakan api unggun besar, permainan ramalan atau penenungan, apple bobbing, bermain lelucon praktis, mengunjungi atraksi berhantu, menceritakan dongeng menakutkan, dan menonton film horor.