Beberapa Mitos Seputar Bulan yang Masih Dipercaya Manusia

Beberapa Mitos Seputar Bulan yang Masih Dipercaya Manusia

Beberapa Mitos Seputar Bulan yang Masih Dipercaya Manusia – Bulan adalah  satelit alami Bumi satu-satunya dan merupakan satelit terbesar kelima dalam  Tata Surya. Bulan juga merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya menurut ukuran planet yang diorbitnya, dengan diameter 27%, kepadatan 60%, dan massa ​181 (1.23%) dari Bumi.

Di antara satelit alami lainnya, Bulan adalah satelit terpadat kedua setelah Io, satelit Jupiter. Luar angkasa menyimpan berbagai misteri. Tidak perlu jauh-jauh ke bintang atau planet-planet lain, kita bisa mulai dari tetangga terdekat kita dahulu. Yang mana? Tidak lain adalah Bulan! Jangankan tata surya atau galaksi lain, seberapa banyak manusia tahu tentang satelit alami Bumi tersebut?

Pada 1969, Amerika Serikat mencatat sejarah dengan mengirimkan Apollo 11 ke Bulan, menjadikan tiga krunya, Neil Armstrong, Edwin “Buzz” Aldrin, dan Michael Collins, manusia-manusia pertama ke Bulan. Apakah semua orang percaya? Hingga saat ini, banyak orang yang bilang itu adalah rekayasa! Sepanjang sejarah, manusia kerap mengaitkan hal-hal magis dengan Bulan. Apa lagi yang manusia “percayai” tentang Bulan? Inilah tujuh mitos dan teori kontroversial yang dipercaya manusia terhadap Bulan.

1. Bulan purnama bikin gila?
7 Mitos dan Teori Kontroversial tentang Bulan, Percaya?

Sering dengar kalau manusia bisa berubah jadi werewolf saat Bulan purnama? Atau, percayakah kamu kalau kejiwaan seseorang dipengaruhi fase Bulan?

Hal-hal seperti berjalan dalam tidur (sleepwalking) hingga kejahatan pun dikaitkan dengan Bulan! Oleh karena itu, kegilaan atau lunatic berasal dari nama Dewi Bulan Romawi, Luna, dan Bahasa Latin Kuno, “Lunaticus“, yang sering diatributkan pada epilepsi dan kegilaan.

Oleh karena itulah, selama ribuan tahun, tabib dan “pakar kesehatan” zaman dulu kekeh bahwa ada hubungan antara gangguan kejiwaan dan fase Bulan. Bapak Pengobatan Modern, Hippokrates, bahkan mengatakan pada abad ke-5 SM bahwa segala jenis masalah kejiwaan disebabkan oleh Luna.

Pada abad ke-18 di Inggris, pembunuh pun dapat mendapatkan keringanan atas dasar gangguan kejiwaan, hanya dengan mengatakan kalau saat itu tengah Bulan purnama! Terlepas dari segala studi yang membantah koneksi kejiwaan dan Bulan, tidak sedikit orang yang masih menyalahkan Bulan atas kondisi psikologis mereka.

2. Ada peradaban alien yang lebih canggih di Bulan
7 Mitos dan Teori Kontroversial tentang Bulan, Percaya?

Pada 1824, astronom asal Bayern, Baron Franz von Paula Gruithuisen, mengklaim bahwa ia melihat sebuah “kota” di Bulan, tepatnya di kawah Schröter. Dinamai Wallwerk, Baron Franz mengatakan bahwa kota tersebut memiliki jalan hingga bangunan yang lebih canggih!

Selain Baron Franz, seorang astronom terkemuka di Inggris kelahiran Jerman, Sir Frederick William Herschel, mengatakan bahwa alien selama ini tinggal di Bulan untuk memata-matai manusia!

