Beberapa Kejadian Aneh & Misterius Masa Awal Sejarah Amerika

Beberapa Kejadian Aneh & Misterius Masa Awal Sejarah Amerika

Beberapa Kejadian Aneh & Misterius Masa Awal Sejarah Amerika – Amerika Serikat terletak di tengah-tengah benua Amerika Utara, dibatasi oleh Kanada  di sebelah utara dan Meksiko di sebelah selatan. Negara Amerika Serikat terbentang dari Samudra Atlantik di pesisir timur hingga Samudra Pasifik di pesisir barat, termasuk kepulauan Hawaii di lautan Pasifik, negara bagian Alaska di ujung utara benua Amerika, dan beberapa teritori lainnya.

Penetap pertama wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat berasal dari Asia sekitar 15.000 tahun yang lalu. Mereka menyeberangi jembatan darat Bering ke Alaska.[1] Selanjutnya, penduduk asli Amerika bermukim di wilayah tersebut selama ribuan tahun sebelum kedatangan para kolonis Eropa. Pada tahun 1492, Christopher Columbus berhasil mencapai Amerika.

Periode kolonial dalam sejarah Amerika membentang dari tahun 1607 hingga dimulainya Revolusi Amerika pada tahun 1776. Periode tersebut penuh dengan peristiwa besar yang mengubah dunia. Ada beberapa kejadian aneh dan misterius selama periode kolonial dari masa awal sejarah Amerika. Hal-hal tersebut kemungkinan tidak akan pernah dapat dijelaskan.

1. Misteri hilangnya koloni di Pulau Roanoke
7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Apa yang terjadi dengan seluruh populasi atau koloni yang hilang di pulau Roanoke? Banyak teori yang menjelaskan hilangnya koloni ini. Dilansir laman History, pada bulan Agustus 1587, sekitar 115 pemukim Inggris mendirikan koloni di Pulau Roanoke, tak jauh dari pantai Carolina Utara saat ini.

Pada akhir tahun 1587, gubernur koloni Roanoke bernama John White kembali ke Inggris untuk membawa lebih banyak persediaan bagi pemukim baru tersebut. Namun, pada tahun 1588, perang meletus antara kerajaan Inggris dan Spanyol. Dengan demikian, kembalinya White ke Roanoke tertunda selama bertahun-tahun. Ketika berhasil kembali melintasi Atlantik, dia menemukan bahwa pulau tersebut ditinggalkan tanpa jejak.

Apakah mereka dibunuh oleh penduduk asli? Dimusnahkan oleh penyakit atau kelaparan, atau mungkin badai yang mengerikan? Satu-satunya petunjuk hanya kata “Croatoan” yang diukir di pohon. Ini merupakan nama pulau terdekat dari sana. Walau begitu, hingga kini, masih belum ada satu teori yang disepakati oleh sejarawan tentang hilangnya koloni tersebut.

2. Mengapa banyak koloni Jamestown yang meninggal ditahun-tahun awal?
7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Jamestown didirikan oleh penjajah Inggris pada musim semi 1607 di tempat yang sekarang menjadi negara bagian Virginia. Ia bahkan menjadi permukiman Inggris pertama di Amerika yang bertahan hingga saat ini.

Di tahun-tahun awal, 500 koloni Jamestown yang menetap di sana pada tahun 1609 musnah. Hanya sekitar 60 orang yang masih hidup pada musim panas 1610. Misteri yang disebut “Starving Time” di koloni Jamestown ini tak terpecahkan hingga hari ini. Para sejarawan tidak dapat menentukan dengan pasti mengapa 88% koloni di sana meninggal pada tahun-tahun awal itu.

Banyak faktor yang mungkin berkontribusi. Di antaranya kekeringan mengerikan yang merusak tanaman, penyakit endemik, dan serangan penduduk asli Algonquian setempat. Namun faktor-faktor tetap saja tidak menjelaskan mengapa tingkat kematiannya begitu mengerikan.

3. Benda misterius di langit Massachusetts tahun 1639
7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Hampir 400 tahun yang lalu, pada awal 1639, tiga orang dari Koloni Teluk Massachusetts dikagetkan dengan semacam benda terbang yang bercahaya yang tidak diketahui apa itu. Hal ini dilaporkan dalam laman History.

Menurut jurnal yang dicatat oleh gubernur koloni, John Winthrop, benda bercahaya misterius itu melesat ke dan dari langit, bergerak “secepat anak panah”. Saat ini, banyak orang yang menganggap bahwa benda bercahaya itu kemungkinan UFO.

4. Siapa pemuda yang disembunyikan di dalam dinding sebuah rumah pada tahun 1660-an?
7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Di tahun-tahun pertengahan abad ke-17 di Koloni Inggris di Amerika, ada sisa tulang belulang remaja laki-laki di ruang bawah tanah sebuah rumah. Bangunan tersebut berdiri pada tahun 1660-an di dekat tempat yang sekarang menjadi ibu kota Maryland, Annapolis.

