Berikut Fakta Seputar Joker yang Ternyata Hanya Mitos Belaka

Berikut Fakta Seputar Joker yang Ternyata Hanya Mitos Belaka

Berikut Fakta Seputar Joker yang Ternyata Hanya Mitos Belaka – Joker adalah sebuah karakter penjahat super fiksi yang dibuat oleh Bill Finger, Bob Kane, dan Jerry Robinson yang pertama kali muncul dalam keluaran debut buku komik Batman (25 April 1940) yang diterbitkan oleh DC Comics.

Klaim atas pembuatan Joker dipersengketakan; Kane dan Robinson mengklaim tanggung jawab atas rancangan Joker, sementara Finger berkontribusi terhadap penulisannya. Joker adalah supervillain dari buku komik yang paling dikenal sepanjang masa. Sejak “Dark Knight” Gotham pertama kali muncul, badut pembunuh ini terkenal karena pembantaiannya dan aksi kejahatan lainnya.

Karakternya yang begitu kuat dan ikonik, selalu dihadirkan di hampir setiap adaptasi Batman hingga saat ini. Meskipun Joker dianggap sebagai pria aneh dan psikopat bagi kebanyakan orang, ternyata masih banyak kesalahpahaman tentang Joker selama bertahun-tahun.

1. Mitos: Joker memiliki asal usul yang jelas terkait penampilan dan kepribadiannya
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Banyak orang mengira bahwa Joker adalah seorang gangster bernama Red Hood yang tak sengaja diceburkan ke tangki bahan kimia beracun oleh Batman. Bahan kimia hijau ini mengubah warna kulit dan rambutnya, serta menciptakan senyuman khas Joker yang mengerikan.

Kisah klasik ini disempurnakan oleh The Killing Joke karya Alan Moore, ia menambahkan kisah tragis Joker seperti kehilangan istrinya yang hamil dan karier komediannya yang gagal. Dalam The Dark Knight, karakter Joker yang diperankan Heath Ledger menceritakan bagaimana Joker memiliki trauma masa lalunya, seperti perlakuan kasar Bibi Eunice kepadanya saat ia masih kecil, dengan menggosokkan pemutih ke tubuh Joker.

Cerita lain menyatakan bahwa senyum khasnya tidak ada hubungannya dengan bahan kimia, tetapi Batman yang mengiris bibir Joker hingga lebar. Semua cerita asal-usul ini mungkin tampak membingungkan, dan itulah intinya. Seperti yang dijelaskan Polygon, Joker memiliki kekuatan alaminya, jadi banyaknya cerita asal usulnya tersebut justru akan menghilangkan potensi karakternya.

2. Mitos: Jack Napier adalah nama asli Joker
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Jack Napier bukanlah nama asli Joker. Nama “Jack Napier” dibuat untuk film Batman tahun 1989 karya Tim Burton. Nama “Napier” sebenarnya merupakan penghormatan kepada Alan Napier, aktor yang memerankan Alfred di serial TV tahun 1960-an. Nama Jack Napier juga muncul di Batman: The Animated Series, tetapi DC Multiverse Historian mengungkapkan bahwa nama itu dihapus sebagai alias.

3. Mitos: Joker itu gila
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Joker memang banyak melakukan tindakan aneh dan mengerikan, tetapi menganggapnya ‘gila’ sebenarnya tidak sesuai dengan karakternya, dan tentunya meremehkan masalah kesehatan mental yang dideritanya, seperti yang dicatat oleh Today. Namun dalam buku komik Arkham Asylum, oleh Grant Morrison dan Dave McKean, psikiater Joker sendiri bahkan tidak yakin bahwa Joker ‘gila’.

Dicetak ulang dalam Dazed, Joker didiagnosis tidak memiliki kendali atas rentetan persepsi sensorik di sekitarnya. Pada dasarnya, dia tidak bisa memilih apa yang dia alami. Jadi, setiap peristiwa yang dialaminya mempengaruhi kepribadiannya berdasarkan lingkungannya.

Bahkan jika Joker tidak ‘gila’, dia tetaplah seorang pembunuh yang tidak bermoral, tapi Joker bertanggung jawab atas tindakannya itu, dan memahami bahwa dia telah menyakiti orang lain. Dilansir How Stuff Works, satu-satunya alasan Joker menganggap dirinya ‘gila’ karena dia ingin menghindari hukuman mati.