Tidak selesai sampai Sir William Herschel, harian The Sun di New York menerbitkan enam artikel palsu pada 1835 mengenai keberadaan peradaban alien di Bulan. The Sun mengatributkan artikel tersebut dengan Sir John Herschel, anak dari Sir William Herschel! Artikel tersebut kemudian dijuluki “Great Moon Hoax“.

3. Bulan mempengaruhi kesuburan
7 Mitos dan Teori Kontroversial tentang Bulan, Percaya?

Tahukah kamu bahwa personifikasi Bulan lebih didominasi oleh wanita? Dari Dewi Bulan Chang’e hingga Mama Killa dari Suku Inca! Peradaban kuno percaya bahwa Bulan bisa menentukan kesuburan kandungan wanita. Hal ini disebabkan karena siklus menstruasi dan fase Bulan memiliki durasi yang mirip.

Pada 1950an, seorang dokter asal Slowakia, dr. Eugen Jonas, menemukan teks astrologi dari bangsa Asyur Kuno. Teks tersebut mengatakan bahwa fase Bulan menentukan fertilitas. Setelah melakukan penelitian dari teks astrologi tersebut, dr. Jonas mengungkapkan dua faktor yang mempengaruhi kehamilan:

  • Siklus hormon: pembuahan (ovulasi) terjadi di tengah dua siklus menstruasi
  • Siklus Bulan: posisi Matahari dan Bulan pada saat persalinan

Jika siklus hormon dan siklus Bulan bertepatan, maka fertilitas meningkat hingga 99 persen! Tidak percaya? Sudah ada aplikasinya, yaitu AstroSecret. Penemuan dr. Jonas membuatnya dinominasikan untuk Hadiah Nobel pada 1970 dan 2000.

4. Bulan adalah wahana luar angkasa
7 Mitos dan Teori Kontroversial tentang Bulan, Percaya?

Buku “The First Men in the Moon” (1901) karya H. G. Wells menceritakan peradaban alien di Bulan. Pertanyaannya, bagaimana jika ternyata Bulan memang adalah satelit?! Dengan kata lain, bagaimana jika Bulan adalah wahana antariksa yang dibangun oleh alien dengan teknologi dan kecerdasan yang lebih unggul?

Ya, ide tersebut muncul pada 1970an dari buah pemikiran dua ilmuwan asal Soviet Academy of Sciences, Michael Vasin dan Alexander Shcherbakov. Menurut Vasin dan Shcherbakov, Bulan tidak dapat mempertahankan massa dan medan gravitasinya jika tidak memiliki inti yang padat!

5. Manusia tidak pernah pergi ke Bulan

Pendaratan Manusia Pertama di Bulan Masih Dianggap Hoax - SINDOnews

Buktinya ada? Banyak! Namun, banyak orang yang masih memandang sinis pendaratan Apollo 11 di Bulan pada 1969. Parahnya, mereka menganggap NASA menggunakan studio dan foto palsu untuk menipu publik! Kok begitu?

Para pendukung teori kontroversi tersebut mengatakan bahwa teknologi manusia sejatinya belum cukup mumpuni untuk menerbangkan manusia ke Bulan dan kembali ke Bumi. Selain itu, tanda-tanda umum seperti bendera Amerika Serikat yang terlihat berkibar di kehampaan ruang angkasa Bulan.

Teori tersebut memanas hingga 2002. Saat itu, salah satu mantan astronaut di program Apollo 11, Buzz Aldrin, dihadang salah satu penggiat teori tersebut, Bart Sibrel. Jengkel dengan tingkah Sibrel, Buzz “menjawab” dengan meninju wajah Sibrel! Untungnya, Sibrel itdak menuntut Buzz Aldrin.

Mempertaruhkan nyawa untuk pergi ke Bulan dan kembali ke Bumi, ya… siapa yang tidak marah dicap sebagai seorang “pembohong”? Tidak heran Buzz langsung melemparkan bogem mentah ke wajah Sibrel tanpa pikir panjang.

