Beberapa Alasan Merasa Tidak Nyaman Saat Membahas Agama

Beberapa Alasan Merasa Tidak Nyaman Saat Membahas Agama

Beberapa Alasan Merasa Tidak Nyaman Saat Membahas Agama – Agama adalah sistem yang mengatur kepercayaan serta peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan kehidupan.

Jika kamu malas menjawab pertanyaan seputar agamamu apalagi menanggapi ajakan orang untuk memperdebatkannya, tenang. Kamu pasti bukan satu-satunya orang yang merasa demikian, kok.

Tak sedikit orang juga seketika bete ketika ditanya tentang agama mereka atau dikomentari terkait cara mereka dalam menjalankannya. Berikut lima alasan mereka.

1. Bagi mereka, agama termasuk perkara privasi dan sangat sensitif
5 Alasan Orang Gak Nyaman Membahas Agama, Cari Topik Lain Aja Deh

Bagi mereka, agama itu perkara yang amat pribadi antara diri mereka dengan Sang Pencipta. Prinsip mereka dalam menjalankannya sesimpel sesuai dengan keyakinan dan pemahaman masing-masing.

Mereka akan sangat merasa terganggu bila hubungan yang sepribadi itu dicampuri oleh siapa pun. Terlebih oleh orang yang bukan pemuka agama mereka atau malah hanya sekadar kepo.

2. Masih banyak topik lain yang lebih menarik dan aman untuk dibicarakan
5 Alasan Orang Gak Nyaman Membahas Agama, Cari Topik Lain Aja Deh

Di luar persoalan agama, masih banyak topik lain yang dapat diangkat dalam obrolan. Seperti masalah pekerjaan, berita terkini, film, hobi, fesyen, dan sebagainya.

Topik-topik seperti itu lebih aman untuk dibicarakan karena sifatnya yang umum. Daripada terus membicarakan agama dengan pemahaman yang bertolak belakang, pasti nanti terjadi keributan.

3. Mereka dibesarkan di lingkungan dengan beragam agama
5 Alasan Orang Gak Nyaman Membahas Agama, Cari Topik Lain Aja Deh

Bagi orang-orang yang terbiasa berada di lingkungan keluarga, masyarakat, atau pertemanan dengan beragam agama; yang terpenting bagi mereka untuk dapat hidup berdampingan ialah saling menghormati. Segala bentuk perbedaan terkait agama bukan lagi hal baru.

Saking telah terbiasanya dengan perbedaan agama, mereka berpikir buat apa lagi sih, membahasnya apalagi kalau sampai terjadi ribut-ribut? Mereka sudah membuktikan bahwa hidup harmonis dengan penganut agama lain bukanlah sesuatu yang mustahil.

4. Salah sedikit ketika membahas agama dapat berakibat rusaknya hubungan baik
5 Alasan Orang Gak Nyaman Membahas Agama, Cari Topik Lain Aja Deh

Hubungan baik itu amat mahal harganya. Sukar dibentuk, tetapi sedikit saja diusik dapat seketika hancur berkeping-keping. Apalagi oleh pernyataan yang kurang tepat atau baik mengenai agama.

Siapa pun bisa merasa sangat marah. Bahkan bila itu tak lebih dari ketidaksengajaan atau kesalahpahaman, bakal sulit untuk meluruskannya. Oleh karena itu, sebagian orang lebih suka menghindari perbincangan mengenai agama.

5. Menurut mereka, pengetahuan tentang agama orang lain cuma penting saat mencari pasangan
5 Alasan Orang Gak Nyaman Membahas Agama, Cari Topik Lain Aja Deh

Pengetahuan tentang agama calon pasangan menjadi penting sebab itu menentukan dengan cara apa mereka akan menikah dan bagaimana dengan agama anak-anak mereka kelak. Di luar itu, mereka tidak merasa perlu membahasnya.

Toh, apa pun agama orang lain, itu tak mengubah cara mereka dalam bergaul. Semua tetap dianggap teman dan saudara, dihormati dan disayangi.

Itulah sejumlah alasan mengapa orang enggan terlibat pembicaraan mengenai agama. Dengan memahami hal ini, semoga kita semua dapat selalu hidup berdampingan dengan harmonis.

Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang-orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama, atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia. Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, mendefinisikan tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci.

Praktik agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, cara penguburan, pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, atau aspek lain dari kebudayaan manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.