Seperti yang dilaporkan Baltimore Sun, tubuh ini disembunyikan di dinding rumah pada pertengahan dekade itu. Para arkeolog dengan pengalaman forensik yakin bahwa pemuda itu adalah seorang pelayan berusia 16 tahun yang disembunyikan dalam dinding dan dibiarkan membusuk. Tubuh misterius ini menggambarkan betapa kerasnya kehidupan seorang pelayan kontrak di Amerika masa Kolonial.

5. Alasan gadis-gadis yang kesurupan menuduh perempuan lain melakukan sihir hingga tercetusnya Pengadilan Penyihir Salem
7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Pengadilan Penyihir Salem adalah salah satu peristiwa paling terkenal dalam sejarah awal Amerika yang menjadi inspirasi buku dan film. Pengadilan Penyihir Salem melibatkan ratusan tuduhan, puluhan pengadilan, dan eksekusi 18 orang yang dinyatakan bersalah melakukan sihir.

Hal yang tidak dipahami adalah mengapa gadis-gadis itu mulai kerasukan setan dan menuduh perempuan lain melakukan sihir. Seperti pada Januari 1692, dua gadis usia 9 dan 11 tahun mulai mengalami kejang dan menjerit tidak terkendali.

Dengan segera, gadis muda lainnya mulai mengalami gejala serupa yang didiagnosis oleh dokter disebabkan oleh sihir. Akan tetapi, pada masa sekarang ini, peristiwa serupa dikaitkan dengan fenomena yang disebut sebagai mass hysteria, lapor Medical News Today. 

6. Misteri hilangnya Kapten Henry Every
7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Bajak laut Kapten Henry Every dikenal sebagai perburuan global pertama yang tercatat dalam sejarah. Ia melakukan serangan pada 7 September 1695 terhadap kapal Ganj-i-Sawai. Dilansir Smithsonian Magazine, Ganj-i-Sawai berlayar dalam perjalanan pulang dari Mekkah kembali ke India, menggunakan kapal milik kaisar India. Konon, kapal ini sarat dengan emas dan perak.

Kapten Every melarikan diri melintasi Samudra Atlantik dan diketahui mendarat di Bahama setelah serangan itu. Ia diburu oleh agen rezim Mughal, tetapi Every tidak pernah tertangkap. Keberadaan terakhirnya menjadi misteri, meskipun beberapa awaknya ditangkap di dekat pantai Irlandia pada tahun 1696.

Ada penemuan baru-baru ini di Rhode Island, yakni sejumlah koin abad ke-17 dengan tulisan Arab. Para peneliti percaya bahwa Every pergi ke utara dari Laut Karibia dan pantai timur Amerika, sangat mungkin menyamar sebagai pedagang budak.

7. Misteri kematian Jane McCrea
7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Jane McCrea adalah seorang loyalis yang dikenal menentang kemerdekaan Amerika dan ditangkap oleh sekelompok penduduk asli. Ia terkenal karena kematiannya di usia muda. Sayangnya, penyebab kematiannya masih menjadi misteri meskipun diabadikan dalam lukisan cat minyak tahun 1804 oleh John Vanderlyn.

Jane McCrea lahir di koloni Inggris di New Jersey pada tahun 1752 dan mati pada tahun 1777, pada awal Perang Revolusi, mengutip Britannica. Kejadian itu berawal ketika ia akan dibawa ke sekelompok tentara kontinental untuk mendapatkan tebusan hadiah. McCrae kemudian diculik, dibunuh, dan dikuliti. Penculiknya diduga merupakan orang yang berseteru terkait tebusan hadiah.

Kisah lain menyatakan bahwa ada seorang tentara Amerika yang tidak sengaja menembak dan membunuhnya saat dikejar karena mencoba melarikan diri. Pemeriksaan terhadap tubuhnya yang dilakukan lebih dari satu abad kemudian memang ditemukan bukti luka tembak.

Sejarah selalu menyimpan hal-hal yang belum berhasil dikuak, termasuk sejumlah misteri di Amerika pada masa kolonial di atas. Wah, kemungkinan besar misteri ini tidak akan pernah terpecahkan, lho!

Orang-orang Inggris lalu bermukim di Jamestown, Virginia pada tahun 1607. Permukiman ini dianggap sebagai permukiman pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya, Amerika Serikat terus didatangi oleh orang-orang Inggris. Orang Prancis, Spanyol, dan Belanda juga bermukim di sebagian Amerika Serikat. Pada tahun 1770-an, tiga belas koloni Inggris meliputi dua setengah juta penduduk.

Koloni-koloni ini tumbuh dan berkembang dengan pesat, serta mengembangkan sistem politik dan hukum sendiri. Meskipun demikian, perkembangan koloni-koloni Inggris berakhir tidak baik bagi penduduk asli Amerika, karena banyak dari mereka yang tewas akibat penyakit, dan mereka kehilangan negeri mereka.

Parlemen Inggris menegakkan otoritasnya atas koloni-koloni ini dengan menetapkan pajak baru, yang dianggap inkonstitusional oleh orang Amerika karena mereka tidak terwakili di Parlemen.[3] Konflik yang memanas berujung pada perang penuh yang dimulai pada April 1775. Setelah melalui Revolusi Amerika, koloni-koloni menyatakan kemerdekaan dari Kerajaan Britania Raya pada tanggal 4 Juli 1776 dan mendirikan Amerika Serikat.