4. Mitos: Kematian Heath Ledger dikaitkan dengan perannya sebagai Joker
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Peran Heath Ledger sebagai Joker di The Dark Knight, dikaitkan dengan kematiannya. Independen melansir kabar bahwa untuk memerankan karakter Joker, Ledger mengurung dirinya di kamar hotel selama sebulan dan menyimpan buku harian Joker yang dianggap sangat gelap. Ledger pun secara tragis meninggal karena overdosis obat penenang pada bulan-bulan menjelang rilis film tersebut. Banyak yang menduga bahwa Ledger ‘dihantui’ oleh penampilannya sendiri yang menyeramkan sebagai Joker.

Namun, menurut film dokumenter I Am Heath Ledger, seperti yang ditulis oleh Telegraph, Ledger telah berjuang dengan insomnia selama bertahun-tahun, jauh sebelum perannya sebagai Joker. Adiknya, Kate Ledger, menentang pernyataan bahwa peran Joker berkontribusi pada kematian kakaknya.

5. Mitos: Joker sangat membenci Batman
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Kita sudah tidak heran jika Batman membenci Joker. Namun, Joker ternyata menyukai segala sesuatu tentang Batman. Misalnya, dalam Batman #663, Joker berkata, “Aku tidak akan pernah bisa membunuhmu.”

Dalam The Dark Knight Returns karya Frank Miller, Batman tidak mengejarnya selama satu dekade, dan Joker sangat tertekan dengan ketidakhadiran Batman. Joker akhirnya melakukan pembunuhan massal. Nah, pembunuhan yang dilakukan Joker ini semata-mata karena dia ingin mencari perhatian Batman.

Seksualitas Joker sering menjadi bahan perdebatan. Antara obsesinya dengan Batman dan kurangnya minat seksualnya pada Harley Quinn.

6. Mitos: Joker diciptakan untuk menjadi musuh utama Batman sejak awal
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Dinamika antara Batman dan Joker sangat sempurna. Batman mewakili ketertiban, dan Joker berarti kekacauan. Namun terlepas dari semua perbedaan mereka, psikologi kedua pria itu sangat mirip. Tapi apakah benar Batman ada karena Joker? Salah.

Pada awalnya, Joker tidak pernah dianggap sebagai musuh utama Batman. Dikutip Comic Book Resources, badut itu tidak menunjukkan wajahnya sampai tahun 1940, sekitar setahun setelah Batman pertama kali debut.

Editor Whitney Ellsworth berpikir bahwa karakter Joker memiliki banyak potensi untuk ditulis. Menurut sebuah wawancara dengan penulis komik Steve Englehart di NPR, Ellsworth memasukkan kisah tambahan untuk si badut penjahat ini, karena mempertimbangkan betapa populernya badut pembunuh ini dalam beberapa dekade sejak komik Batman #1.

7. Mitos: Joker sangat mencintai Harley Quinn
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Suicide Squad yang rilis tahun 2016 mendapat perhatian negatif, termasuk skor Rotten Tomatoes yang sangat rendah. Salah satu aspek film yang paling dikritik, baik oleh penggemar maupun bukan penggemar adalah penggambaran romantis antara Joker dan Harley Quinn. Apalagi romansa mereka dilegitimasi berdasarkan toxic relationship seperti manipulasi, terapi kejut, dan bahan kimia yang mengubah otak.

Faktanya, Joker tidak peduli dengan Harley Quinn, yang membuat Harley memujanya begitu tragis. Joker juga tidak pernah menunjukkan minat romantisnya untuk siapa pun kecuali Batman.

Seperti yang digambarkan dalam komik dan kartun, Joker mengabaikan Harley Quinn karena alasan penderitanya sendiri. Selain itu, Joker mencoba membunuh Harley dalam berbagai kesempatan, mulai dari menjebaknya dengan roket hingga memberinya karangan bunga berisi peledak TNT.

8. Mitos: Joker selalu digambarkan sebagai seorang laki-laki
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Joker digambarkan sebagai laki-laki. Namun, tidak semua versi karakter Joker adalah laki-laki, lho. Baru tahu? Dalam alur cerita komik Flashpoint, Barry Allen (The Flash) menceritakan asal mula Batman yang sangat berbeda. Alih-alih Thomas dan Martha Wayne yang tertembak di Crime Alley, Bruce Wayne kecil justru yang tertembak. Kematian anak laki-laki itu mendorong Thomas Wayne untuk membalas pembunuhan putranya sehingga ia menjadi Batman yang kejam, dan Martha menjadi Joker.

