Beberapa Mitos Seputar Pernikahan yang Ada di Masyarakat

Beberapa Mitos Seputar Pernikahan yang Ada di Masyarakat

Beberapa Mitos Seputar Pernikahan yang Ada di Masyarakat – Mitos atau mite adalah bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang punya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional.

Bicara soal pernikahan pasti gak lepas dari mitos-mitos yang beredar mengenai hal itu. Beberapa mitos menciptakan gambaran pernikahan yang sempurna. Karenanya, gak sedikit orang  yang memercayai mitos tersebut berakhir gak bahagia lantaran merasa pernikahannya gak sesempurna yang digambarkan.

Beberapa mitos bahkan membuat orang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Padahal, anggapan yang terlanjur meluas ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Untuk itu, yuk, kupas tuntas lima mitos seputar pernikahan yang ada di tengah masyarakat!

1. Menikah membuatmu gak bebas
5 Mitos yang Keliru Seputar Pernikahan, Terlanjur Banyak Dipercaya

Pernikahan merupakan momen sakral bagi dua insan untuk mengikat janji suci. Meski begitu, ikatan pernikahan seharusnya tidak membelenggu kebebasan dan merampas kehidupan kamu sebagai individu. Dengan kata lain, kamu masih bisa melakukan aktivitas lain seperti hang out dengan teman atau melakukan me time.

Namun perlu diingat, kamu tetap perlu memerhatikan porsi dan intensitasnya. Bagaimanapun, pasangan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Selain itu, pastikan kamu berdiskusi dengan pasangan sebelum melakukan kegiatan yang tidak melibatkannya.

2. Pernikahan yang sehat bebas dari konflik
5 Mitos yang Keliru Seputar Pernikahan, Terlanjur Banyak Dipercaya

Banyak pasangan melakukan segala cara untuk mencegah terjadinya konflik sebab takut hubungan rumah tangganya menjadi retak. Padahal konflik merupakan sesuatu yang wajar dalam hubungan dan setiap pasangan akan mengalaminya.

Jika ditangani dengan baik, konflik bahkan bisa mengeratkan hubungan kamu dengan pasangan. Komunikasi berperan penting dalam hal ini. Alih-alih menghindarinya, hadapi konflik bersama-sama dan bicarakan dengan pemikiran terbuka.

3. Menikah bisa menyelesaikan masalah
5 Mitos yang Keliru Seputar Pernikahan, Terlanjur Banyak Dipercaya

Jika sedang menghadapi masalah berat, banyak orang berpikir bahwa menikah adalah jalan keluar pamungkas. Hidup bersama orang yang kita cintai memang tampak sangat membahagiakan. Namun ini tidak akan menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. Bahkan, kamu akan menemui permasalahan baru yang mungkin saja lebih berat di tengah perjalanan.

Sebelum memutuskan untuk menikah, kamu disarankan untuk menyelesaikan semua masalah yang sedang dihadapi terlebih dahulu. Hal ini karena konflik dalam pernikahan biasanya berakar pada permasalahan yang muncul dari diri sendiri.

4. Naluri menjalankan pernikahan muncul secara alami
5 Mitos yang Keliru Seputar Pernikahan, Terlanjur Banyak Dipercaya

Kamu pasti mengira bahwa naluri untuk menjalankan peran sebagai suami atau istri muncul dengan sendirinya seiring waktu. Itu tidak sepenuhnya salah. Namun, kehidupan pernikahan sebagai pasangan baru mungkin akan lebih mudah jika kamu memelajarinya terlebih dahulu.

Sebelum menikah, kamu dianjurkan untuk mengikuti konseling pra-nikah bersama pasangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dan pengetahuan sebagai bekal untuk calon pengantin.

Dalam sesi konseling, para pasangan mungkin akan didorong untuk mendiskusikan topik-topik yang erat dalam rumah tangga, seperti keuangan, pengambilan keputusan, pembagian tugas rumah, keyakinan dan nilai yang dianut, bahkan hingga keinginan memiliki anak.

5. Masalah harus diselesaikan sesegera mungkin
5 Mitos yang Keliru Seputar Pernikahan, Terlanjur Banyak Dipercaya

Setiap masalah dalam hubungan memang harus diselesaikan sesegera mungkin. Hal ini bertujuan untuk mencegah permasalahan menumpuk dan memunculkan konflik yang lebih besar.

Sayangnya, sering kali kita kesulitan mengendalikan emosi sehingga berujung menyakiti perasaan satu sama lain. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya ambil jeda beberapa saat hingga emosi berhasil diredam. Setelah lebih tenang, kamu bisa berdiskusi dengan pasangan.

Pernikahan yang bahagia mungkin merupakan impian sebagian besar orang. Namun, hidup berjalan seperti roda berputar. Ada saatnya kamu dan pasangan merasa bahagia, ada pula saatnya kalian merasa kecewa. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta dan bentuk  topografi, keadaan dunia dan para makhluk penghuninya, deskripsi tentang para makhluk mitologis, dan sebagainya.

Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.