Beberapa Ritual Tumbal Manusia yang Masih Ada Hingga Kini

Beberapa Ritual Tumbal Manusia yang Masih Ada Hingga Kini

Beberapa Ritual Tumbal Manusia yang Masih Ada Hingga Kini – Tumbal adalah benda atau makhluk hidup yang diserahkan sebagai korban atau persembahan untuk suatu keinginan tertentu.

Tumbal seringkali menjadi bagian dari praktik perdukunan seperti dalam ritual pesugihan. Tumbal berkaitan erat dengan dunia mistik sehingga pembuktiannya sangat susah. Banyak orang mengira pengorbanan manusia telah lama punah.

Namun ternyata tidak dan itu tetap berjalan hingga era modern saat ini.  7 kasus pengorbanan manusia berikut membuktikan bahwa kebrutalan manusia yang telah menjadi bawaan, gak dapat begitu mudah ditinggalkan di masa lalu.

1. Pengorbanan para albino.
7 Ritual Tumbal Manusia Teraneh yang Masih Ada di Era Modern Ini

Para albino di wilayah Great Lakes di Afrika dan Tanzania menghadapi diskriminasi dan kekerasan, termasuk pengorbanan mereka sebagai tumbal, dari sesama anggota masyarakat mereka. Meskipun lebih dari 200.000 orang Tanzania memiliki kondisi genetik yang jarang terjadi ini, orang umumnya percaya bahwa pigmentasi yang terganggu ini adalah hukuman Tuhan yang membuat albino lebih rendah dari manusia.

Penyihir setempat kemudian menghasut orang untuk mengucilkan mereka, karena membawa nasib buruk. Mereka dianjurkan untuk memotong-motong bagian tubuh para albino untuk membuat jimat. Pada tahun 2007 saja, ada lebih dari 70 pembunuhan terdokumentasi, belum termasuk pembunuhan bayi.

Sementara di perbatasan, tingkat kekejian ini meningkat pada tahun 2015, albino masih diburu dan dibunuh di seluruh sub-Sahara Afrika. Satu set lengkap: lengan, kaki, telinga, dan alat kelamin akan diberi nilai sebesar US $ 75.000 atau setara 996 juta Rupiah di pasar gelap.

2. Pengorbanan Adam.
7 Ritual Tumbal Manusia Teraneh yang Masih Ada di Era Modern Ini

Pada Bulan September 2001, sisa-sisa tubuh anak Nigeria ditemukan di Sungai Thames di London. Para penyelidik menamakannya “Adam”. Semua ditemukan dalam keadaan termutilasi dan dilapisi celana pendek oranye. Kepala dan anggota tubuhnya gak hanya hilang, tapi tubuhnya benar-benar kehabisan darah.

Para ahli bisa mengetahui bahwa dia baru berusia sekitar 5 tahun dan baru berada di Inggris selama beberapa hari. Adam telah dibius dan lumpuh secara ritualistik. Adam tampaknya telah dikorbankan dalam ritual untuk menciptakan ramuan, setelah itu tengkoraknya digunakan sebagai cawan ritual.

Akhirnya, mantan pengasuhnya mengaku mengenalnya dan mengidentifikasi anak itu sebagai Patrick Erhabor dari Benin City, tempat kelahiran voodoo, namun orang tuanya tidak ditemukan di mana pun.

3. Pengorbanan Elyse Pahler.
7 Ritual Tumbal Manusia Teraneh yang Masih Ada di Era Modern Ini

Pada tahun 1996, Elyse Pahler yang berusia 15 tahun dari Arroyo Grande, California ditemukan 8 bulan setelah dia menghilang di sebuah hutan putih dekat rumahnya. Royce Casey yang berusia 16 tahun mengaku memperkosa dan membunuhnya, bersama dengan Joseph Fiorelli yang berusia 14 tahun dan Jacob Delashmutt yang berusia 16 tahun.

Dengan Fiorelli sebagai pemimpin mereka, ketiganya telah merencanakan pembunuhan tersebut selama berbulan-bulan sebelum membawa Pahler ke Grove untuk merokok ganja. Sesampai di sana, mereka menyerangnya dengan sabuk dan menikamnya sampai mati, dengan keyakinan bahwa mengorbankan gadis itu kepada setan akan membawa kesejahteraan band mereka. Ketiga remaja tersebut menjalani hidup 25 tahun untuk kejahatan tersebut.

4. Pengorbanan Amelia Espinoza.
7 Ritual Tumbal Manusia Teraneh yang Masih Ada di Era Modern Ini

Pada tahun 2011, Moises Meraz-Espinoza (18) terlibat dalam pembunuhan ibunya, seorang warga California berusia 42 tahun, Amelia Espinoza. Menurut Moises, dia dan dua orang lainnya mencekik dan menguliti ibunya. Mereka mengeluarkan organ tubuhnya dan memotong mayatnya dengan gergaji melingkar.

Setibanya di apartemen mereka, pihak berwenang menemukan jejak darah yang mengarah ke kamar mandi yang tertutup plastik. Mereka juga menemukan irisan daging di dalam freezer dan kepala Amelia yang terpotong-potong dengan gigi dan mata dalam keadaan lepas, bersama dengan salib terbalik yang diukir di tulang.