Joker versi Martha Wayne sama sadisnya dengan Joker versi laki-laki. Sentuhan ini juga menambahkan dinamika baru antara Batman dan Joker, dengan menjadi mantan kekasih dan musuh bebuyutan. Selain itu, Screen Rant melaporkan bahwa dalam komik Batman: White Knight tahun 2017, Harley Quinn justru menjadi versi baru dari Joker.

9. Mitos: Batman satu-satunya pahlawan yang selalu dihadapi Joker
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Kebanyakan pahlawan super memiliki antagonis terkenal yang mendefinisikan cerita mereka. Superman akan selalu menghadapi Lex Luthor. Wonder Woman akan selalu berselisih dengan Ares. Lalu, ada Batman dan Joker. Namun, seperti halnya Batman yang bergabung dengan Justice League, Joker juga dipertemukan dengan pahlawan super lainnya.

Meskipun Joker terkadang dipertemukan dengan pahlawan seperti Wonder Woman dan Green Arrow, persainganya yang paling seru adalah dengan Superman. Seperti yang dijelaskan oleh Kotaku, hubungan antara dua musuh ini berubah menjadi sangat kelam di Injustice, di mana Joker menipu Superman untuk membunuh Lois Lane, yang membuat Superman sangat marah sehingga dia membunuh Joker dengan kekuatan tangannya.

10. Mitos: Harley Quinn adalah satu-satunya sidekick Joker
Salah Persepsi, 10 Hal tentang Joker Ini Ternyata Cuma Mitos

Sejak debutnya di Batman: The Animated Series, Harley Quinn tumbuh menjadi salah satu karakter DC Comics yang paling populer. Namun, Harley Quinn bukanlah sahabat karib pertama Joker, dan Harley bukan satu-satunya orang yang pernah dimilikinya.

Selain Harley, hubungan (sidekick) Joker yang paling terkenal lainnya adalah Gagsworth A. Gagsworthy, atau juga dikenal sebagai Gaggy, karakter ini pertama kali muncul di tahun 60-an sebagai ‘pengungsi sirkus’ yang disewa oleh Joker sebagai anteknya. Selama bertahun-tahun, dia hanya ada di komik Batman #186, tetapi komik di abad ke-21 ia menjadi musuh Harley Quinn, dia marah karena Harley Quinn menggantikan posisinya.

Selain Gaggy, ada Bob the Goon, pemimpin antek-antek Joker dalam film Batman 1989 oleh Tim Burton, dan ada juga Jackanapes, gorila super cerdas yang diculik Joker dari kebun binatang dan dibesarkan sebagai anaknya sendiri, dalam sebuah cerita tahun 2013.

Dalam penampilan buku komiknya, Joker digambarkan sebagai dalang kejahatan. Diperkenalkan sebagai psikopat dengan rasa humor yang sadistik, karaktersebut menjadi goofy prankster pada akhir 1950an dalam menanggapi permintaan dari Comics Code Authority, sebelum kembali ke sifat gelapnya pada awal 1970an.

Sebagai musuh Batman, Joker menjadi bagian dari cerita-cerita pahlawan super tersebut, yang meliputi pembunuhan Jason Todd—petinggi Robin dan Batman kedua—dan paralisis terhadap salah satu sekutu Batman, Barbara Gordon. Joker telah memiliki berbagai kemungkinan kisah asal muasal pada dekade-dekade penampilannya.

Kisah paling umum melibatkan dirinya jatuh dalam sebuah tak pembuangan kimia yang memucatkan kulitnya menjadi putih, membuat rambutnya menjadi hijau, dan bibirnya menjadi merah; akibatnya ia menjadi jahat. pada antitesis Batman dalam kepribadian dan penampilan, Joker dianggap oleh para kritikus menjadi pengiklanan besarnya.

Deretan mitos tentang Joker di atas sering kali menempel dibenak kita. Nah, mulai dari sekarang, jangan terkecoh lagi, ya. Kan, sudah mengenal Joker lebih dekat lewat tulisan ini.