6. Nazi Jerman punya markas di Bulan
7 Mitos dan Teori Kontroversial tentang Bulan, Percaya?

Pasca Perang Dunia II (PD2), berbagai rumor beredar bahwa astronaut jebolan partai Nazi Jerman telah terbang ke Bulan untuk mendirikan fasilitas rahasia di sana! Bahkan, konon, Adolf Hitler memalsukan kematiannya pada 1945 untuk pergi dari Bumi dan menghabiskan hidupnya di Bulan. Percaya gak, sih?!

Selain itu, penampakan piring terbang di Roswell, New Mexico pada 1947 juga dikaitkan dengan pengembangan UFO yang dikerjakan Nazi! Berbagai teori tersebut akhirnya menjadi ide novel fiksi ilmiah/science fiction pada tahun yang sama, “Rocket Ship Galileo”, oleh Robert A. Heinlein, dan film komedi fiksi ilmiah asal Finlandia, “Iron Sky”, pada 2012.

7. Ada kelinci di Bulan
7 Mitos dan Teori Kontroversial tentang Bulan, Percaya?

Alien atau manusia Bulan? Sudah biasa! Kepercayaan Asia Timur bahkan percaya kalau Bulan didominasi oleh kelinci! Bagi orang Tionghoa Kuno, kelinci Bulan yang dikaitkan dengan Chang’e memproduksi ramuan keabadian dan kue Bulan. Sedangkan, bagi orang Jepang dan Korea Kuno, mereka memproduksi kue mochi dan juga kue Bulan.

Bukan hanya Asia Timur, ternyata suku pribumi Amerika pun memiliki kepercayaan sendiri terhadap keberadaan kelinci Bulan. Saat seekor kelinci mempersembahkan dirinya untuk Dewa Quetzalcoatl, ia menaikkan kelinci tersebut ke Bulan sebagai tanda keagungan.

Selain itu, legenda Mesoamerka kuno mengatakan bahwa saat Nanahuatzin mengorbankan dirinya menjadi Matahari, Tecciztecatl ragu-ragu sebelum akhirnya ikut mengorbankan diri dan menjadi Bulan. Karena jengkel, para dewa “melemparkan” kelinci ke wajah Tecciztecatl (Bulan) agar tidak lebih terang dari Nanahuatzin (Matahari).

7 Mitos dan Teori Kontroversial tentang Bulan, Percaya?

Baik dalam bentuk sabit atau purnama, Bulan adalah salah satu “dekorasi” langit yang diciptakan berputar berdampingan dengan Bumi. Sudah ada saat peradaban manusia prasejarah, banyak legenda, mitos, dan teori kontroversi yang masih bertahan mengenai Bulan!

Bulan berada pada rotasi sinkron dengan Bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi, dengan sisi dekat ditandai oleh mare vulkanik gelap yang terdapat di antara dataran tinggi kerak yang terang dan kawah tubrukan yang menonjol. Bulan adalah benda langit yang paling terang  setelah Matahari.

Meskipun Bulan tampak sangat putih dan terang, permukaan Bulan sebenarnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair. Sejak zaman kuno, posisinya yang menonjol di langit dan fasenya yang teratur telah memengaruhi banyak budaya, termasuk bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi.

Pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut di lautan dan pemanjangan waktu pada hari di Bumi. Jarak orbit Bulan dari Bumi saat ini adalah sekitar tiga puluh kali dari diameter Bumi, yang menyebabkan ukuran Bulan yang muncul di langit hampir sama besar dengan ukuran Matahari, sehingga memungkinkan Bulan untuk menutupi Matahari dan mengakibatkan terjadinya gerhana matahari total.

Itulah tujuh mitos dan teori kontroversi yang pernah beredar mengenai Bulan. Faktanya, masih ada yang percaya hingga saat ini! Kalau kamu, manakah yang pernah kamu dengar atau percaya dari tujuh mitos soal Bulan ini? Cari dulu kebenarannya, ya!