Berikut Deretan Buah yang Selalu Ada Dalam Upacara Gebogan

Berikut Deretan Buah yang Selalu Ada Dalam Upacara Gebogan

Berikut Deretan Buah yang Selalu Ada Dalam Upacara Gebogan – Gebogan atau Pajegan merupakan sesaji yang digunakan oleh umat agama Hindu di Bali. Gebogan biasanya terdiri dari kumpulan buah-buahan, jajan atau bunga yang disusun rapi diatas sebuah dulang (sebuah tempat untuk menyusun buah-buahan, jajan dan bunga).

Gebogan biasanya di suun (diletakkan diatas kepala) oleh ibu-ibu dan dibawa menuju pura sebagai bentuk persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan). Kurang lengkap rasanya ke Bali apabila tidak mengenali budayanya. Satu budaya Bali yang cukup populer adalah gebogan. Gebogan selalu ada saat upacara keagamaan. Ukuran gebogan menjulang tinggi dengan ukuran 50 cm sampai 1,5 meter.

Dalam gebogan terdapat batang pisang yang akan menjadi penyangga dengan dulang di bawahnya untuk menusuk buah-buahan menggunakan lidi bambu. Buah merupakan unsur terpenting dari gebogan ini. Karena buah sebagai wujud kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa.

1. Apel Fuji.
Makna Gebogan, Sesaji yang Diusung Saat Upacara di Bali

Perhatikanlah bagian bawah gebogan. Maka kita akan menemukan deretan apel fuji yang besar dan segar. Buah di gebogan dipasang berderet dan apel fuji biasanya dipasang dideret paling bawah.

Hal ini karena ukuran apel fujinya besar. Sehingga gebogan bisa berpenampang segitiga, yaitu buah yang besar di bawah dan buah yang kecil di atas. Namun saat ini buah seperti mangga, dan buah naga pun dapat dipasang paling bawah.

2. Apel Merah.
Makna Gebogan, Sesaji yang Diusung Saat Upacara di Bali

Agar gebogan lebih berwarna dan menarik, maka apel berwarna merah cerah ini selalu ada dalam sesajen tinggi tersebut. Apel merah biasanya dipasang di bagian tengah bawah dan tengah atas gebogan. Warnanya yang mencolok akan membuat gebogan lebih indah dan enak dipandang.

3. Buah Pir.
Makna Gebogan, Sesaji yang Diusung Saat Upacara di Bali

Warna kuning cerah buah pir tentu membuat gebogan menjadi lebih indah. Untuk itulah buah pir selalu ada dalam setiap gebogan yang dibuat. Buah ini biasanya dipasang di bagian tengah gebogan. Warna kuning cerahnya membuat buah pir memberikan cahaya dalam gebogan.

4. Jeruk Sunkist atau Mandarin.
Makna Gebogan, Sesaji yang Diusung Saat Upacara di Bali

Jeruk memang buah wajib dalam setiap acara apapun. Dalam gebogan tanpa jeruk, gebogan tersebut serasa tidak lengkap. Jeruk yang biasanya ada dalam gebogan adalah jeruk sunkist dan jeruk mandarin.

Jeruk ini biasanya dipasang di bagian tengah atas gebogan. Warna oranye terangnya membuat gebogan menjadi enak untuk ditatap.

5. Pisang.
Makna Gebogan, Sesaji yang Diusung Saat Upacara di Bali

Sebagus-bagusnya gebogan, tanpa adanya pisang, maka gebogan tidak akan mempunyai arti apa-apa. Hal ini karena pisang menjadi buah wajib di gebogan. Bukan hanya gebogan, bahkan setiap sesajen pisang merupakan buah wajib yang harus ada. Biasanya pisang terletak di belakang gebogan dengan deretan ke atas.

Makna dan filosofi gebogan bisa dilihat dari bentuknya yang mengerucut seperti gunung, makin keatas, makin mengerucut (lancip) dan diatasnya diberi canang sari dan sampyan (hiasan yang ditaruh diatas buah-buahan yang terbuat dari janur) sebagai wujud persembahan dan bhakti kehadapan Tuhan sang pencipta alam semesta.

Nilai dari sebuah gebogan tidak dilihat dari tinggi rendahnya gebongan tersebut, tapi dari keikhlasan hati dalam menunjukkan rasa syukur dan selebihnya merupakan pengapresiasian seni.