Sebuah “bible setan” ditemukan dengan detail instruksi dan tanggal kematian ibunya, sebagai hari pengorbanan. Moises Espinoza akhirnya dijatuhi hukuman 25 tahun penjara.

5. Pengorbanan Monu Kumar.
7 Ritual Tumbal Manusia Teraneh yang Masih Ada di Era Modern Ini

Uttar Pradesh di India harus menghadapi gejolak pengorbanan manusia, yang dipicu oleh para imam tantra sadis dalam dekade terakhir. Mereka sering menuntut ritual darah, yang sebenarnya dihindari, namun secara tradisional digunakan untuk memerangi hantu dan penyihir.

Sebagai contoh, pada tahun 2003, Monu Kumar dari Dehri yang berusia 6 tahun diculik dan dibunuh secara ritual oleh tetangganya, Madan dan Murti Simaru. Pasangan itu memiliki seorang anak perempuan namun sangat menginginkan seorang anak untuk mengurus keluarga tersebut, jadi mereka mengunjungi seorang guru tantra.

Pendeta tersebut menyuruh pasangan itu untuk mengorbankan anak di tepi sungai. Jadi bersama dengan saudara laki-laki Murti, mereka meneriakkan mantra sambil memotong dan membunuh anak laki-laki di dekat sebuah kanal. Berakhir dengan Madan memandikan darah anak laki-laki itu untuk kesuburan. Ketiganya, bersama dengan pastor tantra, ditangkap dan menjalani waktu akibat pembunuhan tersebut.

6. Pengorbanan Aakash Singh.
7 Ritual Tumbal Manusia Teraneh yang Masih Ada di Era Modern Ini

Sebagai bagian dari rantai pembunuhan yang sama di Uttar Pradesh, Aakash Singh yang berusia 3 tahun, diserang oleh tetangganya di desa Barha pada tahun 2006. Sumitra Bushan yang berusia 43 tahun dan kedua putranya diculik, kemudian dikorbankan dewi Kali.

Keluarga mereka mengalami nasib buruk, dengan kepergian tiba-tiba ayah mereka dan ketiganya menghadapi perbudakan di ladang tebu. Suatu hari mereka mulai mengalami mimpi buruk dari Kali yang terlihat kacau. Sumitra mengunjungi seorang pastor tantra yang menginstruksikannya untuk mengorbankan seekor ayam, namun penglihatan terus berlanjut. Imam kemudian memintanya untuk mengorbankan anak laki-laki.

Kemudian dia dan anak-anaknya mengambil Aakash, menutupinya dengan pasta cendana dan ghee, dilanjutkan melakukan upacara puja sebelum memotong hidung, telinga, dan tangannya. Ia dibiarkannya berdarah sampai mengalir ke Kali. Setelah tubuhnya ditemukan di selokan, penduduk desa mendatangi saudara-saudaranya, yang mengaku. Akhirnya ketiganya dipenjara.

7. Pengorbanan Komet Halley.
7 Ritual Tumbal Manusia Teraneh yang Masih Ada di Era Modern Ini

Suatu hari Oklahoma City Times memuat sebuah cerita di halaman depan, pada tahun 1910 tentang Jane Warfield pada tahun 1810. Penulis menggambarkan kisah gadis pertanian berusia 19 tahun dari Aline, Oklahoma ini dengan awalan diculik oleh Henry Heinman, seorang pemimpin sekte. Ia meyakinkan bahwa Komet Halley akan menyerang Bumi.

Hienman percaya bahwa mengorbankan Warfield akan menebus dosa dunia dan menghindari kehancuran Bumi. Jadi ia menelanjangi gadis itu dan mengikatnya ke tiang, sementara para pengikutnya menari-nari mengelilinginya. Pada saat-saat terakhir, kelompok petugas berwajib yang dipimpin oleh sheriff Woods County ikut campur.

Heinman ditangkap dan dipenjara. Sejarawan menunjukkan berbagai ketidakkonsistenan dalam cerita tersebut, namun Komet Halley memang biasanya dilihat sebagai pertanda buruk pada masa itu.

Berbicara soal moral, setiap orang pasti punya bibit-bibit kejahatan sekecil-kecilnya. Masalahnya hanya apakah ia akan mengikuti nafsu untuk membangkitkan bibit kejahatan tersebut sampai tega berbuat keji? Itu kembali pada kontrol diri dan pemahaman masing-masing. Semoga kita selalu tersadar dalam kondisi seemosional apapun.

Dalam arti yang lebih luas “tumbal” bisa bermakna sesuatu yang sengaja dikorbankan demi menyelamatkan hal lain. Istilah tumbal juga memiliki makna tersendiri dalam dunia politik, biasanya merujuk pada orang yang mengorbankan kepentingan orang lain hanya demi mencapai tujuan mereka atau golongan mereka sendiri. Mengorbankan dalam istilah politik ini bukan berarti membunuh, melainkan menjatuhkan harga diri, jabatan, atau hal lainnya.