Beberapa Hal Unik Soal Hutan Aokigahara yang Penuh Misteri

Beberapa Hal Unik Soal Hutan Aokigahara yang Penuh Misteri

Beberapa Hal Unik Soal Hutan Aokigahara yang Penuh Misteri – Aokigahara adalah hutan yang terletak di sebelah Barat Laut Gunung Fuji, membentang dari kota Kawaguchiko hingga desa Narizawa, Prefektur Yamanashi. Hutan Aokigahara merupakan salah satu hutan yang dianggap mengerikan oleh banyak orang.

Aokigahara disebut juga “hutan lautan pohon” dan “lautan pohon gunung Fuji”. Disebut demikian karena jika angin meniup pepohonan di sana terlihat seperti keadaan ombak di laut. Dikenal karena menjadi tempat orang-orang melakukan bunuh diri, ada rasa ngeri menurut orang-orang ketika berkunjung ke sini.

Sebagai salah satu wilayah yang sangat terkenal di dunia, ada beberapa hal menarik yang bisa kita bahas. Penulis sudah mengumpulkan beberapa hal unik soal hutan Aokigahara yang bisa kita ketahui! Penasaran apa saja ulasan lengkapnya? Yuk mari kita bahas satu per satu soal hal tersebut.

Jadi Tempat Favorit Bunuh Diri

Statistik tingkat bunuh diri Aokigahara bervariasi, sebagian karena hutannya yang sangat lebat sehingga beberapa mayat bisa tidak ditemukan selama bertahun-tahun atau mungkin hilang selamanya. Namun menurut perkiraan, ada yang mengklaim juga ebanyak 100 orang per tahun telah melakukan bunuh diri.

Hal ini tentunya sangat mengejutkan. Namun lanskap lokasi hutan yang amat sangat lebat inilah yang kerap dijadikan kesempatan orang-orang pergi ke sini untuk bunuh diri. Tidak heran jika di hutan ini ada papan peringatan soal untuk tidak melakukan bunuh diri dan agar orang-orang lebih menghargai hidup mereka.

Novel Membuat Tradisi Mengerikan ini Terkenal

Pada tahun 1960, penulis Jepang Seichō Matsumoto merilis novel tragis Kuroi Jukai, di mana seorang kekasih yang patah hati mundur ke Lautan Pohon untuk mengakhiri hidupnya. Di novel itu ada pembahasan mengenai The Complete Suicide Manual, yang menjuluki Aokigahara “tempat yang sempurna untuk mati.”

Pencarian Tahunan Dilakukan Sejak 1970

Ada relawan yang melakukan patroli di kawasan tersebut, melakukan upaya intervensi. Namun, upaya tahunan ini tidak dimaksudkan untuk menyelamatkan orang, tetapi untuk membawa jenazah yang mati di sana.

Polisi dan sukarelawan melakukan perjalanan melalui Lautan Pohon untuk membawa mayat untuk dikuburkan secara layak. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jepang telah menolak untuk merilis jumlah mayat yang ditemukan dari pencarian mengerikan ini. Tetapi pada awal 2000-an, 70 hingga 100 ditemukan setiap tahun.