Beberapa Tempat yang Dianggap Mitos Padahal Benar-Benar Ada

Beberapa Tempat yang Dianggap Mitos Padahal Benar-Benar Ada

Beberapa Tempat yang Dianggap Mitos Padahal Benar-Benar Ada – Mitos atau mite (mythe) adalah bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta (seperti  penciptaan dunia dan keberadaan makhluk di dalamnya), serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional.

Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta dan bentuk  topografi, keadaan dunia dan para makhluk penghuninya, deskripsi tentang para makhluk mitologis, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual.

Ada banyak tempat di dunia ini yang selalu dikaitkan dengan idn poker ios keyakinan atau mitos pada masa lalu. Namun, sering kali beberapa mitos tersebut tidak diikuti dengan kepastian apakah kejadian tersebut berdasarkan realitas atau hanya cerita turun menurun. Tetapi, di beberapa tempat ini, kisah yang hanya menjadi mitos masa lampau, lama-kelamaan ternyata terbukti keasliannya, percaya gak percaya, ya! Well, sangat menarik untuk dibahas bukan?

1. Situs Perang Troya, Troy, Turki
Percaya Gak? 6 Tempat yang Dianggap Mitos Ini Ternyata Beneran Ada

Puisi-puisi karya Homeros yaitu Iliad dan Odisseia pernah menuliskan kisah perang paling sadis yang hingga kini menjadi misteri dunia, yaitu Perang Troya antara Kota Troya dan Achaea (Yunani Kuno) selama 10 tahun karena dipicu oleh Pangeran Troya yang menculik Putri Zeus bernama Helen. Berkat rencana Odisseus untuk membuat kuda raksasa atau Troya dari kayu sebagai tempat persembunyian, dia dan orang-orang Achaea berhasil menembus tembok besar Troya.

Selama berabad-abad, para sejarawan yakin bahwa Perang Troya sepenuhnya merupakan mitos Yunani. Namun pada akhir 1800-an, arkeolog Heinrich Schliemann menemukan sebagian sisa-sisa Troya di dekat pantai barat laut Turki. Saat ini, reruntuhan berusia 4.000 tahun itu telah menjadi situs Warisan Dunia UNESCO.

2. Hutan Sherwood Robin Hood, Nottinghamshire, Inggris
Percaya Gak? 6 Tempat yang Dianggap Mitos Ini Ternyata Beneran Ada

Lebih dari 600 tahun berbagai drama, novel, hingga film berlomba-lomba untuk menceritakan kisah penjahat yang tak kenal takut dan baik hati ini. Dari banyaknya versi dari cerita tersebut, sebagian besar selalu mengisahkan Robin Hood sebagai pemanah handal yang mencuri harta orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin, serta memimpin pasukannya melawan Sheriff of Nottingham atau penguasa yang lalim.

Hutan Sherwood di Nottinghamshire yang dulunya diyakini sebagai tempat persembunyian Robin Hood dan gerombolannya, sekarang telah menjadi cagar alam nasional seluas 450 hektar yang dapat dikunjungi wisatawan serta dilengkapi dengan jalanan setapak yang melewati beberapa pohon tertua di Eropa.

3. Loch Ness, Highland, Skotlandia
Percaya Gak? 6 Tempat yang Dianggap Mitos Ini Ternyata Beneran Ada

Dalam mitos paling terkenal di Skotlandia, Monster Loch Ness atau Nessie dikatakan menghuni Loch Ness yaitu loch atau danau air tawar terbesar di Inggris Raya, yang memiliki panjang 37 kilometer dengan kedalaman hampir 200 meter. Seorang dokter dari London pertama kali merekam Nessie pada tahun 1934. Puluhan laporan penampakan telah muncul sejak saat itu, dan misteri itu tetap belum terpecahkan hingga kini.

Danau ini merupakan sumber dari Sungai Ness menuju Moray Firth, airnya yang berwarna coklat dan dalam kondisi tenang membuat beberapa orang meyakini bahwa itu hanyalah fatamorgana. Beberapa kisah yang berhubungan dengan monster serta banyaknya toko souvenir membuat danau ini menjadi tujuan para wisatawan dari berbagai negara.

4. Xanadu, Inner Mongolia, China
Percaya Gak? 6 Tempat yang Dianggap Mitos Ini Ternyata Beneran Ada

Marco Polo pernah membawa sebuah cerita tentang kebesaran Kubilai Khan setibanya dari Tiongkok. Dalam ceritanya Marco Polo sangat takjub dengan istana milik kaisar China asal Mongolia yang berada di XanaduXanadu atau Shangdu digambarkan sebagai istana marmer yang dikelilingi oleh taman besar selebar 26 kilometer serta dipenuhi dengan air mancur, sungai, dan binatang-binatang liar.

Sejak situs istana Kubilai Khan akhirnya ditemukan, menjadi fakta bahwa tempat tersebut bukanlah mitos belaka. Istana Khan yang ditemukan itu rupanya dua kali lebih besar daripada Gedung Putih yang ada di Washington, Amerika Serikat. Penemuan arkeologi ini memastikan bahwa kota tersebut terletak di daerah yang sekarang bernama Inner Mongolia, daerah otonom setingkat provinsi yang ada di China.

5. Gunung Olympus, Yunani
Percaya Gak? 6 Tempat yang Dianggap Mitos Ini Ternyata Beneran Ada

Gunung Olympus menjadi latar tentang banyak mitos Yunani kuno. Dikenal sebagai rumah dari 12 dewa kuno (Zeus, Hera, Apollo, Athena, dan nama besar lainnya), menurut Homer, para dewa tersebut tinggal di lipatan pegunungan yang misterius, Pantheon (sekarang disebut Mytikas) adalah tempat pertemuan mereka, di mana Dewa Zeus mendengar suatu perkataan panas yang membuat ia sangat marah kala itu.

Sejak zaman kuno, kabut dan badai yang menyelimuti gunung ini tetap menjadi sebuah misteri, seperti visualisasi kemarahan Dewa Zeus ketika amarahnya memuncak. Namun, Gunung Olympus kini telah menjadi taman nasional yang dilindungi oleh pemerintah Yunani sebagai tempat perlindungan bagi beraneka macam burung serta tumbuhan dan hewan-hewan langka.

Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas. Klasifikasi mitos Yunani terawal oleh Euhemerus,  Plato (Phaedrus), dan Sallustius dikembangkan oleh para neoplatonis dan dikaji kembali oleh para mitografer zaman Renaisans seperti dalam Theologia mythologica (1532).

Mitologi perbandingan abad ke-19 menafsirkan kembali mitos sebagai evolusi menuju ilmu (E. B. Tylor), “penyakit bahasa” (Max Müller), atau penafsiran ritual magis yang keliru (James Frazer). Penafsiran selanjutnya menolak pertentangan antara mitos dan sains.