Beberapa Fakta Unik Seputar Pohon Berdarah yang Melegenda

Beberapa Fakta Unik Seputar Pohon Berdarah yang Melegenda

Beberapa Fakta Unik Seputar Pohon Berdarah yang Melegenda – Dracaena cinnabari adalah tanaman suji yang berasal dari kepulauan Socotra. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai Suji Socotra dan Dragon Blood Tree (Suji Darah). Flora ini dijuluki demikian karena getah merah yang diproduksi oleh tumbuhan ini.

Getah merah ini, yang disebut Darah Naga, akan dikeringkan dan kemudian digunakan sebagai obat atau pewarna. Dari banyaknya pohon di muka bumi, pohon Dragon’s Blood (Dracaena cinnabari) di Pulau Socotra menjadi salah satu spesies yang sangat menarik untuk dipelajari.

Sebab, spesies ini memiliki bentuk yang aneh, mampu mengeluarkan ‘darah’, dan hidup di pulau yang tidak kalah aneh. Ingin belajar lebih lanjut terkait pohon ini? Yuk, simak sederet fakta yang dilansir berbagai sumber!

1. Ada di Pulau Socotra
5 Fakta Dragon's Blood Tree, Pohon Aneh Bisa 'Berdarah'

Pohon Dragon’s Blood hidup di Pulau Socotra, yang secara politik dikuasai oleh Yaman. Dari segi geografis, pulau ini cukup terisolasi karena dikelilingi lautan dan terpisah jauh dari daratan lainnya.

Pulau Socotra disebut sebagai ‘Galapagos di Samudra Hindia’ karena menjadi tempat hidup berbagai spesies fauna dan flora yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Dari 825 spesies tanaman, 307 di antaranya merupakan spesies endemik.

Pulau yang juga dianggap sebagai tempat yang terlihat paling aneh di dunia menjadi rumah bagi 11 spesies burung yang unik. Lebih dari 90 persen reptil dan moluska di pulau tersebut juga endemik, sebagaimana dicatat National Geographic.

2. Ciri-ciri fisik mudah dibedakan dengan pohon lain
5 Fakta Dragon's Blood Tree, Pohon Aneh Bisa 'Berdarah'

Dari gambar di atas, terlihat ciri fisik yang mencolok dan sangat berbeda dari pohon lainnya. Bentuknya cukup aneh karena memiliki cabang-cabang tebal yang terbentang membentuk penutup berbentuk payung atau jamur. Daun-daun yang menghadap ke langit mengumpulkan air kondensasi dari kabut yang bergulung.

Pohon Dragon’s Blood memiliki hidup yang panjang karena mampu mencapai usia enam ratus sampai ribuan tahun. Akan tetapi, pertumbuhan pohon ini terjadi secara lambat.

3. Dapat mengeluarkan ‘darah’
5 Fakta Dragon's Blood Tree, Pohon Aneh Bisa 'Berdarah'

Selain bentuknya yang mirip jamur atau payung, keunikan pohon Dragon’s Blood terletak pada getahnya yang berwarna merah terang seperti darah. Getah ini kaya akan nilai kegunaan. Dilansir National Geographic, getah pohon Dragon’s Blood memiliki berbagai fungsi medis.

Dipercaya bahwa setelah melahirkan anak, perempuan harus mencampur getah tersebut dengan air kemudian diminum. ‘Darah’ itu juga dapat dimanfaatkan untuk mewarnai tanah liat, tembikar, dan digunakan sebagai cat kuku serta make up.

Situs Global Trees menyebutkan bahwa getah pohon bukan satu-satunya bagian pohon yang membuatnya penting untuk ekonomi selama berabad-abad. Beri pohon Dracaena cinnabari juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan sapi dan kambing. Namun, konsumsi beri yang berlebihan justru akan membuat mereka sakit.

4. Punya legendanya sendiri
5 Fakta Dragon's Blood Tree, Pohon Aneh Bisa 'Berdarah'

Kemampuan pohon unik ini untuk mengeluarkan ‘darah’ memang menakjubkan. Sebab, getah berwarna merah bukanlah sesuatu yang umum di dunia flora. Dalam sejarahnya, terdapat berbagai legenda yang menceritakan rahasia di balik pohon Dracaena cinnabari yang ‘berdarah’.

Mengutip National Geographic, tumbuhnya pohon tersebut diawali oleh duel kakak beradik yang mematikan. Darah yang tercucur mengakibatkan pertumbuhan pohon yang mirip jamur.

Versi lain dari legenda pohon Dragon’s Blood menyebutkan bahwa darah naga yang sedang bertempur dengan gajah menjadi alasan terciptanya pohon itu. Seperti kisah mitologi, ya!

5. Termasuk spesies rentan
5 Fakta Dragon's Blood Tree, Pohon Aneh Bisa 'Berdarah'

Sayangnya, pohon endemik Pulau Socotra ini termasuk dalam spesies yang rentan. Meskipun masih satu tingkat di bawah status terancam punah (endangered), minimnya tindakan penting pastinya akan membuat pohon tersebut makin dekat dengan kepunahan.

Catatan The Revelator menunjukkan bahwa ancaman yang dihadapi pohon Dragon’s Blood adalah penebangan hutan, fragmentasi habitat, dan konsumsi tunas muda yang berlebihan oleh para ternak. Tidak hanya itu, perubahan iklim juga punya dampak yang besar terhadap populasi pohon tersebut.

Penelitian Forests menghitung bahwa pohon itu akan kehilangan 45 persen dari habitatnya pada tahun 2080. Informasi tambahan dari Global Trees mengindikasikan bahwa konservasi semata tidak akan menolong spesies tersebut. Mitigasi perubahan iklim menjadi strategi utama dalam mencegah kepunahan pohon.

Itulah fakta mengenai pohon Dragon’s Blood yang memiliki berbagai karakteristik unik, mulai dari bentuknya yang aneh sampai getahnya yang berwarna merah. Bagaimana pendapat kamu tentang pohon ini?